Kamis, 29 Januari 2009

LASKAR PELANGI BIKE TO PAGARALAM

LASKAR PELANGI BIKE TO PAGARALAM(Sebuah kisah dibalik perjalanan tour de dempo mountain dari tanggal 25 s.d 29 Desember 2009)



HARI PERTAMA Diawali dengan pemantapan terakhir Kamis malam PCC dengan tim sepeda laskar pelanginya mulai melakukan persiapan keberangkatan. Setelah kamis pagi salah satu media lokal memberitakan rencana keberangkatan ke Gunung dempo pagaralam sumatera selatan, malam harinya sepeda sepeda mulai loading ke dalam kendaraan. Loading dilaksanakan malam hari di Bukit Baru - Perumahan PT Timah dengan pertimbangan agar keesokan harinya harus berangkat saat fajar datang, mengingat perjalanan selanjutnya akan di tempuh menggunakan jetfoil ke kota Ampera Palembang dari Muntok.



Satu jam dari Pangkalpinang menuju mentok berjeda waktu istirahat sarapan pagi di kampung kelapa. Di salah satu kota kecamatan Kabupaten Bangka Barat, tempat kelahiran Gubernur Bangka Belitung, mengingatkan kami pada sebuah pantun lama yang acapkali kami dendangkan diwaktu kecil dulu :"Dari mentok ke banjar masin Singgah sebentar kampung kelapa. Liat baye batuk tebasin Kucing didapuk nginggel kepala"


Setiap orang yang tahu kami akan bersepeda ke pagar alam 90% nginggel kepala (geleng geleng), kurang kerjaan mungkin itu yang ada di batin mereka. Namun inilah pertama kali sebuah tim sepeda dari Babel yang melakukan touring ke luar Babel. Dengan Misi ingin mengenalkan Babel dan mempelajari pengelolaan daerah perkebunan menjadi tujuan wisata seperti di Pagaralam. Disamping tujuan utama mensosialisasikan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan keseluruh nusantara.


Kami beruntung memiliki teman teman dari berbagai kalangan, karyawan PT Timah Tbk, Telkomsel, Perbankan, atlit,pedagang ayam dan lain lain yang sangat konsen dalam menyemangati tim agar jangan bosan bosan "memasyaraktkan sepeda dan mensepedakan masyarakat" toh ini untk kesehatan dan salah satu bentuk perlawanan kita pada pemanasan global sebagai dampak efek rumah kaca yang sampai detik ini masih terus terjadi.


Kembali pada perjalanan, tiba di Pelabuhan Bom Baru Palembang pukul 14.30, setelah bongkar muat - sepeda dan tim naik ke bus - tim langsung menuju ke Palembang Indah Plaza, sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Palembang untuk melengkapi peralatan sepeda yang tidak bisa didapat di Pangkalpinang. Pukul 18.30 setelah Maghrib tim berangkat ke Pagaralam... Wuih... Mmelelahkan sekaligus menyenangkan 00.30 tiba di lahat, 01.15 pecah ban di kota agung pertengahan lahat dan pagaralam.... Dingin, untungnya crue bus yang kita tumpangi sangat cekatan.. sepertinya tiap berangkat bus ini mungkin mengalami kejadian yang di sebut dengan pecah ban(sssst cukup kita kita saja yang tahu jangan sampai pak supir tahu, bisa berabe nanti). Maklum bus tua tanpa ac, ada hikmahnya juga sih, hari gini memang nggak perlu ac, hanya akan mempercepat terbentuknya tabir emisi gas buang yang disebut efek rumah kaca itu.


Dinginnya PagaralamBrrrr dinginnya saat meemasuki pagar alam sebuah kota lama di punggung pegunungan Bukit Barisan, mungkin disinilah dulu para datuk dan jawara pernah berkelana mencari ilmu kedigdayaan. Tercatat dalam kisah fiksi ada wirosableng, situa gila, bu kek siansu, sibuta dari gua hantu dan lain lain. Tentunya waktu itu bukit barisan ini masih bertabur hutan tropis lebat dan bersaranakan pedati sebagai alat transportnya...


Ahhh khayalanku sampai kemana mana, mungkin sangking segarnya otak ku karena terserang hawa dempo yang dingin dan menyejukkan (fresh cool), sehingga ku tak sanggup menahan laju kreativitas otakku yang terus melayang ke negeri bu kek siansu yang manusia setengah dewa itu-apa mungkin dia pernah kesini...ahh terlalu jauh dempoku.


Hari semakin larut dan pagi, saat ini pada jam tangan dengan cap QQ yang katanya special outdoor dan baru dibeli sehaga Rp. 475.000 dari Fathoel alias Toing, seorang pakar outdoor yang hidup terpisah jauh dari species aslinya dan sekarang menetap di Bangka Belitung, telah menunjukkan pukul 02.09. Getar getar lembut maghma yang terdapat pada perut bukit barisan menjadi penghantar tidur yang menyenyakkan. . .Lanjut.... Khhrrrrr


HARI KEDUA

Setelah tidur lebih kurang 4 jam, pukul 08.00 wib tim sepeda melakukan tune up seluruh sepeda. Dilanjutkan dengan trial sekaligus mengenali kota pagaralam. Sungguh pantas di kenal dengan sebutan pagaralam ternyata kota ini betul betul berpagarkan bukit dan gunung di sekelilingnya.
Setelah sholat jum'at para laskar sepeda bersiap siap menuju daerah pegunungan yang berpermadanikan kebun teh di puncak, lembah dan lerengnya. Perjalanan 10 km yang biasanya dpat ditempuh dalam watu 45 menit, kali ini laskar sepeda babel harus mengakui beratnya medan tanjakan yang harus ditempuh. Tercatat jarak tersebut ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit... Wuhh melelahkan namun seluruh tim merasa lega karena seluruhnya mampu tiba diatas. Hanya saja salim rais peserta termuda yang baru berusia 10 tahun itu, kali ini harus beristirahat karena kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan dari pangkalpinang ke pagaralam yang membutuhkan waktu lebih dari 20 jam itu.
Lereng Dempo
Mencapai tempat peristirahatan di lereng dempo tidak membuat para laskar merasa puas, lokasi perkebunan teh yang memang menjaditempat pelaksanaan perlombaan sepeda gunung(mountain bike) saat PON 2004 sumsel memicu adrenalin para laskar sepeda babel. Laskar pelangi bersepeda ini kembali mengayuh sepedanya menuju tempat yang lebih tinggi 1700an dpl.
Hembusan angin begitu dingin, 15 derajat celcius disiang hari di bulan penghujan ini sepertinya mengharuskan kami mempersiapkan perlengkapan lebih lengkap seperti jaket dan celana yang tahan air untuk mengayuh sepeda di areal perkebunan teh ini. Suhu ini menghantarkan ingatan ku ke daerah lembang pada tahun 1980an.
Wisata PerkebunanNamun yang paling menarik ternyata perkebunan teh pagaralam telah menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Lingkungan asri hijau menghampar dimana mana, wisatawan datang, ekonomi rakyat pun ikut tumbuh.
Sebuah pembelajaran yang menarik bagi kita di bangka belitung, kekayaan bahan tambang yang telah melambungkan nama bangka belitung lebih dari 3 abad ini bila tidak di sertai dengan pengembalian fungsi lingkungan setelah era tambang tentu akan sangat mengkhawatirkan kita.
Mudah mudahan lahan eks tambang kita juga bisa difungsikan sebagai penarik wisatawan.... Maaf bila ini adalah sebuah mimpi dari kami komunitas sepeda laskar pelangi. Namun tidak ada yang tak mungkin bila ada kemauan lagi pula lingkungan babel adalah tanggungjawab kita semua.

Hari semakin dingin para laskar masih belum kembali ke posko mereka sedang survey untuk trek sepeda besok pagi. Pukul 17.45 suhu turun terus alat pengukur menunjukan angka 12 derajat celsius... Uhhh mudah mudahan mereka tidak apa-apa dan kembali dengan selamat. Karena malam ini tim laskar pelangi rencananya akan kedatangan asisten 1 kota pagaralam, panggilannya pak kusui, namanya kami peroleh dari sahabat kami yang pecinta sepeda juga, Yan Megawandi yang kebetulan saat ini menjabat sebagai ka dinas pariwisata Babel, Terimakasih Bang Yan....... Tapi tolong nama lengkapnya pak kusui ini apa ya
HARI KE TIGA
Semalam Pak Asisten 1 Pagaralam berhalangan hadir, memang malam tadi kabut cukup tebal disekitar pegunungan dempo. Pagi ini sebagian laskar mengulangi rute sore kemarin dan sebagian mempersiapkan tim untuk menuju obyek wisata air terjun, churug mangkok, churug tujuh kenangan dan churug embun.
Hampir seluruh peserta mengalami trouble dengan track yang di tempuh, tanah naik turun dan hujan yang semakin membuat berat track yang di lalui. Ricky, wirtsa, fani, khaidir, rofik, hikmat, tiyo, amin.. Bahkan sampai mengalami putus rantai seperti yang di alami mas fathoel saat mencapai tanjakan terakhir.
Tentang churug dan gunung dempo serta perkebunan teh, itulah kelebihan pagaralam dibanding daerah lain. hanya sedkit daerah di indonesia yang dianugerahi daerah se eksotik pagaralam. Demikian pula bangka belitung juga memiliki kelebihan yang berbeda dengan daerah lain, apalagi dengan promosi dan pengelolaan profesional tentu saja Bangka Belitung akan lebih siap menjual daerah wisatanya.
Night riding around Pagaralam
Ternyata medan berat yang telah menguras banyak tenaga laskar sepeda tidak membuat semangat menurun. Tiba diposko pukul 16.00 malam ini akan dilanjutkan dengan night riding.night riding adalah kegiatan bersepeda malam yang sangat meriah bila dilihat dari jauh. Karena seluruh peserta akan dipenuhi pernak pernik lampu yang kegunaannya adalah untuk pengamanan pengendara agar terlihat dari kejauhan.
Apalagi night riding ini di anggap bonus oleh rekan rekan PCC, bonus maksudnya perjalanan akan ditempuh dengan jalan 90% menurun. Ditempuh dari lereng gunung dempo turun menuju pagaralam, sejauh lebih dari 10 km. Memang benar benar bonus tapi sayangnya malam hari, kalau siang hari maka akanlebih nikmat. Seperti pesen orang orang tua dulu di Bangka, "gawe paling nyamen tu adalah tengah ari panas terus naik sepeda turun tebing".
Orang bilang duren bangka itu nyaman, lemak, harum tapi tak ada salahnya kalau kita mencoba durian dari tempat lain. Tapi bisa dipastikan memang duren bangka lebih enak. Rangkaian kegiatan hari ketiga ini ditutup dengan menikmati duren di keramaian pasar pagar alam.
Rencananya kegiatan pcc akan berakhir besok siang di sungai lematang yang mengalir diantara lahat dan pagar alam.
HARI KE EMPAT
Perjalanan hari minggu di track tanah dan berbatu menuju tiga churug(air terjun) dan Night Riding tadi malam membuat fisik banyak berkurang. Pengembalian fisik membutuhkan istirahat yang cukup, wajar saja bila hari ini para laskar bangun agak lambat dari biasanya.
Night riding yang dipenuhi pernak pernik lampu sepeda membuat masyarakat kota pagaralam bertanya tanya ingin tahu ada acara apa lagi ini. Karena memang tanggal 1 Januari 2009 di bumi besemah akan diadakan pemecahan rekor muri untuk permainan rebana sebanyak 7000 orang. Sebuah upaya promosi daerah yang cukup kreative sebagai sebuah tempat agrobisnis dan tujuan wisata.
Lematang Hari ke empat, laskar sepeda bangka belitung yang sementara ini terdiri dari dua komunitas sepeda, Pangkalpinang cycling community dan Komunitas Sepeda Muntok cek out dari Vila Dempo besema pukul 10.00 wib.
Acara dilanjutkan dengan bersepeda menuju lahat yang berjarak 70 km. Jalan berkelok dengan kiri kanan berhiaskan jurang cukup dalam cukup membuat bulu kuduk berediri. Namun perjalanan tetap berlanjut, disiplin dan hati hati adalah kunci keselamatan selama dalam perjalanan.
Rasa letih bercampur kengerian tersebut langsung terobati manakala dihadapan kami terpampang dengan gagah berdiri tegak menjulang sebuah air terjun yang menjadi hulunya sungai lematang. Air terjun lematang, jeme lahat dan pagaralam menamakan tempat tersebut. Mendingnkan badan dengan menceburkan diri ke dangau di bawah air terjun tersebut telah menyegarkan kembali tubuh yang telah mengeluarkan demikian banyak ion tubuh.
Sampai dengan hari terakhir, pesona bukit barisan di pulau sumatera yang dikenal juga dengan sebutan pulau Andalas dan Pulau Perca seakan tak ada habis habisnya. Sebuah pulau diwilayah RI hasil pertukaran dengan semenanjung malaya antara pemerintahan belanda dan Inggris lebih kurang 300 tahun yang lalu.

Wilayah Pagaralam sungguh eksotik, memiliki tiga sungai besar, Sungai selangis di kota Pagaralam, Sungai Lematang di pertengahan kota menuju lahat dan sungai Indikat yang menjadi pembatas Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Ketiga sungai tersebut menjadi satu sungai Lematang besar yang mengalir di kota lahat menambah keindahan pesona bukit Jempol yang populer di sumatera selatan.

Selamat Tinggal Pagaralam Bercengkrama selama tiga hari tiga malam di bumi besema negerinya "jeme kele kudai" menjadi pengalaman dan kenangan yang tak kan terlupakan. Sebelum mengucapkan selamat tinggal padamu kami ingin menyampaikan undangan pada jeme pagaralam untuk menjenguk kami di bumi serumpun sebalai negerinya Laskar Pelangi.
SALAM SEJUTA SEPEDA BIRU LANGITKU HIJAU BUMIKU
KETUA PANITIA BIKE TO PAGARALAM MUHAMMAD WIRTSA FIRDAUS
DISAMPAIKAN
OLEH Humas PCCAmin Haris Sugiarto 0811717247

Jumat, 17 Oktober 2008

Renungan Untuk Kami Kaum Buruh


SIKAP, INTEGRITAS DAN MENTALITAS
Muhammad Wirtsa Firdaus
Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah

Ditengah berita krisis yang begitu gencar kemarin terselip sebuah sms pembaca di harian local Bangka Pos…rasanya kok sampai sekarang saya masih tidak percaya hal seperti itu terjadi dan mudah mudahan itu memang tidak terjadi… tentang hal hal seperti ini kiranya perlu kita renungkan ulang untuk kebaikan kita semua….selamat menikmati renungan ini .

“Apakah Benar KaryawanWasprod?
Yth. Ka. Wasprod Belinyu, ada orang yang mengaku karyawan yang mengatasnamakan kepala bagian yang sering pungli ke TI TIilegal dank e parit parit minta jatah dengan gaya pakai mobil hi-lux silver, kadang kepala bagian k2 kadang dia bilang asisten wasprod. Jika tidak di kasi duit bensin dia marah. Kami HArap ka wasprod belinyu bertindak.
085273576****

Demikianlah komentar masyarakat yang disampaikan kepada seluruh masyrakat Bangka Belitung melalui media SMS di harian loKal Bangka Pos tanggal 09 Oktober 2008. Harapannya trentu saja hal ini tidak terjadi di perusahaan kita. Sebuah perusahaan yang memiliki Budaya dan sikap kerja yang luar biasa sejak belasan tahun yang lalu, K3 PTPRS.

Seandainya berita itu benar, pertanyaannya mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah budaya kerja Kebersihan, Keterbukaan dan Kebersamaan serta sikap kerja Percaya Terbuka Positif, Rasionil dan Sadar Biaya itu telah luntur dihati para pejuang timah saat ini?

Ada beberapa referensi yang bercerita tentang perilaku bangsa kita pada umumnya seperti kata Mochtar Lubis, budayawan dan wartaawan kondang era 70 an, “Salah satu ciri manusia Indonesia (dari enam ciri yang disebutkan) adalah HIPOKRIT alias munafik, suka berpura pura , lain di muka lain di belakang. Sikap munafik ini memungkinkan korupsi berlangsung begitu hebatdan terus menerus”

Kemudian Koentjaraningratseorang antropolog UI yang mengupas tentang mentalitas bangsa ini secara lebih sistematis dengan argument lebih akademis. Menurutnya “ perilaku malas dan korup yang mewabah dikalangan masyarakat kita ternyata memiliki akar sejak masa Kolonial yaitu MENTAL BURUK PRIYAI.

Dalam memaknai hubungan manusia, mental priyayi berpandangan bahwa segala tindakan harus diarahkan untuk pelayanandan penghoramatan kepada atasan, senior, dan pimpinan. Seorang bawahan akan merasa mulia bila mampu memberikan pelayanan terbaik kepada atasan, adalah sebuah kebanggaan bila bawahan memberi cindera mata bingkisan kepada atasan.

Mentalitas ini mendorong praktek korupsi, mula mula orang hanya menjalankan tradisi lama bahwa bawahan harus memberikan bingkisan kepada atasan untuk menjaga hubungan baik. Saat ini praktik demikian tentu tidak bisa dibenarkan dan masuk dalam katagori suap karena dalam system administrasi modern hak dan kewajiban atasn dan bawahan telah dirumuskan dengan jelas.

Perlukah Panutan?
Kalau sudah ada kesan setreotype yang buruk secara umum tentang sebuah komunitas seperti yang di gambarakan oleh dua orang diatas lalu bagaimana kita harus berprilaku?
Sepertinya untuk menjawab ini kita harus membaca Buku Laskar Pelangi, yang jelas kita tidak boleh menerima begitu saja dan pasrah terhadap kesan negative yang dilekatkan pada diri kita selama bertahun tahun entah oleh siapa. JAngan kita pasrah dan larut dalam urusan yang tidak konstruktif.

Panutan ? Ahhhhh sepertinya kita sudah kehilangan panutan… banyak opini bermunculan agar bangsa ini tidak usah menggantungkan pada figure tapi percayalah pada system. Penganut paham ini bilang sebaik baiknya(sesaleh salehnya) orang bila hidup di lingkungan system yang rusak maka mereka bisa jadi korup(Nurcholis Madjid).

Apakah benar demikian, bahwa kita tak perlu figure… yang jelas kita hidup dalam masyarakat yang komunal bukan individualistic sehingga tetap saja tokoh panutan tetap diperlukan. Idealnya Sistem yang baik dibentuk dan untuk menjalankan system tersebut kita butuh figure yang baik pula…. Agar kesan streotyp yang buruk tersebut dapat kita hilangkan.

Korupsi jelas bukan karena seseorang itu miskin tapi perkara mental, sikap dan integritas. BAnyak orang kaya jadi miskin, banyak yang kaya makin kaya yang miskin tambah miskin, ada pula yang miskin jadi kaya tapi yang paling mengerikan adalah ORANG KAYA YANG BERWAWASAN MISKIN. Sehingga mental korup itu terus menjamur….

Menrut Andre Hirata si IKAL pengarang Laskar Pelangi “Hubungan kaya miskin dan sukses adalah semata persolan “INTEGRITAS, SIKAP DAN MENTALITAS”
Sebagai manusia timah sudah jelas bahwa mental kita adalah mental, sikap dan integritas dalam K3PTPRS

Salam

Krisis Global Ikatan Karyawan Timah Panggil Pihak Asuransi

Krisis Finansial Global dan Dana Pensiun
IKT dan SDM PT Timah Sepakat Panggil Pengelola dana Pensiun

Krisis keuangan global yang melanda negara-negara maju rupanya telah berimbas kepada beberapa perusahaan asuransi dunia. Dua perusahaan asuransi yang telah terkena efeknya adalah asuransi AIG di Amerika dan yamato Life Insurance di Jepang. Di Indonesia sendiri, PT Jamsostek mengalami potensi kerugian sebesar Rp. 5,4 Triliun. Menyikapi perubahan tersebut, Ketua Ikatan Karyawan Timah M Wirtsa Firdaus menggelar rapat harian yang membahas situasi itu. Agenda yang dibicarakan tentunya tidak lain adalah nasib dana pensiun karyawan timah yang ada di beberapa perusahaan asuransi seperti di PT Jamsostek, PT Jiwasraya, dan BNI Life. “ IKT telah menyurati SDM PT Timah untuk segera memanggil ketiga perusahaan asuransi tersebut untuk menanyakan seberapa aman dana pensiun PT Timah yang ada pada mereka. Apa langkah yang akan mereka lakukan mengantisipasi krisis keuangan ini,” kata Wirtsa Firdaus.
Langkah ini dirasa perlu olehnya untuk menenteramkan hari para karyawan PT Timah baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dan yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP). Rencananya ketiga institusi itu akan memaparkan keadaan keuangan mereka terkait dana pensiun PT Timah di hadapan manajemen PT Timah dan IKT. “ Yang kita khawatirkan lembaga asuransi tersebut banyak menempatkan dana mereka di berbagai instrument keuangan dalam bentuk saham, deposito, dan obligasi. Dana mereka itu ya dari berbagai dana yang disimpan kepada mereka dari berbagai perusahaan termasuk dana pensiun PT Timah,” katanya lagi. Harapan Ketua IKT ini adalah lembaga-lembaga asuransi dalam menempatkan dana dalam bentuk saham sudah menempuh prosedur yang benar seperti cut loss dalam kondisi tertentu. Cut Loss adalah tindakan professional seorang pialang saham dalam mengantisipasi kerugian dalam jumlah yang lebih besar. “ Mudah-mudahan pertemuan ini bisa dilakukan lebih cepat agar karyawan tahu nasib dana pensiun itu. Tujuannya agar motivasi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik,”katanya tersenyum.

Bank Kolaps Dijamin PemerintahSementara itu, pemerintah pusat melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki dana sekitar Rp. 6 trilun diluar premi pinjaman sekitar Rp. 10 triliun yang bisa digunakan untuk menjamin dana nasabah pada bank yang kolaps atau jatuh. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan jaminan LPS hanya bisa diberikan kepada bank yang kolaps. Jika tidak ada yang kolaps tentunya tidak ada kewajiban dari LPS untuk memberikan jaminan. Ia juga mengatakan jika uang di LPS tidak mencukupi maka pemerintah akan menyuntik dana segar. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2008, pemerintah memutuskan untuk menaikkan jaminan dana nasabah di bank hingga Rp. 2 miliar per nasabah dari sebelumnya Rp. 100 juta.

Selasa, 16 September 2008

Angkat Bendera Perang Terhadap Pengrusakan Lingkungan

Hari lingkungan dunia yang jatuh pada tanggal 5 juni 2008 bukan untuk diperingati dengan gembira. Sebaliknya kita harus banyak merenung karena kita telah kalah perang melawan pengrusakan lingkungan, pengrusakan telah dimulai berabad-abad yang lalu tapi kita baru giat memikirkan lingkungan menjelang akhir abad 20.

Perang tidak harus dengan senjata api atau senjata pemusnah lainnya, apalagi saat kita bicara tentang perang terhadap pengrusakan lingkungan yang terus-menerus, dari hari ke hari, tidak terkendali. Kerusakan yang mengakibatkan pemanasan global karena suhu dunia yang terus meningkat, gas emisi karbon, deforestasi baik untuk pemanfaatan kayu maupun dibuka sebagai daerah penghasil mineral tambang.

Seharusnya perang terhadap aktivitas pengrusakan lingkungan dimulai bersamaan dengan kegiatan pengrusakan itu sendiri yang dilakukan secara massal. Adalah revolusi industri di eropa pada abad 17 yang menandai pengrusakan tersebut. Eforia penemuan peralatan industri sangat luar biasa karena dianggap bisa meningkatkan efisiensi usaha dan pengakuan sebagai manusia yang hidup di abad modern bila menguasai atau menggunakan teknologi terkini. Sangat disayangkan hal ini telah melalaikan para pendahulu kita terhadap dampak yang diakibatkan dari revolusi industri.

Pada masa revolusi industri lahirlah para ekonom ekonom yang memunculkan berbagai teori ekonomi. Diantaranya Adam Smith dengan semangat kapitalismenya dan ekonom brilian lainnya. Sementara itu tidak ada nama yang cukup terkenal yang muncul dari kalangan penggiat lingkungan. Untung saja, pada waktu itu di tiap-tiap daerah di dunia ini hampir dipastikan memiliki menu-menu lingkungan yang sering kita sebut muatan lokal. Misalnya di negeri Chiko Mendez, seorang penggiat lingkungan yang memperjuangkan lingkungan di Brazil sampai mengorbankan nyawa dan hidup pada dekade 1900-an. Di sana, panen karet diberi batas kuota dan saat memanen pun harus dengan cara tertentu yang sangat memperhatikan kesehatan tanaman itu sendiri. Dengan demikian keberlangsungan lingkungan yang asri dapat tetap terjaga.

David versus Golliath

Melihat kondisi diatas saya ingin mengatakan bahwa para kaum borju dengan semangat kapitalisnya adalah pemusnah bernama Golliath. Kaum ini terus melakukan investasi secara besar-besaran. Sementara penggiat lingkungan dianggap sebagai batu krikil yang dapat disingkirkan ke kiri dan kanan serta sangat disepelekan.
Meski demikian, kaum Borju lupa bahwa sejarah telah mencatat kalau kerikil yang menjadi senjata David mampu menaklukan si pemusnah Golliath. Akan samakah keberuntungan para penggiat lingkungan dengan David?

Saat ini kemenangan David semakin menunjukkan tanda tandanya, isue global tentang lingkungan semakin marak ditandai dengan munculnya berbagai istilah lingkungan sebagai senjata perang. Mulai dari lubang hitam di ozon, efek rumah kaca, friday blue sky, bike to work, pemanasan global, save the earth, go green, say no to mining say yes to planting. Boleh dikatakan saat-saat ini seharusnya para kaum kapitalis yang semata-mata selalu mengejar keuntungan itu merasa malu kalau mereka mengaku sebagai kapitalis. Apalagi aturan-aturan tentang lingkungan sudah begitu banyak dikeluarkan. Jangan-jangan Bapaknya Kapitais pun "ADAM SMITH" malu mengaku dirinya sebagai seorang Dewanya kaum Borju Kapitalis itu.

Bangka Belitung Tidak Tanggap

Walau genderang perang terhadap pengrusak lingkungan semakin kencang ditabuh, apalagi ditandai bergulirnya Protokol Kyoto hingga ke Bali roadmap, Bangka Belitung tetap adem ayem. Mesin dongpeng terus menderu seperti naik turunnya iman seseorang. Manakala situasi tidak mungkin, mereka lenyap. Di saat lain bila aman mereka kembali berdatangan entah dari mana.

Apakah salah? tidak.....!!! Mereka adalah rakyat yang memang berhak menikmati manfaat yang terkandung didalam bumi seperti yang diamanahkan oleh Undang Undang dasar 45. Yang salah adalah orang-orang borju pengikut Mr Adam yang tidak tahu bahwa guru mereka akan sangat malu melihat tingkah mereka. Karakter masyarakat Bangka yang penuh toleransi mungkin harus dideskripsikan ulang khusus untuk menata persoalan lingkungan.
Sudah saatnya kita tidak memberikan toleransi kepada para perusak lingkungan yang hanya mengambil kepintingan pribadi dari kegiatan yang mereka lakukan.

Demikian juga dengan aparatur pemerintahan, penegak hukum maupun legislatif, mari kita buka hati nurani dan sama sama berkaca apa yang telah kita berikan kepada negeri Serumpun Sebalai. Mungkin ada baiknya jika kita mendaftarkan diri kepada Andrea Hirata sebagai anggota Laskar Pelangi untuk menyelamatkan negeri tercinta. Kita butuh keberanian, semangat, kebersamaan, kecerdikan dan kejujuran seperti Sepuluh Anak Biliton Dalam buku Tetralogi Laskar pelangi untuk melakukannya.

Lingkungan dan Perekonomian

Berbicara sedikit soal lingkungan dan perekonomian di bumi serumpun sebalai ini, salah seorang pelaku ekonomi mengaku bakal kerepotan kalau seandainya dilarang menambang timah. Menurutnya, satu-satunya sumber yang paling menarik saat ini adalah bijih timah yang telah di keruk oleh penjajah sejak ratusan tahun yg lalu. "Urusan lingkungan kan ada yang memikirkan," begitu katanya diujung perbincangan.

"Bung bukan seperti itu," sergah salah satu laskar pelangi. Mari kita sikapi eforia di Bangka Belitung ini dengan Bijak. Mari kita jadikan Timah sebagai sumber kekuatan ekonomi kita sekarang dan kedepan. Kita minta kepada pemerintah untuk menegakkan aturan dengan benar, tindak oknum yang bermain mata dengan pelaku kejahatan lingkungan lewat aktivitas penambangan.

"Hanya seperti itu?" tanyanya. Ya tidak. Dana yang diperoleh dari mengeksploitasi kekayaan mineral timah ini pemerintah harus menjadikanya sebagai modal untuk pembangunan infra struktur bisnis yang ramah lingkungan.

"Bukan urusan kita itu biarkan saja pemerintah yang memikirkan" timpal si Borju

Karena sudah letih memberi penjelasan akhirnya anggota Laskar Pelangi bilang, "Hei Borju singkatnya begini, silahkan mengeksploitasi bijih tapi harus seusai peraturan dan perundangan termasuk peraturan tentang lingkungan kalau ndak hati hati tangan dua bisa jadi satu(diborgol),"

"Mane kenek lah(Terserahlah) yang penting duit masuk, jangankan kita, yang di DPR pun mikirnya duit seperti lagu slank itu," ujar Borju sambil ngeloyor pergi.

OKNUM LINGKUNGAN

Namanya juga oknum, terjemahan bebas nya adalah seseoran atau sekelompok orang yang memanfaatkan kekuasaan yang diamanahkan negara kepadanya hanya untuk kepentingan pribadi semata tanpa menghiraukan dampak/akibat yang timbul baik secara langsung maupun dimasa yang akan datang.

Nah.. Oknum lingkungan adalah oknum yang memperoleh manfaat dari air, udara, tanah dan kekayaan yang terkandung didalamnya tanpa menghiraukan dampak lingkungan yang terjadi. Mereka dapat berasal dari kalangan pengusaha yang borju kapitalis, penguasa beserta jajaran yang tidak amanah, penegak hukum yang tergoda hati nuraninya, legislatif yang membuat peraturan berdasarkan kepentingan fihak tertentu.

Jangan berikan toleransi kepada oknum, bukankah yang namanya oknum memiliki kecendrungan untuk melakukan perbuatan korupsi yang jelas akan merugikan rakyat dan negara. Mengambil manfaat dari alam tanpa peduli lingkungan adalah perbuatan ilegal, sungguh memalukan bila terjadi pada NEGERI LASKAR PELANGI DI BUMI SERUMPUN SEBALAI. Padahal kita sempat menghasilkan beberapa penegak hukum yang tak lagi diragukan integritasnya pertama Erry Riyana Harja Pamekas, mantan anggota KPK dan yang terakhir Antasari Azhar putra daerah yang Ketua KPK saat ini.

Tampaknya negeri ini perlu diaudit khusus lingkungan secara terintegrasi dan sistemik yang dilakukan oleh KPK sehingga oknum yang terlibat dapat segera di eksekusi dengan hukuman yang setimpal. Shock theraphy seperti ini perlu dilakukan sehingga seluruh masyarakat negeri ini dapat lebih menghargai pentingnya lingkungan hidup yang tiap kali membicarakannya tidak dapat lepas dari persoalan biostik, anbiostik dan cultur

Persoalan lingkungan telah menjadi masalah yang cukup kompleks perlu keseriusan untuk dapat menarik benang merahnya agar peraturan dapat ditegakkan dan dapat memberikan kepuasaan kepda semua pihak. Tapi apakah kebenaran harus di gugurkan untuk memuaskan hawa nafsu. Tentu saja TIDAK lalu bagai mana? MARI KITA BERTANYA PADA RUMPUT YANG BERGOYANG

Senin, 15 September 2008

PCC CARE FOR NEXT GENERATION


PANGKALPINANG CYCLING COMMUNITY
MEMASYARAKATKAN SEPEDA KE BELITONG
Global warming yang merupakan proses penghancuran bumi karena terjadinya pemanasan global diakibatkan oleh berbagai hal yang menyebabkan degradasi lingkungan seperti deforestaasi baik karena adanya eksploitasi mineral tambang maupun pemanffaatan kayu yang merupakan penyumbang o2.Selain itu gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor juga memberikan efek rumahkaca yang ujung ujungnya mempercepat pemanasan karena gas tersebut membetuk tabir di atmosfir sehingga panas yang terpantul dari bumi tidak langsung menyebar tapi tetap berputar didalam atmosfir bumi.
PCC sebuah club sepeda yang belum ggenap satu tahun berdiri di PAngkalpinang merasa terpanggil untuk ikut melakukan perlawanan terhadap pengrusakan lingkungan tersebut dengan melakukan tindakan preventif, yaitu usaha mengurangi gas buang CO2 dengan cara memasyarakatkan sepeda sebagai sebuah alat transportasi yang ramah lingkungan.
Sejalan dengan usaha tersebut PCC berencana akan memasyarakatkan sepeda ke Pulau belitung setelah melakukan berbagai kegiatan yang cukup berhasil di pangkalpinang untuk mensosialisasikan kendaraan ramah lingkungan tersebut. Rencana keberangkatan akan dilaksanakan dari tanggal 24 sampai dengan 26 Oktober 2008.
Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh elemen masyarakat di Bangka Belitung segera menyadari proses degradasi lingkungan dan ikut berperan aktif dalam penyelamatan bumi dari pengrusakan tersebut.
Menurut Jimmy salah satu pelopor berdirinya PAngkalpinang Cycling Community, PCC sangat respek dengan program PENYELAMATAN LINGKUNGAN Oleh Gubernur Babel melalui program Green Babelnya. Sekali lagi Menurut Jimmy penyelamatan lingkungan bukan hanya menanam, mencegah deforestasi dan mengurangi gas emisi buang juga merupakan salah satu program yang dapat di lakukan green babel yang di KEtuai Oleh Ir. Syahidil tersebut.
Akhir Pers Release
Pangkalpinang 14 September 2008
Humas PCCAmin Haris PCC

Senin, 08 September 2008

GUBERNUR MENGGUGAT PT TIMAH

Apa Betul Gubernur Menggugat PT Timah (Persero) Tbk

Miris, menakutkan sekaligus menyedihkan bila Headline Bangka Pos Minggu 3 Agustus 2008 benar benar terjadi. Sebuah badan usaha milik negara digugat oleh kepala daerah yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mau jadi apa negeri ini bila hal itu terjadi.

Seorang kepala daerah, penguasa, yang bijak akan melindungi seluruh rakyat maupun institusi yang berada dibawahnya, apalagi mereka yang mampu memberikan kontribusi kepada negara termasuk daerah di mana mereka berada. Apalagi seperti PT Timah, saya yakin dan sangat percaya sebuah perusahaan Milik Negara alias PLAT MERAH yang satu satunya memiliki kantor pusat di Bangka Belitung ini adalah pemberi kontribusi yang sangat besar bagi daerah, baik langsung maupun tak langsung(multiplier efek). Pada tahun ini saja, tidak kurang dari angka 712 miliar rupiah telah di setorkan kepada negara.

Berdasarkan pemikiran sederhana diatas maka saya berpendapat Gubernur tentu tidak akan pernah menggugat BUMN yang sampai dengan saat ini telah berumur 32 tahun kecuali perusahaan ini telah merubah kapalnya menjadi kapal Bajak Laut maka wajib lah dia di perangi. Ini adalah sebuah keyakinan saya sebagai ketua Ikatan Karyawan Timah yang selalu menginginkan situasi bisnis dan kondisi sosial kondusif sehingga para anggota kami yang lebih dari 4.500 orang ini dapat bekerja dengan tenang, tanpa harus ada rasa khawatir akan melakukan perbuatan melawan hukum karena ketidak pastian hukum itu sendiri.

Judul berita yang Mengusik ketenangan
Terus terang pemberitaan ini sangat mengganggu ketentraman karyawan dan berikut keluarganya. Kami khawatir bila situasi seperti ini terus berkembang sehingga membuat perusahaan tempat kami bekerja yang tadinya prospek dan menguntungkan menjadi perusahaan yang merugikan sehingga berakibat buruk bagi putra putri negeri serumpun sebalai yang menjadi anggota "Serikat Pekerja Timah".

Menggugat sebuah kata yang berimplikasikan hukum dimana ada penggugat berarti ada yang tergugat dan biasanya penyelesaiannya melalui proses yang panjang berbelit belit dan melibatkan banyak pihak yang bertemu di "Pasar Keadilan" berupa sebuah lembaga hukum yang namanya PENGADILAN. Saya SECARA PRIBADI sampai dengan saat ini masih tidak percaya hal ini terjadi pada sebuah perusahaan seperti timah, sebuah perusahaan yang jelas-jelas menghasilkan devisa bagi negara dan tidak dapat dipungkiri telah terbukti memberikan kontribusi yang sangat besar bagi negeri serumpun sebalai bahkan sejak dari jaman sebelum kemerdekaan. Walaupun spuluh tahun belakangan selalu di opinikan PT TImah tidak maksimal kontribusinya bagi daerah ini.

Jika terjadi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Menggugat PT TImah (Persero) Tbk yang merupakan tempat kami bekerja untuk menghidupi sanak keluarga maka tentu banyak hal yang menjadi penyebabnya. Faktor politis yang dikait kaitkan dengan ekonomi, faktor hubungan yang kurang harmonis, pemerintah daerah yang masih merasa kurang menerima kontribusi dari PT Timah, Internal perusahaan, oknum yaitu orang yang memiliki wewenang dan kuasa cukup besar tapi menyalahgunakan wewenangnya tersebut dan lain lain.

Satu lagi peran media, apapun isi pembicaraan baik itu seminar, pidato, kata sambutan, dialog akan menjadi tidak berarti apa apa bila tidak dikomuniksikan dengan baik melalui media, malah yang terjadi justru sebaliknya. Memang sepertinya kalau mau membangun negeri ini kita harus menjalin hubungan yang harmonis dengan dunia media masa. karena suka tidak suka kawan kawan inilah yang mampu memberikan pencitraan yang baik bagi negeri ini termasuk perusahaan sekelas PT Timah Tbk. kalau boleh saya ingin sampaikan " hai kawan2 bung media yoo same same bangun negeri ini bangun citra positif walau kadang memang tidak komersil untuk jadi bahan berita... Karena untuk membangun negeri ini kita memang butuh kerja sama semua pihak dengan menyingkirkan kepentingan pribadi"



Tahun 1977 SBY mendarat di Bangka
Ingatan saya mundur tiga puluh tahun kebelakang, saat itu di suatu sore terdengar raungan pesawat hercules milik AURI yang menerjunkan ratusan tentara ke Pulau Bangka dan kemarin dalam kunjungannya ke BAngka Belitung, di Parai Pak SBY mengatakan bahwa beliau termasuk salah satu penerjun pada waktu itu.Sehari setelah penerjunan itu tersiar kabar bahwa banyak penyelundup timah yang tertangkap baik hidup dan mati.

Dulu penyelundup tidak dikemas dengan rapi, sekarang penyelundup rapi berbungkus diri. Membuat perusahaan dengan spesifikasi penambangan sangatlah mudah. Undang undang yang dibuat setengah mati itu tidak lagi menjadi acuan karena begitu banyak orang yang sekolah hukum sampai setinggi langit dan hebatnya pekerjaan mereka sehari hari adalah membolak balikan fakta untuk mencari celah hukum agar dapat memberikan keuntungan bagi pribadi maupun kelompok yang dibelanya. Inilah sebuah indikasi penyelundup terkini yang telah berbungkus intelektual dan modal.


Bicara soal sakit yang paling menyakitkan adalah saat mendengar timah kita di tangkap 1 ton yang jumlahnya 1400 ton berarti ekuivalen dengan angka 100 lebih miliar bila harga belinya 72 jt per ton. Bukan hal yang main main, dunia memang selalu berubah, bibit pohon, anak hewan, anak manusia menjadi besar, tinggi, dewasa kemudian mati. Hukum yang di cerminkan melalui Pancasila, undang undang dasar, undang undang, peraturan pemerintah, juga terus berubah sehingga yang dulu pahlawan bisa saja tiba tiba bisa saja jadi bandit besar begitu pula sebaliknya.


Bijih timah juga memiliki perilaku yang berubah ubah, ingat dulu tahun 1975an saat masyarakat bangka sedang dilanda demam berkebun cengkeh, orang tua saya pun yang PNS Depag itu ikut ikutan berkebun cengkeh di sebuah daerah perbukitan dengan latar belakang di sebelah timur hamparan laut yang biru. Tanjung Gunung lebih kurang 18 kilometer dari Pangkalpinang kearah tenggara hampir tiap hari kemi tempuh dengan bersepeda, sekarang tepatnya adalah di belakang markas Brimob Polda Bangka itu…. Seingat saya di lokasi brimob itu sekarang dulunya adalah lahan cengkeh milik Pak Imron salah satu tokoh Muhammadiyah Pangkalpinang.

Orang tua ku tercinta yang waktu masih cukup muda mengayuh sepeda dengan penuh semangat namun di beberapa tempat kami harus memperlambat laju sepeda karena akan melawati sebuah bangunan yang didepannya teronggok sebuah senjata pemusnah yang memiliki sandaran kaki tiga seperti tripot kamera. Setelah menginjak usia SMP saya baru mengerti bangunan itu adalah tempat para tentara bumi pertiwi yang turut serta berperan aktif mengamankan bijih timah dari jarahan tangan tangan yang tak bertanggungjawab.

Kebun cengkeh itu berada di atas sebuah bukit yang dari puncaknya bisa melihat ke laut china selatan dan di kejauhan tampak beberapa mesin mesin pencari timah ditengah laut, kebun itu menuruni lembah dan naik lagi ke atas bukit sebelah. Dilembah itulah saya yang waktu itu masih 6 tahun bermain main bendungan bila hujan turun, pengetahuan pertama tentang timah kudapat ditempat itu,
“wirtsa hayo jangan buat yang macam macam” suara ayah terdengar nyaring
“ku dak macam macam hanya main air” jawabku
“ia air tapi nanti bisa ditangkap tentara yang tadi kita lihat di jalan tadi”
Jiwa kecilku ingin berontak kok kebebasan bermain seorang anak bisa demikian terpasung di negeri yang katanya Gemah ripah loh jinawi ini tapi ku tak mampu berkata apa apa saat tiba tiba terdengar suara derap langkah kaki yang berjalan cepat setengah berlari di tingkahi suara hujan dan gemericik aliran air.

Itulah gambaran timah di masa lalu yang selalu identitik dengan pengamanan super ketat jangankan bawa bawa timah hilir mudik seperti saat ini, bermain air sambil pegang tangguk(alat tangkap ikan) sudah di curigai mau nangguk(nagkap) timah yang hanyut bersama air hujan.

Timah memang tak lagi strategis secara nasional karena memang status itu telah sepuluh tahun yang lalu dicabut, yang jelas gara gara pengaturan timah yang morad marid ini Gubernur kita pun belum berani mendatangkan para turis mancanegara. Kalau saya sebagai gubernur sama saja keputusan yang saya ambil karena sangat tidak mungkin mengedepankan sektor pariwisata yang menurut Pak SBY dulu sangat indah dilihat dari atas waktu terjun payung namun sekarang telah hilang tergadaikan dengan biji timah.

Mungkin inilah pentingnya bijih timah harus dianggap sebagai bahan galian strategis. Sekali lagi melalui media ini tolong sampaikan kepada seluruh anggota saya di Serikat Pekerja Timah dan ribuan keluarga besarnya. Mari kita bekerja dengan tenang dan jangan mudah terprovokasi dengan pemberitaan yang simpang siur dan tak masuk akal. Sehingga kita tetap fokus dan lokus bekerja untuk memberikan kontribusi maksimal kepada BABEL KU BERGEMA

M. Wirtsa Firdaus
Ketua Serikat Pekerja PT Timah