Selasa, 24 Februari 2009

Menaut Rindu Di Cisarua

Kala hati terbang melintas raga
Pergi mencari hati lain yang juga tinggalkan jiwa
Kala rasa tak lagi berdiam di jiwa
Mencari rasa lain yang juga lepas dari sebuah jiwa
Wahai jiwa jiwa yang tenang
Dan bersemayam damai dilubuk hati seorang dara
Izinkanlah sebuah jiwa bersanding
Mencari ketenangan bersama jiwa tenang sang dara
HAri panjang tak terasa terus berlalu
Hidup kian terasa terus berpacu dengan waktu yang semu
JAngan Tak ku ucapkan tentang hati, rasa dan jiwa
Kepada seorang dara yang selalu hadir dalam tiap waktu
KArena ku tak ingin begitu saja tertinggal oleh dimensi waktu yang cepat berlalu
Salah kah aku jika harus bergumam dan bercerita tentang sebuah drama
Drama yang didalamnya penuh dengan berbagai episod rindu
Kebenaran dan kesalahan hakikatnya adalah milik Dia yang satu
Hakekat benar dan salah bukan milik mereka, kamu, dia dan aku
TUHAN BIARKAN JIWA KU YANG TENANG MENAUT SEBUAH RINDU
Kriopanting Menaut Rindu 2009
Untuk seorang dara yang berbahagia di Bulan Maret

Selasa, 03 Februari 2009

Sebuah Kata Manis Untuk IKT

"BUBAR JALAN"

Terkadang suatu kebaikan
Belumlah tentu berbalas kebaikan
Jadi tidak usah heran dan bingung
Karena hal demikian keraplah terjadi
Tidak usah iri bila dalam satu kehidupan
Kita toleh ke kiri Dan melihat kejahatan dapat bintang
Dan tak usah dengki Bila toleh ke kanan
Lihat maling pulang kampung lenggang kangkung
Akankah hal itu Kan kita biarkan bila terjadi hadapan

Tentu tidak
Sebuah keyakinan mengajarkan kepada ku
Bila melihat sesuatu yang dirasakan batil
Maka laranglah kebatilan itu dengan kekuatanmu
Bagaiamana bila aku tak memiliki kekuatan untuk itu wahai sahabat
Maka gunakanlah lidah mu untuk memeranginya
Lalu bagaiman pula wahai sahabat bila ku takut melakukannya
Maka keyakinanku berkata
Berdiam dirilah engkau dan tak usah kau terlibat didalamnya

Ironis!!!!!!!
Bila saat ini
Sebuah komunitas seperti IKT
Harus merasa dikebiri
Sehingga tak mampu berbuat dan berbicara
Akhirnya hanya mampu berdiam diri dengan tatapan nanar
Melihat orang orang pulang kampung dan mendapat bintang

Haruskah ku membalikkan badan dan berteriak dengan lantang

BUBAR JALAN !!!!!!!!!!!!!!

Sebuah kata manis untuk IKT
KRIOPANTING
Pangkalpinang 20 Februari 2002

Kapal Isap Bukong di Pantai Batu Perahu Bangka Selatan

LAPORAN
HASIL DISKUSI DENGAN MASYARAKAT TOBOALI
Pantai Batu Perahu Ketapang, 26 Januari 2009

Berdasarkan informasi dari masyarakat kampung lalang desa Ketapang Toboali, bahwa ada rencana masyarakat nelayan yang akan berdemo ke PT Timah, berangkat tim ke Toboali untuk berdiskusi dengan masyarakat.
Tim terdiri dari :
1. Ir. Syahidil Ketua Greenbabel/ Staff Khusus Gubernur
2. M. Wirtsa Firdaus Sekretaris Greenbabel
3. Ismed Hasanudin S Humas Greenbabel

Desa Ketapang
Masyarakat desa Ketapang terdiri dari dua kelompok masyarakat yang terdiri dari masyarakat nelayan dan masyarakat petani yang sebagian besar (lebih dari 95%) beragama Islam.
Umumnya masyarakat pesisir, mereka memiliki karakter keras dan tidak mau kalah. Memiliki struktur bahasa yang meledak ledak sehingga menambah kesan keras pada karakter mereka.
Desa Terletak di sebelah Timur Toboali dan berada di sepanjang pesisir pantai, walaupun demikian rumah penduduk tidak berada persis di pinggiran pantai namun sedikit menjorok kedaratan lebih kurang 1 km dari pantai.

Wilayah Laut dan Permasalahannya
Pesisir pantai dengan laut yang langsung menghadap dan berbatasan dengan laut jawa, selat gaspar dan selat sumatera sejak dulu memang telah memiliki kekayaan berupa kandungan bijih timah, tentunya selain sektor perikanan.
Kandungan Bijih Timah yang berada di wilayah tersebut berada di wilayah Kuasa Penambangan milik BUMN PT Timah Tbk melalui anak perusahaannya “PT Tambang Timah”
Saat ini proses pengambilan bijih timah di wilayah ini oleh PT Timah Tbk di kerjasamakan dengan mitranya, yaitu pengusaha lokal Bangka Selatan yang sehari hari di kenal dengan panggilan “BUKONG”. Untuk mengeksploitasi kandungan bijih timah di daerah tersebut saudara BUKONG telah mengoperasikan Kapal Isap.
BUKONG merupakan pebisnis kuat di Toboali karena kemampuan finansial, relasi dengan pejabat dan bisa mengorganisir “Sebagian Masyarakat” setempat untuk memperlancar usaha bisnisnya. Dengan kondisi seperti ini sebagaian masyarakat menilai bahwa BUKONG telah menjalankan usahanya dengan segala cara (semena mena).
Permaslahan timbul karena saat ini Kapal Isap milik Bukong akan bergeser ke laut di Pantai “Batu Perahu” Desa Ketapang Toboal. Karena terdapat masyarakat yang setuju dan sebagian tidak setuju terhadap rencana masuknya kapal isap milik Bukong ke wilayah tersebut.

Keberatan Masyarakat
Perpindahan Kapal Isap memang mengundang protes warga namun keberatan ini terkesan di tutupi karena menurut mereka berdasarkan pengalaman yang lalu lau seringkali terjadi intimidasi yang tidak di ketahui dari mana datangnya apabila masyarakat tidak menyetujui Kapal Isap beroperasi di perairan mereka.
Ditambah lagi di lingkungan masyarakat tersebut masyarakat terpecah menjadi dua kelompok, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Dan hal ini memiliki potensi terjadi kerusuhan diantara sesama mereka bila kapal Isap Bukong meneruskan rencana mereka bekerja di perairan tersebut.
Hal ini terlihat sangat nyata saat diskusi berjalan, dengan karakter yang keras dan tak mau kalah tersebut diskusi dapat berjalan dengan lancar karena memang Tim menjaga situasi agar selalu kondusif ditambah lagi (entah dari mana mereka tahu) di antara masyarakat yang hadir ternyata ada fihak kepolisian baik yang berpakaian dinas maupun berpaikan sipil.
Masyarakat Batu perahu khawatir apabila Kapal Isap masuk ke wilayah mereka maka akan mengakibatkan mata pencaharian mereka dari sektor perikanan laut akan berkurang. Untuk saat ini saja(menurut mereka) pada saat musim Udang seharusnya pendapatan jauh lebih layak tidak seperti sekarang sejak kapal isap masuk pendapatan menjadi jauh lebih kecil. Apalagi jika wilayah perairan biota udang yang masih tersisa sedikit tersebut di eksploitasi oleh Kapal Isap maka udang tangkapan tersebut akan menghilang dari wilayah mereka.
Penjelasan TIM
Bahwa secara prinsip penambangan dapat dilakukan untuk memanfaatkan kekayaan yang terkandung didalam perut bumi asalkan dijalankan sesuai dengan ketentuan dan norma norma yang berlaku.
1. Ketentuan dan norma tersebut misalnya penambangan lepas pantai harus dilakukan dengan batas minimal 2(dua)mil laut dari garis panti terluar di satu wilayah.
2. Tidak mengganggu aset aset daerah yang berharga seperti lokasi wisata, fasilitas umum dan daerah yang telah menjadi perumahan.

Solusi
Mengingat permaslahan tersebut menyangkut kepentingan banyak fihak maka sebaiknya pengusaha dalam hal ini PT Timah Tbk beserta pemerintah daerah harus melakukan sosialisasi yang lebih serius. Dengan Pemerintah daerah sebagai fasilitatator diharapkan ada titik temu antara keinginan pengusaha dan masyarakat.
Untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan sebelum Kapal Isap milik Bukong yang adalah mitra PT Timah tersebut masuk kedalam wilayah perairan pantai Batu Perahu Kampung Ketapang.

Dilaporkan Oleh
Staff Khusus Gubernur


Ir. Syahidil

Kamis, 29 Januari 2009

LASKAR PELANGI BIKE TO PAGARALAM

LASKAR PELANGI BIKE TO PAGARALAM(Sebuah kisah dibalik perjalanan tour de dempo mountain dari tanggal 25 s.d 29 Desember 2009)



HARI PERTAMA Diawali dengan pemantapan terakhir Kamis malam PCC dengan tim sepeda laskar pelanginya mulai melakukan persiapan keberangkatan. Setelah kamis pagi salah satu media lokal memberitakan rencana keberangkatan ke Gunung dempo pagaralam sumatera selatan, malam harinya sepeda sepeda mulai loading ke dalam kendaraan. Loading dilaksanakan malam hari di Bukit Baru - Perumahan PT Timah dengan pertimbangan agar keesokan harinya harus berangkat saat fajar datang, mengingat perjalanan selanjutnya akan di tempuh menggunakan jetfoil ke kota Ampera Palembang dari Muntok.



Satu jam dari Pangkalpinang menuju mentok berjeda waktu istirahat sarapan pagi di kampung kelapa. Di salah satu kota kecamatan Kabupaten Bangka Barat, tempat kelahiran Gubernur Bangka Belitung, mengingatkan kami pada sebuah pantun lama yang acapkali kami dendangkan diwaktu kecil dulu :"Dari mentok ke banjar masin Singgah sebentar kampung kelapa. Liat baye batuk tebasin Kucing didapuk nginggel kepala"


Setiap orang yang tahu kami akan bersepeda ke pagar alam 90% nginggel kepala (geleng geleng), kurang kerjaan mungkin itu yang ada di batin mereka. Namun inilah pertama kali sebuah tim sepeda dari Babel yang melakukan touring ke luar Babel. Dengan Misi ingin mengenalkan Babel dan mempelajari pengelolaan daerah perkebunan menjadi tujuan wisata seperti di Pagaralam. Disamping tujuan utama mensosialisasikan sepeda sebagai kendaraan ramah lingkungan keseluruh nusantara.


Kami beruntung memiliki teman teman dari berbagai kalangan, karyawan PT Timah Tbk, Telkomsel, Perbankan, atlit,pedagang ayam dan lain lain yang sangat konsen dalam menyemangati tim agar jangan bosan bosan "memasyaraktkan sepeda dan mensepedakan masyarakat" toh ini untk kesehatan dan salah satu bentuk perlawanan kita pada pemanasan global sebagai dampak efek rumah kaca yang sampai detik ini masih terus terjadi.


Kembali pada perjalanan, tiba di Pelabuhan Bom Baru Palembang pukul 14.30, setelah bongkar muat - sepeda dan tim naik ke bus - tim langsung menuju ke Palembang Indah Plaza, sebuah pusat perbelanjaan terbesar di Palembang untuk melengkapi peralatan sepeda yang tidak bisa didapat di Pangkalpinang. Pukul 18.30 setelah Maghrib tim berangkat ke Pagaralam... Wuih... Mmelelahkan sekaligus menyenangkan 00.30 tiba di lahat, 01.15 pecah ban di kota agung pertengahan lahat dan pagaralam.... Dingin, untungnya crue bus yang kita tumpangi sangat cekatan.. sepertinya tiap berangkat bus ini mungkin mengalami kejadian yang di sebut dengan pecah ban(sssst cukup kita kita saja yang tahu jangan sampai pak supir tahu, bisa berabe nanti). Maklum bus tua tanpa ac, ada hikmahnya juga sih, hari gini memang nggak perlu ac, hanya akan mempercepat terbentuknya tabir emisi gas buang yang disebut efek rumah kaca itu.


Dinginnya PagaralamBrrrr dinginnya saat meemasuki pagar alam sebuah kota lama di punggung pegunungan Bukit Barisan, mungkin disinilah dulu para datuk dan jawara pernah berkelana mencari ilmu kedigdayaan. Tercatat dalam kisah fiksi ada wirosableng, situa gila, bu kek siansu, sibuta dari gua hantu dan lain lain. Tentunya waktu itu bukit barisan ini masih bertabur hutan tropis lebat dan bersaranakan pedati sebagai alat transportnya...


Ahhh khayalanku sampai kemana mana, mungkin sangking segarnya otak ku karena terserang hawa dempo yang dingin dan menyejukkan (fresh cool), sehingga ku tak sanggup menahan laju kreativitas otakku yang terus melayang ke negeri bu kek siansu yang manusia setengah dewa itu-apa mungkin dia pernah kesini...ahh terlalu jauh dempoku.


Hari semakin larut dan pagi, saat ini pada jam tangan dengan cap QQ yang katanya special outdoor dan baru dibeli sehaga Rp. 475.000 dari Fathoel alias Toing, seorang pakar outdoor yang hidup terpisah jauh dari species aslinya dan sekarang menetap di Bangka Belitung, telah menunjukkan pukul 02.09. Getar getar lembut maghma yang terdapat pada perut bukit barisan menjadi penghantar tidur yang menyenyakkan. . .Lanjut.... Khhrrrrr


HARI KEDUA

Setelah tidur lebih kurang 4 jam, pukul 08.00 wib tim sepeda melakukan tune up seluruh sepeda. Dilanjutkan dengan trial sekaligus mengenali kota pagaralam. Sungguh pantas di kenal dengan sebutan pagaralam ternyata kota ini betul betul berpagarkan bukit dan gunung di sekelilingnya.
Setelah sholat jum'at para laskar sepeda bersiap siap menuju daerah pegunungan yang berpermadanikan kebun teh di puncak, lembah dan lerengnya. Perjalanan 10 km yang biasanya dpat ditempuh dalam watu 45 menit, kali ini laskar sepeda babel harus mengakui beratnya medan tanjakan yang harus ditempuh. Tercatat jarak tersebut ditempuh dalam waktu 2 jam 30 menit... Wuhh melelahkan namun seluruh tim merasa lega karena seluruhnya mampu tiba diatas. Hanya saja salim rais peserta termuda yang baru berusia 10 tahun itu, kali ini harus beristirahat karena kelelahan fisik setelah menempuh perjalanan dari pangkalpinang ke pagaralam yang membutuhkan waktu lebih dari 20 jam itu.
Lereng Dempo
Mencapai tempat peristirahatan di lereng dempo tidak membuat para laskar merasa puas, lokasi perkebunan teh yang memang menjaditempat pelaksanaan perlombaan sepeda gunung(mountain bike) saat PON 2004 sumsel memicu adrenalin para laskar sepeda babel. Laskar pelangi bersepeda ini kembali mengayuh sepedanya menuju tempat yang lebih tinggi 1700an dpl.
Hembusan angin begitu dingin, 15 derajat celcius disiang hari di bulan penghujan ini sepertinya mengharuskan kami mempersiapkan perlengkapan lebih lengkap seperti jaket dan celana yang tahan air untuk mengayuh sepeda di areal perkebunan teh ini. Suhu ini menghantarkan ingatan ku ke daerah lembang pada tahun 1980an.
Wisata PerkebunanNamun yang paling menarik ternyata perkebunan teh pagaralam telah menarik wisatawan baik lokal maupun asing. Lingkungan asri hijau menghampar dimana mana, wisatawan datang, ekonomi rakyat pun ikut tumbuh.
Sebuah pembelajaran yang menarik bagi kita di bangka belitung, kekayaan bahan tambang yang telah melambungkan nama bangka belitung lebih dari 3 abad ini bila tidak di sertai dengan pengembalian fungsi lingkungan setelah era tambang tentu akan sangat mengkhawatirkan kita.
Mudah mudahan lahan eks tambang kita juga bisa difungsikan sebagai penarik wisatawan.... Maaf bila ini adalah sebuah mimpi dari kami komunitas sepeda laskar pelangi. Namun tidak ada yang tak mungkin bila ada kemauan lagi pula lingkungan babel adalah tanggungjawab kita semua.

Hari semakin dingin para laskar masih belum kembali ke posko mereka sedang survey untuk trek sepeda besok pagi. Pukul 17.45 suhu turun terus alat pengukur menunjukan angka 12 derajat celsius... Uhhh mudah mudahan mereka tidak apa-apa dan kembali dengan selamat. Karena malam ini tim laskar pelangi rencananya akan kedatangan asisten 1 kota pagaralam, panggilannya pak kusui, namanya kami peroleh dari sahabat kami yang pecinta sepeda juga, Yan Megawandi yang kebetulan saat ini menjabat sebagai ka dinas pariwisata Babel, Terimakasih Bang Yan....... Tapi tolong nama lengkapnya pak kusui ini apa ya
HARI KE TIGA
Semalam Pak Asisten 1 Pagaralam berhalangan hadir, memang malam tadi kabut cukup tebal disekitar pegunungan dempo. Pagi ini sebagian laskar mengulangi rute sore kemarin dan sebagian mempersiapkan tim untuk menuju obyek wisata air terjun, churug mangkok, churug tujuh kenangan dan churug embun.
Hampir seluruh peserta mengalami trouble dengan track yang di tempuh, tanah naik turun dan hujan yang semakin membuat berat track yang di lalui. Ricky, wirtsa, fani, khaidir, rofik, hikmat, tiyo, amin.. Bahkan sampai mengalami putus rantai seperti yang di alami mas fathoel saat mencapai tanjakan terakhir.
Tentang churug dan gunung dempo serta perkebunan teh, itulah kelebihan pagaralam dibanding daerah lain. hanya sedkit daerah di indonesia yang dianugerahi daerah se eksotik pagaralam. Demikian pula bangka belitung juga memiliki kelebihan yang berbeda dengan daerah lain, apalagi dengan promosi dan pengelolaan profesional tentu saja Bangka Belitung akan lebih siap menjual daerah wisatanya.
Night riding around Pagaralam
Ternyata medan berat yang telah menguras banyak tenaga laskar sepeda tidak membuat semangat menurun. Tiba diposko pukul 16.00 malam ini akan dilanjutkan dengan night riding.night riding adalah kegiatan bersepeda malam yang sangat meriah bila dilihat dari jauh. Karena seluruh peserta akan dipenuhi pernak pernik lampu yang kegunaannya adalah untuk pengamanan pengendara agar terlihat dari kejauhan.
Apalagi night riding ini di anggap bonus oleh rekan rekan PCC, bonus maksudnya perjalanan akan ditempuh dengan jalan 90% menurun. Ditempuh dari lereng gunung dempo turun menuju pagaralam, sejauh lebih dari 10 km. Memang benar benar bonus tapi sayangnya malam hari, kalau siang hari maka akanlebih nikmat. Seperti pesen orang orang tua dulu di Bangka, "gawe paling nyamen tu adalah tengah ari panas terus naik sepeda turun tebing".
Orang bilang duren bangka itu nyaman, lemak, harum tapi tak ada salahnya kalau kita mencoba durian dari tempat lain. Tapi bisa dipastikan memang duren bangka lebih enak. Rangkaian kegiatan hari ketiga ini ditutup dengan menikmati duren di keramaian pasar pagar alam.
Rencananya kegiatan pcc akan berakhir besok siang di sungai lematang yang mengalir diantara lahat dan pagar alam.
HARI KE EMPAT
Perjalanan hari minggu di track tanah dan berbatu menuju tiga churug(air terjun) dan Night Riding tadi malam membuat fisik banyak berkurang. Pengembalian fisik membutuhkan istirahat yang cukup, wajar saja bila hari ini para laskar bangun agak lambat dari biasanya.
Night riding yang dipenuhi pernak pernik lampu sepeda membuat masyarakat kota pagaralam bertanya tanya ingin tahu ada acara apa lagi ini. Karena memang tanggal 1 Januari 2009 di bumi besemah akan diadakan pemecahan rekor muri untuk permainan rebana sebanyak 7000 orang. Sebuah upaya promosi daerah yang cukup kreative sebagai sebuah tempat agrobisnis dan tujuan wisata.
Lematang Hari ke empat, laskar sepeda bangka belitung yang sementara ini terdiri dari dua komunitas sepeda, Pangkalpinang cycling community dan Komunitas Sepeda Muntok cek out dari Vila Dempo besema pukul 10.00 wib.
Acara dilanjutkan dengan bersepeda menuju lahat yang berjarak 70 km. Jalan berkelok dengan kiri kanan berhiaskan jurang cukup dalam cukup membuat bulu kuduk berediri. Namun perjalanan tetap berlanjut, disiplin dan hati hati adalah kunci keselamatan selama dalam perjalanan.
Rasa letih bercampur kengerian tersebut langsung terobati manakala dihadapan kami terpampang dengan gagah berdiri tegak menjulang sebuah air terjun yang menjadi hulunya sungai lematang. Air terjun lematang, jeme lahat dan pagaralam menamakan tempat tersebut. Mendingnkan badan dengan menceburkan diri ke dangau di bawah air terjun tersebut telah menyegarkan kembali tubuh yang telah mengeluarkan demikian banyak ion tubuh.
Sampai dengan hari terakhir, pesona bukit barisan di pulau sumatera yang dikenal juga dengan sebutan pulau Andalas dan Pulau Perca seakan tak ada habis habisnya. Sebuah pulau diwilayah RI hasil pertukaran dengan semenanjung malaya antara pemerintahan belanda dan Inggris lebih kurang 300 tahun yang lalu.

Wilayah Pagaralam sungguh eksotik, memiliki tiga sungai besar, Sungai selangis di kota Pagaralam, Sungai Lematang di pertengahan kota menuju lahat dan sungai Indikat yang menjadi pembatas Pagaralam dan Kabupaten Lahat. Ketiga sungai tersebut menjadi satu sungai Lematang besar yang mengalir di kota lahat menambah keindahan pesona bukit Jempol yang populer di sumatera selatan.

Selamat Tinggal Pagaralam Bercengkrama selama tiga hari tiga malam di bumi besema negerinya "jeme kele kudai" menjadi pengalaman dan kenangan yang tak kan terlupakan. Sebelum mengucapkan selamat tinggal padamu kami ingin menyampaikan undangan pada jeme pagaralam untuk menjenguk kami di bumi serumpun sebalai negerinya Laskar Pelangi.
SALAM SEJUTA SEPEDA BIRU LANGITKU HIJAU BUMIKU
KETUA PANITIA BIKE TO PAGARALAM MUHAMMAD WIRTSA FIRDAUS
DISAMPAIKAN
OLEH Humas PCCAmin Haris Sugiarto 0811717247

Jumat, 17 Oktober 2008

Renungan Untuk Kami Kaum Buruh


SIKAP, INTEGRITAS DAN MENTALITAS
Muhammad Wirtsa Firdaus
Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah

Ditengah berita krisis yang begitu gencar kemarin terselip sebuah sms pembaca di harian local Bangka Pos…rasanya kok sampai sekarang saya masih tidak percaya hal seperti itu terjadi dan mudah mudahan itu memang tidak terjadi… tentang hal hal seperti ini kiranya perlu kita renungkan ulang untuk kebaikan kita semua….selamat menikmati renungan ini .

“Apakah Benar KaryawanWasprod?
Yth. Ka. Wasprod Belinyu, ada orang yang mengaku karyawan yang mengatasnamakan kepala bagian yang sering pungli ke TI TIilegal dank e parit parit minta jatah dengan gaya pakai mobil hi-lux silver, kadang kepala bagian k2 kadang dia bilang asisten wasprod. Jika tidak di kasi duit bensin dia marah. Kami HArap ka wasprod belinyu bertindak.
085273576****

Demikianlah komentar masyarakat yang disampaikan kepada seluruh masyrakat Bangka Belitung melalui media SMS di harian loKal Bangka Pos tanggal 09 Oktober 2008. Harapannya trentu saja hal ini tidak terjadi di perusahaan kita. Sebuah perusahaan yang memiliki Budaya dan sikap kerja yang luar biasa sejak belasan tahun yang lalu, K3 PTPRS.

Seandainya berita itu benar, pertanyaannya mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah budaya kerja Kebersihan, Keterbukaan dan Kebersamaan serta sikap kerja Percaya Terbuka Positif, Rasionil dan Sadar Biaya itu telah luntur dihati para pejuang timah saat ini?

Ada beberapa referensi yang bercerita tentang perilaku bangsa kita pada umumnya seperti kata Mochtar Lubis, budayawan dan wartaawan kondang era 70 an, “Salah satu ciri manusia Indonesia (dari enam ciri yang disebutkan) adalah HIPOKRIT alias munafik, suka berpura pura , lain di muka lain di belakang. Sikap munafik ini memungkinkan korupsi berlangsung begitu hebatdan terus menerus”

Kemudian Koentjaraningratseorang antropolog UI yang mengupas tentang mentalitas bangsa ini secara lebih sistematis dengan argument lebih akademis. Menurutnya “ perilaku malas dan korup yang mewabah dikalangan masyarakat kita ternyata memiliki akar sejak masa Kolonial yaitu MENTAL BURUK PRIYAI.

Dalam memaknai hubungan manusia, mental priyayi berpandangan bahwa segala tindakan harus diarahkan untuk pelayanandan penghoramatan kepada atasan, senior, dan pimpinan. Seorang bawahan akan merasa mulia bila mampu memberikan pelayanan terbaik kepada atasan, adalah sebuah kebanggaan bila bawahan memberi cindera mata bingkisan kepada atasan.

Mentalitas ini mendorong praktek korupsi, mula mula orang hanya menjalankan tradisi lama bahwa bawahan harus memberikan bingkisan kepada atasan untuk menjaga hubungan baik. Saat ini praktik demikian tentu tidak bisa dibenarkan dan masuk dalam katagori suap karena dalam system administrasi modern hak dan kewajiban atasn dan bawahan telah dirumuskan dengan jelas.

Perlukah Panutan?
Kalau sudah ada kesan setreotype yang buruk secara umum tentang sebuah komunitas seperti yang di gambarakan oleh dua orang diatas lalu bagaimana kita harus berprilaku?
Sepertinya untuk menjawab ini kita harus membaca Buku Laskar Pelangi, yang jelas kita tidak boleh menerima begitu saja dan pasrah terhadap kesan negative yang dilekatkan pada diri kita selama bertahun tahun entah oleh siapa. JAngan kita pasrah dan larut dalam urusan yang tidak konstruktif.

Panutan ? Ahhhhh sepertinya kita sudah kehilangan panutan… banyak opini bermunculan agar bangsa ini tidak usah menggantungkan pada figure tapi percayalah pada system. Penganut paham ini bilang sebaik baiknya(sesaleh salehnya) orang bila hidup di lingkungan system yang rusak maka mereka bisa jadi korup(Nurcholis Madjid).

Apakah benar demikian, bahwa kita tak perlu figure… yang jelas kita hidup dalam masyarakat yang komunal bukan individualistic sehingga tetap saja tokoh panutan tetap diperlukan. Idealnya Sistem yang baik dibentuk dan untuk menjalankan system tersebut kita butuh figure yang baik pula…. Agar kesan streotyp yang buruk tersebut dapat kita hilangkan.

Korupsi jelas bukan karena seseorang itu miskin tapi perkara mental, sikap dan integritas. BAnyak orang kaya jadi miskin, banyak yang kaya makin kaya yang miskin tambah miskin, ada pula yang miskin jadi kaya tapi yang paling mengerikan adalah ORANG KAYA YANG BERWAWASAN MISKIN. Sehingga mental korup itu terus menjamur….

Menrut Andre Hirata si IKAL pengarang Laskar Pelangi “Hubungan kaya miskin dan sukses adalah semata persolan “INTEGRITAS, SIKAP DAN MENTALITAS”
Sebagai manusia timah sudah jelas bahwa mental kita adalah mental, sikap dan integritas dalam K3PTPRS

Salam

Krisis Global Ikatan Karyawan Timah Panggil Pihak Asuransi

Krisis Finansial Global dan Dana Pensiun
IKT dan SDM PT Timah Sepakat Panggil Pengelola dana Pensiun

Krisis keuangan global yang melanda negara-negara maju rupanya telah berimbas kepada beberapa perusahaan asuransi dunia. Dua perusahaan asuransi yang telah terkena efeknya adalah asuransi AIG di Amerika dan yamato Life Insurance di Jepang. Di Indonesia sendiri, PT Jamsostek mengalami potensi kerugian sebesar Rp. 5,4 Triliun. Menyikapi perubahan tersebut, Ketua Ikatan Karyawan Timah M Wirtsa Firdaus menggelar rapat harian yang membahas situasi itu. Agenda yang dibicarakan tentunya tidak lain adalah nasib dana pensiun karyawan timah yang ada di beberapa perusahaan asuransi seperti di PT Jamsostek, PT Jiwasraya, dan BNI Life. “ IKT telah menyurati SDM PT Timah untuk segera memanggil ketiga perusahaan asuransi tersebut untuk menanyakan seberapa aman dana pensiun PT Timah yang ada pada mereka. Apa langkah yang akan mereka lakukan mengantisipasi krisis keuangan ini,” kata Wirtsa Firdaus.
Langkah ini dirasa perlu olehnya untuk menenteramkan hari para karyawan PT Timah baik yang masih aktif maupun yang sudah pensiun dan yang memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP). Rencananya ketiga institusi itu akan memaparkan keadaan keuangan mereka terkait dana pensiun PT Timah di hadapan manajemen PT Timah dan IKT. “ Yang kita khawatirkan lembaga asuransi tersebut banyak menempatkan dana mereka di berbagai instrument keuangan dalam bentuk saham, deposito, dan obligasi. Dana mereka itu ya dari berbagai dana yang disimpan kepada mereka dari berbagai perusahaan termasuk dana pensiun PT Timah,” katanya lagi. Harapan Ketua IKT ini adalah lembaga-lembaga asuransi dalam menempatkan dana dalam bentuk saham sudah menempuh prosedur yang benar seperti cut loss dalam kondisi tertentu. Cut Loss adalah tindakan professional seorang pialang saham dalam mengantisipasi kerugian dalam jumlah yang lebih besar. “ Mudah-mudahan pertemuan ini bisa dilakukan lebih cepat agar karyawan tahu nasib dana pensiun itu. Tujuannya agar motivasi kerja karyawan tetap terjaga dengan baik,”katanya tersenyum.

Bank Kolaps Dijamin PemerintahSementara itu, pemerintah pusat melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memiliki dana sekitar Rp. 6 trilun diluar premi pinjaman sekitar Rp. 10 triliun yang bisa digunakan untuk menjamin dana nasabah pada bank yang kolaps atau jatuh. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan jaminan LPS hanya bisa diberikan kepada bank yang kolaps. Jika tidak ada yang kolaps tentunya tidak ada kewajiban dari LPS untuk memberikan jaminan. Ia juga mengatakan jika uang di LPS tidak mencukupi maka pemerintah akan menyuntik dana segar. Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 66 tahun 2008, pemerintah memutuskan untuk menaikkan jaminan dana nasabah di bank hingga Rp. 2 miliar per nasabah dari sebelumnya Rp. 100 juta.