Rabu, 03 Maret 2010

BABEL NEGERI 1001 BAGAN

I. Gambaran Industri Bangka Belitung

Perkembangan ekonomi di wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak akan pernah terl
epas dari peranan biji Timah, sejak zaman kolonial sampai dengan saat ini telah lebih dari 300 tahun bahan galian timah ini di eksploitasi. Pada kurun waktu tersebut bahkan sampai dengan saat ini Biji Timah masih menjadi primadona dalam mendulang dollar baik bagi pemerintah, pengusaha maupun masyarkat. Lada yang harganya selalu mengalami kenaikan dan penurunan tajam sesuai dengan trend 10 tahunannya merupakan primadona lain bagi masyarakat, hanya saja sejak tahun 1998 saat reformasi melanda negeri ini tatanan perkebunan lada yang ada menjadi kacau balau. Para Petani beralih profesi menjadi penggali penggali bijih timah, lahan perkebunan berubah menjadi danau danau kecil(kolong) peninggalan para penambang. Akhirnya lada tidak lagi menjadi primadona karena para petani tidak lagi berkebun dan petani yang ingin berkebun kesulitan mencari lahan. Bangka Belitung Pasca Timah Sejak era reformasi tersebut terjadi percepatan penggalian bijih timah dengan kata lain cadangan bijih timah semakin cepat habis. Hampir bisa di pastikan sepuluh tahun kedepan bijih timah merupakan barang langka di propinsi ini. Habisnya cadangan dengan sendirinya akan mematikan industri pertimahan (sang primadona). Hilangnya industri timah merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan jika tidak di antisipasi dengan baik oleh seluruh lapisan pelaku ekonomi. Contoh yang nyata adalah Dabo singkep Propinsi, daerah ini pada masa kejayaan industri timah cukup dikenal namun setelah era timah usai, Dabo Singkep bagaikan ditelan bumi. Sektor Kelautan Pemanfaatan potensi perikanan laut walaupun telah mengalami berbagai peningkatan pada beberapa aspek, namun secara signifikan belum dapat memberi kekuatan dan peran yang lebih kuat terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan pendapatan masyarakat nelayan.

Mengingat hal tersebut di atas, negeri ini dapat menjadikan sektor kelautan sebagai industri pengganti yang harus disiapkan sejak jauh jauh hari, potensi laut yang kaya merupakan salah satu alternatif pengganti industri pertimahan. Bangka Belitung merupakan bagian dari Potensi perikanan laut Indonesia yang terdiri atas potensi perikanan pelagis dan perikanan demersal tersebar pada hampir semua bagian perairan laut yang ada seperti pada perairan laut teritorial, perairan laut nusantara dan perairan laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Selain eksploitasi perikanan, Kekayaan wisata pantai dan alam laut di Pulau Bangka pun patut dikembangkan. Biasanya dari bibir pantai di pulua Bangka para wisatawan bisa melihat pulau-pulau kecil di tengah laut yang di sekitarnya banyak nelayan mencari ikan dengan sampannya. Selain itu, ada pula rumah-rumah bagan tempat menangkap ikan teri di tengah laut. Rumah-rumah bagan itu terbuat dari kayu pantai dengan atap rumbia.
Wisatawan yang ingin melihat dari dekat rumah-rumah bagan itu dapat menyewa perahu milik nelayan.

Masyarakat Pesisir

Tidak dapat disangkal lagi bahwa masyarakat pesisir merupakan segmen anak bangsa yang paling tertinggal tingkat kesejahteraannya dibandingkan dengan anak bangsa lainnya yang bergelut di sektor non perikanan. Memang sungguh ironis, padahal wilayah pesisir sangat kaya sumberdaya kelautan dan perikanan serta jasa kelautan lainnya.

Masyarakat pesisir di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan bagian dari masyarakat pesisir Indonesia. Komunitas ini relatif masih tertinggal, yang ditandai dengan poverty headcount index masih 0,28. Dengan kata lain, masih terdapat kira-kira 28% dari populasi tergolong miskin. Fenomena kemiskinan masyarakat pesisir ini sungguh sangat ironis, karena negeri ini memiliki potensi sumberdaya kelautan yang kaya.

Keironisan ini telah menjadi perhatian serius pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir, keseriusan tersebut dapat dilihat dari program Bappenas dengan Marginal Fishing Community Development Pilot (MFCDP), Departemen Kelautan dan Perikanan dengan Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP). Tentu saja perogram program tersebut akan di koordinasikan dengan pemerintah daerah setempat.

Aplikasi Sederhana dari Blue Ocean Strategy

"Untuk mencapai sukses, tak usah meniru sukses masa lalu. Sebagian pebisnis menerapkan jurus-jurus bisnis yang tak lazim dan bertentangan dengan teori. Mereka sukses karena menerapkan jurus-jurus bisnis yang menentang arus"

Menurut associate consultant MarkPlus&Co, Yuswohady, jurus-jurus bisnis menentang arus kerap disebut sebagai blue ocean strategy. " Blue ocean strategy adalah strategi yang biasanya diterapkan dalam sebuah arena bisnis, di mana kondisi pasar atau lautnya masih berwarna biru, terbuka, karena belum banyak pemain yang menggarap, Konsep ini secara sederhana dapat di aplikasikan pada Integrasi Pengelolaan Industri Kelautan dan Pariwisata Laut di Pulau Bangka

Jika rumah-rumah bagan diperairan Pantai dibentuk secara permanen dan tradisional, bukan tidak mungkin dapat dijadikan sebagai obyek wisata tambahan karena dengan bangunan permanen faktor keamanan akan lebih baik. Tidak tertutup kemungkinan akan banyak wisatawan yang berminat mengetahui bagaimana caranya nelayan menangkap ikan ikan bilis yang merupakan bahan baku ikan teri yang menjadi komoditi utama karena bernilai cukup tinggi.

II. PULAU BANGKA

Industri Kelautan dan Industri Pariwisata Kelautan tidak terlepas dari faktor faktor Geografis, iklim/cuaca, curah hujan, angin, suhu. Jelas saja karena hal hal tersebut sangat mempengaruhi musim panen jenis jenis ikan tertentu. Bagi Pariwisata faktor cuaca yang tidak menentu menjadi kendala tersendiri yang harus di fikirkan dan disikapi dengan benar.

Letak Geografis

Pulau Bangka terletak disebelah pesisir Timur Sumatera Bagian Selatan yaitu 1°20’-3°7 Lintang Selatan dan 105° - 107° Bujur Timur memanjang dari Barat Laut ke Tenggara sepanjang ± 180 km. Propinsi Kepulauan Bangka Belitung mempunyai batas wilayah :

a. sebelah utara dengan Laut Natuna;

b. sebelah timur dengan Selat Karimata;

c. sebelah selatan dengan Laut Jawa; dan

d. sebelah barat dengan Selat Bangka.

Secara geografis Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung, dan Kota Pangkal Pinang dengan luas wilayah 16.334 km2 sangat strategis baik dari aspek politik, ekonomi, sosial-budaya, keamanan, maupun pertahanan karena berada pada posisi poros tengah jalur lalu lintas Pulau Sumatera dan Selat Karimata yang merupakan jalur pelayaran internasional.

Pulau ini terdiri dari rawa-rawa, daratan rendah, bukit-bukit dan puncak bukit terdapat hutan lebat, sedangkan pada daerah rawa terdapat hutan bakau. Rawa daratan pulau Bangka tidak begitu berbeda dengan rawa di pulau Sumatera, sedangkan keistimewaan pantainya dibandingkan dengan daerah lain adalah pantainya yang landai berpasir putih dengan dihiasi hamparan batu granit.

Iklim

Iklim Pulau Bangka adalah tropis Type A dan musin hujan terjadi pada bulan Juni – Desember. Rata-rata curah hujan dalam satu tahun = 220 hari atau 343,7 mm perbulan. Suhu udara rata-rata 26°C – 28,1°C dengan kelembaban udara sekitar 76-88.

Curah Hujan

Menurut data Meteorologi Pangkalpinang pada tahun 1998, iklim di Kabupaten Bangka adalah iklim tropis tipe A dengan curah hujan 107,6 hingga 343,7 mm per bulan. Kemudian menurut Schmidt-Ferguson, pada tahun 1999 variasi curah hujan menjadi antara 70,10 hingga 384,50 mm per bulan. Dengan musim hujan rata-rata terjadi pada bulan Oktober sampai April. Musim penghujan dan kemarau di Kabupaten Bangka juga dipengaruhi oleh dua musim angin, yaitu muson barat dan muson tenggara. Angin Muson barat yang basah pada bulan Nopember, Desember dan Januari banyak mempengaruhi bagian utara Pulau Bangka. Sedangkan, angin muson tenggara yang datang dari laut jawa mempengaruhi cuaca di bagian selatan Pulau Bangka

Suhu, Kelembaban dan Tekanan Udara

Suhu rata-rata di Kabupaten Bangka menunjukkan variasi antara 25,9 hingga 27,3° Celcius. Menurut stasiun Meteorologi Pangkalpinang tahun 1999, suhu udara tertinggi terjadi pada bulan Agustus, dan suhu terendah terjadi pada bulan Desember dan januari. Sementara, besarnya intensitas penyinaran rat-rata bervariasi antara 18,5 % hingga 70 %, dengan kelembaban udara yang cukup tinggi, yaitu antara 77 % pada bulan Agustus hingga 89 % pada bulan Januari. Sedangkan tekana udara memiliki pola yang cukup stabil dengan kisaran variasi yang sempit antara 1006,3 MBS hingga 10111,1 MBS. Tekanan udara tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan terendah terjadi pada bulan Desember.

Angin

Prakiraan arah dan kecepatan angin setiap bulannya dapt diketahui dari hasil pengamatan cuaca di Bandara Depati Amir, Pangkalan Baru. Dari hasil pengamatan tersebut diperoleh kecepatan angin berkisar rata-rata antara 1 hingga 16 knot, dengan asal arah angin dominan setiap bulannya sebagai berikut :

-

Januari

:

Barat Laut (29%), Utara (25,4%) dan Barat (11,2%)

-

Februari

:

Utara (47,8%), Timur Laut (15,1%) dan Barat Laut (10,2%)

-

Maret

:

: Utara (20,4%) dan Barat (14,1%)

-

April

:

Tenggara (16,6%), Selatan (13,8%), Timur (12,4%), Utara (10,9%) dan Timur Laut (10%)

-

Mei

:

Selatan (18,5%) dan Tenggara (16,8%)

-

Juni

:

Tenggara (19,2%), Selatan (16,6%) dan Timur (13,8%)

-

Juli

:

Tenggara (32%), Selatan (21,1%) dan TImur (13,9%)

-

Agustus

:

Tenggara (28,5%), Selatan (23,4%) dan Timur (14,7%)

-

September

:

Tenggara (20,8%), Selatan (17%) dan Barat Laut (14,6%)

-

Oktober

:

Tenggara (27,7%), Selatan (19,4%) dan Timur (14,7 %)

-

Nopember

:

Utara (14,5%), Barat (12,8%) dan Selatan (10,4%)

-

Desember

:

Barat (20,7%), Barat Laut (20,2%) dan Utara (18,1%).

III. PROSPEK INDUSTRI KELAUTAN DAN PARIWISATA KELAUTAN

Dalam dunia dengan persaingan yang makin keras peningkatan hasil perikanan di Bangka Belitung dapat dikembangkan dengan menciptakan Iklim usaha yang kondusif. Hal ini harus mendapat dukungan dari segenap pelaku ekonomi termasuk pemerintah dan legislatif melalui deregulasi dan regulasi yang terkait dengan pengembangan agribisnis perikanan.

Industri Kelautan

Potensi laut yang sungguh luar biasa dapat di jadikan kemungkinan peluang, dan tantangan dalam upaya mereposisikan potensi kelautan dan perikanan sebagai salah satu fundamen sekaligus pilar ekonomi Bangka di masa kini dan mendatang.

Potensi kelautan yang besar ini menjadi amanat dari pemerintah pusat saat pembentukan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, dalam pertimbangannya disebutkan bahwa Dari aspek potensi daerah, wilayah Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi di bidang perkebunan, perikanan, pertambangan, dan pariwisata yang potensial serta mempunyai prospek yang baik bagi pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri dan luar negeri.

Dengan promosi selektif, bukan tidak mungkin ikan teri akan menjadi makanan kesehatan di AS (bukan sebagai lauk pauk). Harganya pun bisa puluhan kali lipat bila dibuktikan ikan teri adalah sumber kalsium organik berkualitas baik diantara seluruh jenis makanan, dan enak berdasarkan jenis asam aminonya, di Cina dan Jepang teri dapat dianggap sebagai obat kuat, sebagai catatan teri indonesia dibeli oleh pengusaha jepang dengan harga US$ 10,- per kilogram.

Sifat produk perikanan yang mudah rusak perlu teknologi yang baik sehingga tetap segar dan relatif tidak berkurang kadar proteinnya untuk digunakan sebagai bahan baku industri Pengolahan maupun langsung dikonsumsi.

Bila Pengolahan dengan kualitas ekspor dalam tingkat rakyat dilakukan, pada gilirannya akan meningkatkan harganya pada tingkat yang tak terbayangkan.

Kajian Feasibility terhadap industri kelautan dilakukan lebih spesifik kepada alat penangkapan ikan berupa bagan dengan hasil olahan berupa Teri dan Cumi sedangkan hasil yang lain akan di golongkan sebagai produk sampingan.

Pariwisata Kelautan

Saat ini telah banyak bermunculan organisasi organisasi olah raga yang berhubungan langsung dengan sektor kelautan seperti Pancing, Snorkling dan Diving. Penggemar olah raga ini merupakan pasar yang baik bagi kegiatan pariwisata di daerah.

Para pemancing akan sangat merasa nyaman melakukan kegiatannya dari atas bagan permanen tidak seperti halnya bagan yang terbuat dari bambu atau kayu, kenyamanan akan berkurang karena faktor keamanan yang tidak begitu baik.

Disela sela kegiatan memancing mereka bisa menikmati para operator bagan melakukan kegiatan penangkapan ikan menggunakan jaring di bagan. Bagi wisatawan hal ini tentu menarik karena mereka tidak akan pernah melihat kegiatan tersebut dalam kehidupan sehari harinya.

Biasanya Bagan dibangun pada laut yang tidak terlalu dalam dan dekat dengan terumbu karang, tentu saja hal ini menjadi Hot Spot nya para pecinta diving dan snorkling. Bagan bisa di jadikan tempat persinggahan dan peristirahatan untuk melakukan kegiatan tersebut.

Bagan Permanen Sebagai Asset Penunjang Pariwisata

Penggabungan antara kegiatan industri kelautan dan kegiatan pariwisata dapat segera di aplikasikan. Artinya mereka akan bersinergi sehingga akan menghasilkan sebuah nilai lebih bagi para konsumen. Sementara bagi pengelola bisnis, hal ini dapat mengefisiensikan biaya dengan mengoptimalkan penggunaan asset yang di miliki.

Nilai lebih bagi konsumen (tourist) dapat di pisahkan menjadi dua bagian pertama, para calon customer bisa melihat langsung proses industri perikanan dengan terlibat langsung dari proses awal hingga akhir sehingga mereka yakin dengan produk akhirnya, proses ini sebetulnya merupakan nilai jual bagi pariwisata, dengan demikian para calon customer memperoleh nilai lebih berupa kunjungan kerja sambil berwisata.

Kedua, para wisatawan disamping bisa menikmati keindahan tinggal di atas bagan pada malam hari, melihat proses penangkapan ikan, melakukan aktivitas memancing, mereka juga bisa menikmati/membawa pulang hasil tangkapan dari bagan.

Pengelola bisnis dapat melakukan efisiensi biaya, Sinergi dua buah aktivitas tersebut hanya memerlukan satu kali pengeluaran biaya, hal inilah yang di maskud dengan efisiensi biaya. Bila dua bisnis tersebut berjalan masing masing maka akan terdapat dua buah pengeluaran, yang pertama untuk berwisata dan yang kedua untuk operasional bagan.

IV. EKONOMI KERAKYATAN

Pidato Bung Hatta, Tanggal 12 Juli 1951 (Ringkasan dari berbagai sumber)

"Apabila kita membuka UUD 45 dan membaca serta menghayati isi pasal 38, maka nampaklah di sana akan tercantum dua macam kewajiban atas tujuan yang satu. Tujuan ialah menyelenggarakan kemakmuran rakyat dengan jalan menyusun perekonomian sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.

Perekonomian sebagai usaha bersama dengan berdasarkan kekeluargaan adalah koperasi, karena koperasilah yang menyatakan kerja sama antara mereka yang berusaha sebagai suatu keluarga. Di sini tak ada pertentangan antara majikan dan buruh, antara pemimpin dan pekerja. Segala yang bekerja adalah anggota dari koperasinya, sama-sama bertanggung jawab atas keselamatan koperasinya itu. Sebagaimana orang sekeluarga bertanggung jawab atas keselamatan rumah tangganya, demikian pula para anggota koperasi sama-sama bertanggung jawab atas koperasi mereka.


Makmur koperasinya, makmurlah hidup mereka bersama,

rusak koperasinya, rusaklah hidup mereka bersama."

Dari pidato bung hatta diatas dapat kita tarik beberapa prinsip dalam pengelolaan koperasi, prinsip prinsip tersebut adalah :

Prinsip ke-1 : Voluntary and Open Membership - Sukarela dan terbuka
Co-operatives are voluntary organisations, open to all persons able to use their services and willing to accept the responsibilities of membership, without gender, social, racial, political or religious discrimination.

Koperasi adalah organisasi sukarela, terbuka kepada semua orang yang dapat melayani dan mau menerima tanggung jawab keanggotaan, tanpa membedakan jenis kelamin, sosial, suku, politik, atau agama.



Prinsip ke-2 : Democratic Member Control - Kontrol oleh anggota secara demokratis
Co-operatives are democratic organisations controlled by their members, who actively participate in setting their policies and making decisions.

Koperasi adalah organisasi demokratis yang dikontrol oleh anggota, yang aktif berpartisipasi dalam merumuskan kebijakan dan membuat keputusan. Satu orang - satu suara.


Prinsip ke-3 : Member Economic Participation - Partisipasi ekomoni anggota
Members contribute equitably to, and democratically control, the capital of their co-operative.

Anggota berkontribusi secara adil dan pengawasan secara demokrasi atas modal koperasi.


Prinsip ke-4 : Autonomy and Independence - Otonomi dan independen
Co-operatives are autonomous, self-help organisations controlled by their members. If they enter into agreements with other organisations, including governments, or raise capital from external sources, they do so on terms that ensure democratic control by their members and maintain their co-operative autonomy.

Koperasi adalah organisasi mandiri yang dikendalikan oleh anggota-anggotanya. Walaupun koperasi membuat perjanjian dengan organisasi lainnya termasuk pemerintah atau menambah modal dari sumber luar, koperasi harus tetap dikendalikan secara demokrasi oleh anggota dan mempertahankan otonomi koperasi.

Prinsip ke-5 : Education, Training and Information - Pendidikan, pelatihan, dan informasi

Co-operatives provide education and training for their members, elected representatives, managers, and employees so they can contribute effectively to the development of their co-operatives.


Koperasi menyediakan pendidikan dan pelatihan untuk anggota, wakil-wakil yang dipilih, manager, dan karyawan sehingga mereka dapat berkontribusi secara efektif untuk perkembangan koperasi.


Prinsip ke-6 : Co-operation among Co-operatives - Kerja sama antar koperasi
Co-operatives serve their members most effectively and strengthen the co-operative movement by working together through local, national, regional and international structures.


Koperasi melayani anggota-anggotanya dan memperkuat gerakan koperasi melalui kerja sama dengan struktur koperasi lokal, nasional, dan internasional.

Prinsip ke-7 : Concern for Community - Perhatian terhadap komunitas
Co-operatives work for the sustainable development of their communities through policies approved by their members.


Koperasi bekerja untuk pengembangan komunitasnya secara berkesinambungan melalui kebijakan yang dibuat oleh anggota

Ketujuh prinsip pengelolaan koperasi tersebut sangat cocok apa bila di aplikasikan dalam pembangunan dan penguatan ekonomi kerakyatan di Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

V. KAJIAN TEKNIS

Bagan permanen secara umum bentuknya sama dengan bagan konvensional yang terdapat di perairan Bangka Belitung yang membedakan keduanya adalah dari sisi kekuatan, ketahanan dan kelayakan. Bagan konvensional yang ada saat ini dibangun pada kedalaman air 20 meter dengan bahan bangunan terbuat dari kayu atau bambu, alhasil dengan konstruksi seperti ini bagan rata rata berumur tidak cukup satu tahun.

Kamis, 17 September 2009

SEMANGAT MERAH PUTIH

SEMANGAT MERAH PUTIH

KAMI BANGGA INDONESIA
KAMI ADALAH ANAK INDONESIA
YANG TAK RELA KHASANAH KEKAYAAN NEGERINYA
DIRAMPAS BEGITUSAJA OLEH SIAPAPUN
DIJARAH BEGITU SAJA OLEH BANGSA MANAPUN
LIHAT LAH DARAH KAMI MASIH MERAAAAAAAAAAAAAAAAAH
LIHAT LAH TULANG KAMI MASIH PUTIHHHHHHHHHHHHH


KAMI INGIN HIDUP DAMAI BERTETANGGA
KAMI INGIN HIDUP HARMONI DENGAN SEMUA
KAMI INGIN HIDUP SEJAHTERA BERSAMA
NAMUN
MANA KALA KEBANGGAAN KAMI TERCABIK CABIK
KAMI TAK HIRAUKAN SEMUA ITU
YANG KAMI INGIN HANYA SATU

BANGKITLAH INDONESIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
KAMI AKAN SULAM CABIK CABIK ITU ................ DENGAN BENANG EMAS MERAH PUTIH

HAI BANGSA BANGSA DI DUNIA
INI LAH BANGSA INDONESA
BANGSA YANG SANTUN DAMAI SEJAHTERA DAN HARMONI
NAMUN KAMI TAK R E L A
KAMI TAK S U D I
BILA KALIAN MENGINJAK KAMI DENGAN KAKI AROGANMU
BILA KALIAN PERINTAH KAMI TELUNJUK BUAS MU
KAMI CINTA INDONESIA SELAMA HAYAT DI KANDUNG BADAN
JANGAN GANGGU KAMI BANGSA INDONESIA

By : Kriopanting

Selasa, 21 Juli 2009

KONDISI PERTIMAHAN : Pembunuhan Karakter BUMN Tambang

Krisis ekononomi global sebagai lambang kegagalan mazhab liberalisme dan kapitalisme sudah berulang kali kita rasakan. Paling tidak penyebab dari krisis ini adalah instrumen instrumen ekonomi hasil pwmikiran kaum kapitalis. Dan yang menghancurkannya bukan siapa siapa tetapi mereka sendiri.
George soros seorang kapitalis borjuis yang pada tahun 1997 telah melakukan transaksi valas yang berdampak terhadap perekonomian di negara berkembang, antara lain Indonesiaa namun disisi lain tanpa disadarinya dia menghancurkan salah satu produk kapitalis yaitu menjadikan uang sebagai sebuah komoditi yang dapat di pertanggungjawabkan. Sebuah instrumen yang sangat bertentangan dengan konsep uang yang hanya berfungsi sebagai alat bayar.
Penambangan mineral timah di Provinsi Bangka Belitung yang telah berlangsung tidak kurang dari tiga abad akhir akhir ini mengalami degradasi legal/hukum. Semenjak Negara kesatuan Republik Indonesia berdiri telah dinyatakan dengan gamblang oleh pendiri negara ini bahwa tanah, air dan kekayaan yang terkandung didalamnya adalah milik negara dan dikelola oleh negara untuk semata mata kemakmuran rakyatnya. Namun sepuluh tahun terakhir kecendrungan para pelaku tambang yang semata mata ingin mengayakan diri pribadi terus terjadi. Berbagai upaya ilegal dan pemelesetan kaedah hukum yang mengatur tatacara penambangan selalu dipelesetkan bahkan dengan sengaja di pertentangkan dengan undang undang lain agar mereka dapat di BENARKAN secara legal.
Undang undang pertambangan yang mensyaratkan para pelaku penambangan harus memiliki KP penyelidikan, KP Eksplorasi, KP Eksploitasi, KP Pemurnian, KP Pengangkutan dan KP Penjualan seolah olah dicemoohkan dengan mengatakan bahwa mereka bukan menambang tapi merupakan bagian dari pelaku industri sehingga tak perlu repot repot dengan urusan izin berbagai KP tersebut. Belum lagi usaha mempertentangkan undang undang tersebut dengan undang undang otonomi daerah lalu berdasarkan itu diciptakan pula perda perda tersendiri yang tidak mengindahkan hirarki hukum yang ada diatasnya.
Kondisi kondisi diatas semakin mempertegas sebuah kondisi penambangan di Bangka Belitung yang terus mengalami Degradasi Hukum. Bila hal semacam ini terus terjadi hampir dapat dipastikan negara akan terus dirugikan sementara sebagian rakyat penambang hanya akan merasakan kenikmatan untuk diri sendiri tanpa peduli terhadap generasi penurus di negeri Serumpun Sebalai.
Usaha penambangan yang baik adalah pelaku penambang yang taat hukum serta mampu menciptakan sumber pendapatan lain disekitar wilayah tambangnya apabila bahan galian tambangnya telah dinyatakan habis secara ekonomis maupun secara fisik.
Berdasarkan pemikiran pemikiran tersebut sampai sampai ada sekelompok orang yang masih peduli dengan Bangka Belitung, mengusulkan agar segera dibentuk semacam Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK) yang khusus menangani persoalan tambang ilegal di Bangka Belitung.

PEMBUNUHAN KARAKTER BUMN TAMBANG
Posisi hukum yang lemah karena terus mengalami degradasi pada akhirnya terus menggerogoti BUMN tambang terbesar di Bangka Belitung, melalui kampanye negatif yang terus dikembangkan kelompok kelompok tertentu. Apakah kampanye negatif tentang PT.Timah hanya langkah awal pihak tertentu untuk menekan PT.Timah agar melepas lagi sahamnya?Kemudian dibagi2?
Cuba kita amati terus berita di Januari s/d Februari 2009 tentang kasus pasir timah di pusmet, tentang tin chemical, sampai dengan isue penghijauan dan CSR nya.
Di rakyat pos 5 Januari 2009 judul hal 1,PT.Timah Terus Diselidiki. Kalo di babelpos: Kasus PT.Timah Belum di SP3 KAPOLDA NGAKU MASIH DISELIDIKI. MeNgapa Kobatin kuat menghadapi gempuran pihak-pihak tertentu? Karena di belakang kobatin ada masyarakat Bangka Tengah & Bangka Selatan yang mendukung mereka. Masyarakat Bangka Tengah & Bangka Selatan punya image yg positif tentang kobatin. Apa yang terjadi kalo masyarakat Babel punya image negatif terhadap PT.Timah? Apakah kuat menahan gempuran pihak pihak tadi?
Menteri BUMN melakukan panen padi di areal persawahan yg semula bekas tambang timah. "Sebuah terobosan yg pantas dikembangkan, PT.Timah harusnya melakukan hal seperti ini" kata Sofyan Jalil.( Metrobabel ed 71/th II/22-25 januari 09, sebuah media milik pesaing PT Timah Tbk yang berkantor dan berproduksi di daerah smelter ketapang). Apa makna ucapan Menteri BUMN tadi?
Jelas bahwa kata kata menteri yang di ekspos pada media tersebut merupakan upaya awal pembunuhan karakter PT.Timah:
1) Dalam pikiran menteri telah terbentuk opini PT.Timah tidak peduli lingkungan
2) Sebalik grup lain berjasa menyelamatkan lingkungan.
Kembali pada soal black campain melalui isu lingkungan untuk memaksa PT.Timah melepaskan lagi bagian sahamnya ke daerah, itulah bagian dari usaha yang telah dilakukan. Fungsi Public Relationship kelompok ini sangat agresif bermain dengan opini, setiap kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan di blow up melalui Media. Coba pembaca ikuti terus apakah opini negatif ini sudah masuk pikiran Gubernur,Kapolda, Anggota dewan dan masyarakat. Kalau sudah, BUMN terbesar di Babel itu tinggal menunggu ketok palu sehingga mau tidak mau pemerintah merelakan sahamnya ke Daerah.
Apalagi sudah mahfum bagi kita masyarakat Babel, terdapat kelompok kelompok elit yang Sejak lama menginginkan sebagian saham PT Timah. Isu lainya, PT Timah juga sedang diserang karena membangun pabrik hilir di banten. Kenapa tidak di Bangka. Sementara kelompok tertentu memperkuat posisi bisnisnya dengan menanamkan saham saham nya di semua capres kuat. Siapapun yang jadi tetap mereka punya andil dan berhak memperoleh balas jasa politik.
Dalam benak kelompok elit, yang jelas gerakannya tapi tidak jelas bentuknya ini, Landasan hukum pelepasan saham PT.Timah sangat kuat, tinggal opini saja yang belum kondusif. Makanya mereka jorjoran membentuk opini MEREKA PEDULI LINGKUNGAN,PT.TIMAH SEBALIKNYA. Sangking bernafsunya upaya upaya menyelip di tikungan pada saat pejabat pusat datang ke daerah juga di lakukan oleh mereka. Modal nekat hasil dahsyat mungkin itu motonya.
Ada lagi kelompok lain yang Masuk melalui seminar seminar maupun diskusi panel dengan mengirimkan orator politik sehingga tidak jelas mana yang ilmiah dan mana yang politikiah. Yang jelas kelompok ini terlihat sensitif dengan isu tataniaga dan eksport timah lewat satu atap yang merupakan hasil dari diskusi panel "mencari format perdagangan timah" pada hari Minggu 15 Februari 2009 di Pangkalpinang.
Kemudian muncul pula Group lain yang bangga dengan macam macam embel embel dibelakangnya , mereka gencar memperkuat posisi dengan membangun citra Lewat berbagai cara, salah satunya melalui Sebuah gerakan lingkungan yang digerakkan memanfaatkan dana CSR untuk proyek peduli lingkungan. Target mereka memperkuat jaringan, posisi lalu naik tingkat Menjadi perusahaan swasta yg "baik". Dan tokoh tokohnya naik menjadi tokoh nasional. Dengan demikian akan semakin dekat dengan lingkaran kekuasaan.
Sebuah keberanian yang patut kita acungkan jempol, menyerang BUMN terbesar (PT Timah) secara terbuka baik melalui media maupun didepan halayak. The best deffence is offence, ini menjadi pola kerja Public Relation yang mereka anut. Agresif memang.....
Sikap PT Timah
Entah karena ini merupakan bagian dari strategy atau memang BUMN ini tidak punya SDM yang handal untul melakukan perlawanan terhadap opini negatif yang dikembangkan oleh konsorsium. Yang pasti tidak ada riak, tak ada arus perlawanan dari PT Timah untuk menanggapi hal ini secara terbuka.
Hal ini mengundang dan menggelitik keingintahuan tokoh tokoh pemerhati sosial, ekonomi dan politik Bangka Belitung, sehingga pada akhirnya para tokoh tersebut merasa perlu angkat bicara. Dari tokoh tua seperti Rusli Rahman sampai dengan Rasio Ridho Sani, tokoh muda yang staf ahli mentri lingkungan itu.
Sebagai sebuah BUMN, sebetulnya posisi PT Timah jelas, selain menjadi sumber pemasukan bagi APBN perusahaan ini tetap mempunyai komitmen untuk membangun daerah di tempat operasional perusahaan. Baik dengan menjalankan proses penambangan yang taat hukum, melakukan pembinaan kepada ekonomi lemah dan bantuan pembangunan sarana umum, peduli terhadap lingkungan dengan mendukung sepenuhnya program GREEN BABEL dari gubernur, peduli dengan pendidikan dengan mendirikan sekolah unggulan juga menyumbangkan Politeknik Manufaktur(polman) kepada daerah, serta program prgogram lain melalui CSR nya.
Sebagai sebuah perusahaan yang memiliki akar sangat kuat di dunia pertambangan tentu memiliki banyak keunggulan keunggulan yang di miliki. Keunggulan keungulan inilah yang harus terus dipelihara, dikembangkan dan di turunkan kepada generasi penerus perusahaan.
Bicara PT Timah, tentu bicara industri Pertambangan. A sampai Z industri Pertambangan, ya bicara pengelolaan teknik, keuangan, pemasaran sampai dengan Pasca tambang di Bidang Pertambangan. Jadi kalo bicara kompetensi pertambangan, ya kompetensi mengelola A - Z itu. Kompetensi adalah refleksi profesionalisme. Melihat umur PT Timah, apakah PT Timah sudah kompeten di bidangnya? Inilah yg harus di jawab dulu.

Tak perlu khawatir dengan siapa yang menjadi pesaing berikut segala sesuaatu yang dilakukan mereka. Permasalahan kedepan adalah permasalahan yg harus dihadapi, senang tidak senang atau suka tidak suka, sehingga tidak akan cocok kalo pola penanganannya "memakai" pola menghindar. AYOOO PT TIMAH HADAPI DENGAN KEPALA TEGAK.

Untuk mendukung hal terebut sebaiknya PT Timah ke depan harus PT Timah yg mempunyai kemampuan berkomunikasi secara baik, mempunyai prinsip & fight menegakkan prinsip, namun tetap rendah hati serta kehadirannya selalu membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Kalo kita mampu menerapkan ini secara baik.....siapapun di pesaing tidak menjadi masalah justru merkalah yang akan menjaga daya saing PT TIMAH kedepan.

Tahun 2008 keuntungan perusahaan masih terlihat baik, tahun 2009 apapun bisa terjadi....................... dan PT Timah telah merencanakan banyak hal namun kekuatan sebuah rencana tidak lebih dari 30% dan selebihnya adalah kekuatan dari Yang Maha Kuasa.. Yang jelas jangan berjudi dengan waktu, sedetik berlalu maka waktu menjadi hal yang paling jauh dan tak mungkin untuk kita raih kembali ... Kita tak ingin menjadi seperti : Perbankan Amerika Yang Bangkrut, Asuransi jepang yang tutup, salah satu perusahaan yang terlibat di kompetisi Formula satu yang telah memotong gaji karyawan sebesar 50% .... dan lain lain.

Jelas sudah bagi BUMN pertambangan timah terbesar ini bahwa tantangan kedepan sangat sangat berat, optimalisasi kompetensi harus dilakukan dari mulai eksplorasi, penambangan, peleburan, pemasaran sampai dengan Corporate Social Responsibilitynya. Buka mata buka telinga selebar lebarnya jangan sebaliknya malah merasa ekslusive lalu menutup diri dari permasalahan yang terjadi di sekitar perusaha. Kami bukan orang yang melupakan sejarah.. Daerah ini menjadi Provinsi pun tidak lepas dari keberadaan PT Timah di daerah kami.

Tunjukan karakter TIMAH, ingat seorang Panglima perang amerika saat terjadi operasi badai gurun berkata “untuk mencapai kemenangan kita butuh karakter dan strategy namun apabila harus memilih maka pilihlah karakter sebagai landasan berjuang”

Kamis, 14 Mei 2009

Life In Harmony




HARMONY

Harmony itu seperti potongan bambu yang berserakan
Kemudian datang seorang yang Peduli
Dengankeingintahuan tentang Bambu
Dan merasakan mengapa bambu ini tak berguna
Merasa pengetahuan nya yang kurang
Sang Peduli tadi mengajak seorang teman yang musikus
Mereka berdiskusi, melihat, merasakan, memegang

Ternyata bambu itu bisa membuat beragam bunyi bunyian..
Dipotonglah bambu itu menjadi berbagai potongan
Dilakukan penyesuaian nada
Sehingga tercipta rangkaian Nada dari do rendah sampai do tinggi
Ternyata dua orang yang memiliki kompetensi yang berbeda
Dan mereka bersinergi mampu membuat sebuah karya cipta

Lalu seluruh potongan bambu itu di bunyikan tanpa beraturan
Hasilnya tidak memuaskan, hanya membuat telinga sakit saat mendengarkan
Sang musikus kemudian bertindak sebagai pemimpin
Di kumpulkan berbagai orang yang dapat membunyikan alat tadi
Dia mengarahkan, memerintah, menyelaraskan setiap orang untuk membunyikan bambu tadi
Dan sekolompok orang tadi mendengarkan dan menjalankan dengan patuh

Ternyata LUAR BIASA
Berasal dari potongan Bambu yang tak berguna
Namun Dengan Peduli
Dengan Kompetensi masing masing
Dengan Kerjasama berbagai kompetensi
Dengan Rasa yang selaras dengan keinginan untuk berbuat
Dengan Kepercayaan terhadap sebuah keyakinan
Dengan Kerelaan dan kepatuhan untuk di pimpin
Dengan Hadirnya Seorang PEMIMPIN


Terciptalah HARMONY musik bambu
ANGKLUNG

Akhirnya Bambu Tadi pun saat ini sudah menjadi sesuatu yang berharga
Ternyata HARMONY Bisa mengangkat derajat kita
Ternyata HARMONY Menciptakan keseimbangan
Ternyata HARMONY Harus Diciptakan

HARMONY ADALAH KEBUTUHAN

Kriopanting, Jakarta 8 Mei 2009
Sebuah catatan dari perjalanan sepotong bambu di acara Customer Gathering PT Timah Tbk