Kamis, 04 Oktober 2012
SEBUAH DOKUMEN TAHUN 2009 : IKT TOLAK RENCANA MENDAG UBAH ATURAN EKSPOR TIMAH
Ikatan Karyawan Timah (IKT) menolak rencana Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang akan mengubah Permendag Nomor 04 Tahun 2007 tentang ekspor timah batangan. Pasalnya, dalam rancangan perubahan Permendag tersebut, Kementerian Perdagangan akan melegalkan ekspor tin slag dan timah paduan.
Di hadapan sejumlah insan pers cetak dan elektronik di kantor IKT Pusat Pangkalpinang, Senin (18/10), Ketua Umum IKT, M. Wirtsa Firdaus didampingi Ketua I Dodi Setiabudi, Ketua II M. Subuh Wibisono dan Sekretaris Jenderal Asmariyana Sarmada, menilai perubahan Permendag tersebut dapat berdampak langsung terhadap penerimaan devisa negara karena tidak lagi memperoleh manfaat optimal dari kegiatan ekspor logam timah.
Menurut Wirtsa, perubahan Permendag tersebut hanya akan menguntungkan kelompok tertentu yang berkeinginan mengekspor bahan baku ke luar negeri, tanpa memikirkan nilai tambahnya bagi negara. “Melegalkan ekspor tin slag dan timah paduan merupakan suatu kemunduran. Seharusnya, selaku Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu mendorong peningkatan nilai tambah produk pertambangan. Bukan malah sebaliknya melegalkan ekspor mentah hasil tambang. Ini sebuah langkah yang mundur,” kata Wirtsa.
Untungkan Negara Lain
Menurut Ketum IKT ini, bila perubahan Permendag tersebut tetap diberlakukan, tentunya dapat mengganggu kegiatan penambangan timah yang semestinya dapat dilakukan secara berkelanjutan dan aman. Melegalkan ekspor bahan baku ke luar negeri hanya akan memperkaya negara lain dan merusak harmonisasi bisnis pertimahan yang telah berjalan selama ini.
“Yang dinamakan timah paduan itu, kan bisa saja pasir atau apa saja yang kemudian dicampur dengan bijih timah lalu kemudian diekspor. Jika demikian maka sangat memungkinkan terjadinya kembali peluang penyeleundupan timah di Babel ini,” kata Wirtsa.
Padahal menurut Wirtsa, Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara mengamanatkan adanya nilai tambah produk pertambangan. Jika perubahan aturan tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan UU Minerba yang baru, kami ingin Menteri Perdagangan dapat memberikan syarat-syarat tertentu yang diberlakukan bagi semua pelaku ekspor timah.
Selaku ketua serikat pekerja karyawan PT. Timah (Persero) Tbk, Wirtsa berharap sebelum memperbarui Permendag tersebut, Menteri Perdagangan seharusnya memperhatikan beberapa hal dalam kegiatan ekspor, di antaranya;
• Timah yang dapat diekspor adalah timah yang termasuk dalam klasifikasi tarif sebagaimana di dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia Tahun 2007 dengan nomor Pos Tarif 8001 dan 8003.00.00.00.
• Sedangkan Timah dengan nomor Buku Tarif Bea Masuk Indonesia Tahun 2007 nomor 8002.00.00.00 (sisa dan skrap timah) dilarang untuk diekspor.
• Bijih Timah/Pasir Timah atau sejenisnya dilarang untuk diekspor.
• Timah tersebut memilki kadar timah minimal 99,85% LME dan sesuai dengan standar ASTM (American Standar for Testing Material) B.339-95.
• Telah membayar lunas royalti atas timah yang diekpor dengan melampirkan copy bukti setor Royalti.
• Timah tersebut telah memenuhi syarat setelah diuji oleh surveyor yang ditunjuk oleh Pemerintah.
Jika perubahan Kepmendag No. 04/M-DAG/PER/1/2007 dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan UU Minerba yang baru, IKT berharap agar Menteri Perdagangan hendaknya juga memutuskan untuk memberikan syarat-syarat yang diminta Negara bagi para pelaku ekspor timah, yaitu:
1. Yang dapat ditetapkan untuk mendapat ET adalah perusahaan / perorangan / badan usaha yang mempunyai Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi dan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi atau izin Usaha Pertambangan Ekplorasi.
2. Mempunyai Smelter yang memenuhi standar ISO 9001.
3. Telah melakukan reklamasi
4. Tidak pernah menyalahgunakan LC yang dinyatakan oleh Dirjen Bea dan Cukai Departemen Keuangan.
5. Sewaktu-waktu bersedia diperiksa oleh Dirjen Perdagangan Luar Negeri atau Dirjen Minerbapabum (Dirjen Mineral, Batubara dan Panas Bumi kementerian ESDM. (erwans)
Boks
Reaksi Penolakan terhadap Rencana Perubahan Permendag No. 4/2007
Genderang penolakan IKT terhadap rencana Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang akan mengubah Permendag Nomor 04 Tahun 2007 tentang ekspor timah batangan ternyata mendapat respon dari berbagai pihak. Bahkan gubernur dan ketua DPRD Propinsi pun bereaksi serupa setelah memahami dampak yang kemungkinan timbul jika Permendag tersebut jadi disahkan sang menteri.
Eko Maulana Ali, Gubernur Propinsi Kep. Bangka Belitung
Ada baiknya tetap dengan pola lama dengan mengekspor timah ingot dengan kadar Sn 99,98%. Karena dengan pola ini, kandungan yang terdapat dalam tin slag tidak bisa dimanfaatkan oleh orang luar. Karena dalam tin slag tersebut siapa tahu saja presentase timahnya masih banyak.
Apabila dilegalkan untuk di ekspor, maka daerah akan kehilangan asset dan kehilangan keseimbangan proses dalam membangun. Padahal potensi timah semakin lama semakin menipis. Kemudian slag-slag tersebut bisa diolah kembali dan memanfaatkan mineral yang ada, yang selama ini belum dimanfaatkan, bahkan nilainya akan lebih besar dengan nilai timah itu sendiri.
Keinginan Menteri Perdagangan untuk melegalkan tin slag dan timah panduan harus ditinjau kembali. Dan seharusnya mengenai masalah ekspor tin slag dan timah paduan tersebut ada baiknya ditanyakan dulu kepada pemerintah daerah.
Janganlah anak bangsa di Bangka Belitung ini disakiti lagi. Kita selama ini ikut dalam pencanturan perdagangan dunia sudah banyak mengalah. Untuk itu mari kita perhatikan prospek kedepan yang lebih strategis untuk masa depan anak cucu kita. (Bangka Pos, 22 Oktober 2010)
Ismiryadi, Ketua DPRD Propinsi Kep. Bangka Belitung
Saya masih berpegang pada Permendagri nomor 01 tahun 2007, nomor 04 tahun 2007 dan nomor 09 tahun 2007 dan berlaku sampai saat ini dan belum ada perubahan dan belum di cabut. Dan setahu saya tin slag dan timah paduan dilarang untuk di ekspor dan tin ingot yang diperbolehkan untuk diekspor namun harus dibayar royalti terlebih dahulu. yang berhak memberikan penjelasan mengenai rencana untuk dilegalkannya ekspor tin slag dan timah ikutan adalah Menteri terkait. (Bangka Pos, 22 Oktober 2010)
Erzaldi Rosman Djohan, Bupati Bangka Tengah
Rencana mengekspor tin slag sebaiknya ditinjau ulang. Tin slag masih banyak mengandung mineral sebaiknya diolah dulu, karena jika diekspor tanpa pengolahan akan merugikan daerah penghasil timah, apalagi banyak tenaga kerja di Bangka tengah yang menganggur dan itu bisa diberdayakan untuk mengelola tin slag sebelum diekspor. Untk mengelola tin slag, Bangka Tengah mempunyai smelter yang potensial untuk mengelolanya.
Joko Purwanto, Kasubdit Pengawasan Produksi, Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Ditjen Minerba Pabum Kementerian ESDM
Permendag No. 04 Tahun 2007 sudah cukup ideal untuk menjaga harga timah Indonesia tidak anjlok di pasaran.
Patris Lubumba, Direktur Utama PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (B3S)
Kita memberikan dukungan atas pernyataan Gubernur yakni menolak keinginan Menteri Perdagangan untuk mengekspor tin slag dan timah paduan. Dan tetap mendukung kebijakan pemerintah pusat, berkenaan dengan peraturan Menteri Perdagangan No. 01, 04 dan 07 tahun 2007 yang melegalkan untuk ekspor balok timah dengan verifikasi yang sangat ketat Sn 99,9%. Karena perusahaan yang bergerak di sektor pertimahan selama ini hanya mendapat izin untuk menambang dan melakukan pencucian serta peleburan dan menjual tin ingot.
Jika pasir timah diperbolehkan untuk diekspor, besar kemungkinan akan ada mineral ikutan yang diekspor bersamaan dengan pasir timah, karena sampai dengan saat ini belum ada petugas yang melakukan verifikasi khusus untuk ekspor pasir timah. Maka dari itu, perlu adanya pembentukan Badan Pengawasan Lembaga Verifikasi yang berhubungan dengan ekspor balok timah (ingot) hasil pencucian pasir timah (tailing) dan mineral ikutan lainnya dari hasil peleburan timah (tin slag)
Maka dari itu sebagai bentuk dukungan terhadap tidak dilegalkannya ekspor tin slag dan timah paduan, maka PT B3S menyampaikan surat resmi kepada Presiden RI dengan tembusan kepada Ketua DPR RI, Ketua DPD RI, Ketua KPK, Ketua BPK, Ketua Komisi VII DPR RI, Menteri BUMN, Gubernur Prov. Babel, Ketua DPRD Prov, Kep Babel dan ketua Komisi II DPRD Prop. Babel. Kami menembuskan surat tersebut ke BPK RI dan KPK, karena ada indikasi penggelapan ekspor pasir timah oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang pertimahan.
Hidayat Arsani, Ketua PWI Bangka Belitung/Pengusaha
Perlu perhatian dari Gbernur, Bupati, Walikota se Provinsi Krp. Bangka Belitung untuk menyikapi rencana revisi Permendag tersebut. Masalahnya, jika Permendag itu jadi direvisi, masyarakat Babel akan jauh dari kata sejahtera.
Kita selaku penggerak ekonomi menolak jika tin slag dan timah paduan jadi diekspor. Karena masih banyak kandungan yang bisa kita manfaatkan dari keduanya.Jika alasannya timah di Babel akan habis, profesor atau doktor mana yang bicara? Itu tidak mungkin karena yang ada di umi Babel tidak akan habis. Jika penolkan ini hanya dilakukan oleh sekelompok orang tidak akan digubris oleh Menperindag. Karena saya mengajak semua pihak untuk duduk bersama merumuskan penolakan Permendag tersebut.
Propinsi ini memiliki gubernur, bupati, walikota, ketua DPRD dan wakil rakyat lainnya, utusan daerah di DPR-RI.Mereka inilah yang seharusnya maju ke Presiden, ke Menteri untuk menolak itu. Apabila Keppres sudah keluar, tidak ada yang bisa membatalkan. Jadi mari dorong bersama.
Saya minta gubernur, menteri duduk bersma menghadap Presiden, paparkan. Jika Kepmen jadi, rakyat Babel akan sengsara. Saya sudah surati juga Bapak Presiden tiga hari yang lalu. Mari masyarkat Babel, khususnya pemain timah supaya support penolakan Permendag untuk Babel sejahtera. Saya berharap kita dapat bertindak arif, menyingkirkan kepentingan golongan dalam mengambil kebijakan untuk kemaslahatan masyarakat Babel. Kita ingin semoga Ibu Menteri mengambil keputusan dan kebijakan yang searif-arifnya untuk rakyat Babel. (Rakyat Pos, edisi Jumat, 29 Oktober 2010)
Johan Murod, Tokoh Perjuangan Pembentukan Propinsi Kep. Bangka Belitung
Jika Permendag itu diubah, maka kegiatan ekspor tin salg dan timah paduan yang terangkum dalam Permendag baru nantinya akan bertentangan dengan UU No. 4 tahun 2009 tentng Mineral dan Batubara. Karena itu Permendag tak perlu diubah. Yang harus ditegaskan adalah menghentikan penyelundupan baik itu pasir timah, tin slag ataupun timah paduan lainnya.
Jika Permendag itu diubah, akan bertentangan dengan UU No. 4 tahun 2009. Pertemuan di Mendag saat itu saya hadir, kita diminta pendapat. Sehari kemudian Depdag rapat dengan ESDM. Saya bilang tolong pikirkan aspek lingkungan tiga bulan habis penambangan harus diurus lingkungan pasca penambangannya.
Kita juga sedang mengajukan judicial review terhadap beberapa pasal di UU no 04 tahun 2009 yang tidak sesuai dengan Pancasila dan UU 1945. Jika tidak di judiacial review, pasal-pasal itu akan menyengsarakan penambang. Salah satunya, persolan rakyat digiring untuk menambang di sungai, harus menambang 15 tahun baru dapat ijin dengan kedalaman maksimal 25 m tetapi tidak boleh menggunakan teknologi. Kan ini pasal-pasal yang menyengsarakan masyarakat penambanga.
Bola ini ada ditangan gubernur dan Polri, tegasnya ekspor tin slag ingot harus dihentikan karena ilegal. Harusnya Permendag itu mengatur balok tin ingot dan kebijakan lingkungan yang baik. Tapi kalau tin slag atau timah paduan itu sudah dimurnikan sesuai UU Nomor 4 tahun 2009, silahkan diekspor tetapi harus sesuai aturan, bayar royaltidan lain sebagainya. (Rakyat Pos, edisi Jumat, 29 Oktober 2010)
Agus Adaw, Tokoh Perjuangan Pembentukan Propinsi Kep. Bangka Belitung
Indonesia masih mampu mengolah bahan dasar timah. Kalau kita masih mampu mengelola bahan dasar timah, kenapa kita harus mengekspor bahan dasarnya ke luar negeri?. Kita tentu sangat dirugikan dengan rencana Mendag tersebut, terlebih rakyat Bangka Belitung.
Sekarang yang dibutuhkan adalah peraturan pertambangan, lingkungan dan kepastian hukum bagi para penambang bijih timah di negara ini, buka berbicara maslah ekspor. Rencana melegalkan tin slag dan timah paduan bertolak belakang dengan komitmen negara dalam mengembagkan indutri hilir.
Menteri Perdagangan harus jelaskan kepada publik tentang alasannya untuk melegalkan tin slag dan timah paduan, apa itu tin slag dan klsifikasinya seperti apa. Rencana Meperindag untu mengubah Permendagri nomor 04 tahun 2007 adalah tindakan yang ‘blunder’ atau merugikan negara dan daerah. (Antara Online, Okrtober 2010).
Saya justru mensinyalir Ibu Mari Pangestu berupaya mengubah Permendag no. 4 / 2007 karena adanya pesan sponsor. Saya bahkan menduga suami Ibu Mari Elka terlibat mempengaruhi Menperindag untuk mengubah Permendag tersebut, karena juga berbisnis tin slag. Kami mendengar begitu, ada pabrik peleburan tin slag di Surabaya. Dan saya menduga suaminya terlibat bisnis itu.
Kita minta Kapolda dan Kapolri bertindak tegas, tangkap pengusaha yang ekspor tin slag. Saya percaya dengan Kapolda kita yang baru ini dapat bersikap tegas. Masyarkat juga kita minta proaktif jika melihat orang ekspor tin slag laporkan dan tangkap. (Rakyat Pos, edisi Jumat, 29 Oktober 2010)
Rabu, 30 Mei 2012
SPUR PRUIS
Situasi Jelang SPUR PRUIS 2011
Awal April 2011
Hari ini Jumat, awal April 2011, dalam perjalanan kembali dari Jakarta menuju Pangkalpinang, berjumpa dengan seorang sahabat. Perjalanan menjadi terhambat tapi tak apa, karena ngobrol dengan mahluk ciptaan tuhan yang satu ini selalu saja mengasyikkan teman yang di ajak bicara, sehingga saya pun merasa rugi jika harus kehilangan momen dengan sahabat yang satu ini.
Bagaimana situasi perusahaan katanya sambil melahap bakso malang di terminal 1B Cengkareng, kata yang terlihat iseng tapi dalam sekejap mampu membuat pikiran sehat didalam tubuh yang kuat ini mendadak seperti tertusuk tusuk angin duduk yang sering di sebut masyarakat melayu bangka sebagai penyebab sekujur badan menjadi biru biru lalu terjadilah kematian mendadak itu.
Begini sohib, pembiaraan dan pembiasaan yang terlalu lama di dunia pertimahan telah berbuah pembenaran oleh masyarakat penambang yang tidak tahu apa apa, hal ini kemudian di manfaatkan oleh pengusaha pengusaha yang tidak bertanggungjawab untuk kepentingan pribadi mereka. Mereka tanamkan semangat kedaerahan berlebihan sampai masyarakat lupa bahwa di atas itu ada kepentingan negara yang harus kita junjung tinggi bersama. Mewacanakan kebobrokan perusahaan negara padahal merekalah penyebabnya menjadi hal yang wajar dan biasa tidak ada rasaa malu karena situasi seolah telah membenarkan pekerjaan pekerjaan tidak wajar itu.
Sohib demikian selalu dia memanggilku, dalam situasi seperti ini perusahaan butuh soliditas yang tinggi, artinya kita butuh pemahaman yang benar tentang perusahaan dari tingkat terbawah sampai tingkat tertinggi. Bahwa dalam siklusnya perusahaan ini pernah beberapa kali hendak karam dihantam ombak dan badai, saat ini ombak dan badai ini sudah menampakkan diri walaupun sumbernya berbeda dengan badai yang lalu lalu. Dalam kaca mata saya saat ini ada empat perspektif yang berbeda dengan kesimpulan yang sama, bahwa perusahaan dalam kondisi genting.
Sohib perusahaan ini bisa berdiri sampai dengan saat ini karena pengorbanan ribuan orang yang di tahun 1990 sampai dengan 1995 tidak lagi bersama kita dalam program reorganisasi dan realokasi serta restrukturisasi perusahaan. Gedung tua yang bertajuk Kantor Pusat yang terus menerus memperczntik diri ini adalah saksi sejarah perjalanan Panjang Restrukturisasi. Pengorbanan yang demikian tentu menjadi bagian dari perjalanan kita saat ini, bukankah sejarah tidak boleh dilupakan?
Perjalanan panjang restrukturisasi tentu bukanlah sesuatu yang dapat kita lepaskan begitu saja tanpa bertsnggungjawab, dia harus terbebas dari pencemaran dan penghianatan oleh ulah ulah yang tidak terpuji. Paling tidak inilah semangat yang tertinggal dibatu peresmian Gedung Kantor Timah tertanda 2 Agustus 1997, satu masa masa indah sebelum era reformasi terjdi dan otonomi daerah yang menjadikan aura bisnis pertimahan mengalami perubahan yg demikian besar.
Empat kali perkataan sohib keluar telah memberikan banyak pandangan dan ide ide apa yang akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan, banyak hal yang harus dijawab banyak hal yang telah tertangkap, banyak hal yang telah tersirat.
Pertama, perusahaan masih membutuhkan pemimpin yang mapan dan handal yang betul betul mengerti arti sebuah perjalanan.
Kedua, situasi SPUR PRUIS memang selalu panas dengan berbagai isue tentang perusahaan namun kali ini tampaknya lebih panas.
Ketiga, pembiaraan yang berbuah pembenaran menjadi ajang pemanfaatan oleh orang orang yang berkehendak, entah siapa yang memanfaatkan dan siapa yang dimanfaatkan. Satu hal yang pasti banyak pepatah yang menggambarkan situasi ini, "air beriak tanda tak dalam" "diam diam menghanyutkan" "bagai memelihara anak harimau" "peluru habis palembang dak kalah".
Keempat, Sabusan telah merusak tatanan kehidupan perusahaan karena untuk kepentingan peredarannya menjadi pengguna terbesar dia menggunakan bermacam macam cara dari membuat jaringan internal hingga jaringan eksternal tanpa lagi mengindahkan hal hal yang normatif hrs di penuhi. Hal ini di pantau oleh Krakatau Steel yang kemudian memutuskan untuk melakukan sebuah gerakan. Anehnya tak lagi tampak siaran radio pada gelombang SW yang tahun lalu masih beredar dan sempat terdengar ada dimana mana walaupun akhirnya tak tahan terhadap sweeping komunitas radio legal.
Dengan kondisi seperti itu Wiro Sableng, Dedi Dukun dan Yan Sancin tokoh tiga zaman berbeda harus turun gunung untuk berembuk kemudian menyampaikan hasil rembukan kepada Ki Langitan yang sampai masa masa INJURY TIME masih tampak rileks walau kadang kadang masih bisa memberi marah yang murah meriah. Tokoh tiga zaman menyatakan harus ada gerakan penyatuan yang berdasarkan kepada kepentingan penyelamatan aset negara, kepentingan daerah dan daerah, kepentingan masyarakat dan kepentingan.
UTUSAN DAERAH DI BETAWI
Mereka ini pada dasarnya selain wakil masyarakat babel yang berada di Betawi adalah manusia manusia juga yang punya bergam kepentingan dan di satukan dalam sebuah kepentingan yang namanya Kepentingnan Pribadi. Kepentingan Pribadilah yang kemudian menyatukan para wakil daerah ini yang kemudian berkirim kabar tidak baik kepada Datuk Penguasa Negeri Rayuan Pulau Kelapa melalui pejabat negeri yang terkait. Kabar tidak baik tersebut berkisar dengan kepemimpinan sebuah peusahaan milik negara di Bangka Belitung, mereka menginginkan pemimpin perusahaan yang ada saat ini tidak usah dipertshankan dan bila perlu segera dilakukan penggantian dalam RApat tertinggi perusahaan yang akan datang.
Rabu, 21 Maret 2012
Tujuh Pulau Selaksa Pesona Merajut Prahara
Haru biru Tujuh pulau itu saat ini sudah tak lagi bingar seperti beberapa tahun yang lalu namun keingintahuan dan hoby petualangan akhirnya membawa tapak kaki melangkah kesana. Kembali sebuah perjalanan baru kesuatu tempat yang baru di mulai kembali, mungkin inilah yang disebut ekspedisi tapi ini Ekspedisi ala seseorang yang berbasis traveling jadi bukan ekspedisi dalam arti sebenarnya.
Ekspedisi lain yang pernah dilalui semuanya memberi titik pesona yang berbeda dan tertinggal menetap dalam benak pikiran sert relung hati. Jayawijaya di ketinggian 4200 dpl dengan semangat oPM nya tahun 2008, kaki gunung leuser di kecamatan pining kabupaten gayoluwes Aceh di tahun 20010 yang merupakan daerah hitam dimasa pergolakan GAM, Padang, Pagar Alam, tasikmalaya dengan guwa pemujaan dan air panas galunggung, Merapi saat gempa,Wakatobi dengan Sepeda dan snorkle dll. Semua telah menambah khasanah tersendiri bagi siapapun yang menjalani.
Pulau Tujuh tinggal beberapa hari lagi, tujuhpulau yang menjadi perebutan Bangka belitung dan kepulauan Riau itu masih belum tergambarkan kondisinya. Namun teknologi telah memberikan kesempatan kepada kami untuk sekilas melihat bahwa disana ada dua pulau besar yang salah satunya bernama Pulau Pekajang dan pulau pulau kecil lainya yang kalau dilihat di peta seolah olah adalah daratan yang muncul kepermukaan namun terkadang tenggelam oleh labur gelombang selat Malaka.
Periapan demi persiapan untuk perjalanan telah dilakukan, Revigo, R Batara Kurniawan, Kriopanting, Erikberry, Arif Accerado dan Necis Marjinal yang merupakan anggota salah satu tim spot fishing di Bangka belitung telah mempersiapkan keberangkatan dengan satu kapal nelayan dari salah satu pelabuhan di teluk kelabat Belinyu. Dalam perjalan persiapan tersebut kemudian menarik minat beberapa sahabat lain utuk turut serta dalam Ekspedisi. R Albangkawai, Bambang, Ismunadi dan Albana journalis senior babel merasa tertarik untuk mengikuti petualangan kali ini.
Sebetulnya Petualan kali ini tidak menjadi begitu penting namun mengingat saat saat keberangkatan tanggal 23 Maret 2012 daratan dan lautan Babel sedang di landa Badai Angin perjalanan ini seakan memicu adrenalin sehingga berdegup lebih kencang dada ini. Ditambah lagi daratan kecil ditengah lautan ini sebelumnya merupakan Tujuh pulau yang memiliki selaksa prahara. Semakin menarik saja pesona tujuh pulau diutara bangka ini.
Rabu, 07 Maret 2012
Suksesi Dahlan Iskan di PT Timah(persero) Tbk
PT Timah sebagai sebuah BUMN pertambangan telah berjalan terus menembus berbagai arus ketidakpastian atau kita kenal dengan istilah turbulens. Beberapa kali turbulens telah dihadapi oleh perusahaan ini dan alhamdulillahh semua dapat dilalui dengan selamat malah kita mampu masuk dalam jajaranperusahaan milik negara yang terbaik.
Hal hal ini tentunya merupakan pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa melalui tangan tangan dingin manusia manusia Timah yang terus Kerja Keras Pantang Menyerah, jujur dan Ikhlas dibawah kepemimpinan Direktur Direktur yang memang kredibel.
Kuntoro dengan teori penyelamatan kapal yang akan tenggelam karena sarat awak dan penumpang, Erry riana dengan Pengglobalan perusahaan melalui proses Go Publiknya perusahaan ini di dunia internasional, Thabrani Alwi menciptakan iklim pondasi pengembangan usaha sebagai bentuk keberlanjutan perusahaan dan terakhir Wachid Usman yang penuh Semangat Pantang menyerah, mengayomi, berkomitmen tinggi kepada Negara, lingkungan dan Karyawan.
Mereka semua telah menjadikan perusahaan ini menjadi lebih baik dari hari ke hari, namun kebersamaan itu tidaklah Abadi secara fisik, datang dan pergi adalah kodrat dari kehidupan kita baik secara pribadi maupun organisasi.
Setelah beberapa direksi datang dan pergi sekarang giliran Wachid Usman akan segera mengakhiri jabatannya sebagai Direktur Utama. Setelah dua Periode dilalui bersama sama saatnya kita mempersiapkan diri agar Ikhlas untuk melepaskan kepergian beliau.
Karena selain dua periode menjadi Direksi perusahaan Wachid Usman juga pernah merasakan menjadi karyawan bahkan menjadi pengurus serikat kita Ikatan Karyawan Timah. Beliau dalam kepengurusan pertama menjabat sebagai Ketua 1 IKT. Hal ini menunjukan kepeduliannya terhadap kesejahteraan Karyawan. Tidak Heran jika dalam kepemimpinannya kita telah merasakan peningkatan kesejahteraan, hal yang patut disukuri.
Paling tidak komitmen terhadap negara dengan memberikan kontribusi optimal melalui perusahaan dan mensejahterakan karyawan telah di tunjukan oleh Wachid Usman. Untuk lingkungan diwilayah produksi tercatat bagaimana CSR telah menjalankan perannya dengan baik sehingga berbagai kalangan disekitar wilayah produksi telah merasakan manfaat dari keberadaan PT Timah.
Fenomena Dahlan Iskan
Tiba tiba ditengah tengah kita mempersiapkan diri agar bisa ikhlas melepas kepergian seorang sahabat kita, kakak kita, orang tua kita dan pemimpin kita Wachid Usman karena akan memasuki detik detik akhir masa jabatannya sebagai Direktur Utama perusahaan ini, muncul Statement dari Dahlan phenomenom Iskan mentri BUMN yang akan menggantikan Wachid Usman bahkan di beberapa Media. Dipelintir dengan kata kata yang sangat menyakitkan.
Memang Dahlan Iskan berupaya menghindari bisikan kiri kanan yang dikhawatirkan akan mengedepankan kepentingan pribadi. Dan dalam Manufacturing Hope 10 catatan beliau di blog pribadinya mengatakan tentang Kebisingan Pergantian Direksi. Mungkin karena itulah Dahlan Iskan mengambil langkah segera mengeluarkan statement seperti itu. Betul betul Pesona Pragmatis sebagai seorang praktisi pengambil keputusan terbaik di negeri ini.
Keteraturan yang sudah sedemikian baik seakan tidak ada apa apanya dalam genggaman Dahlan Iskan ini. Jujur saja sejak awal beliau diangkat menjadi Direktur PLN saya sudah jatuhh hati pada gaya gaya nya mencitrakan diri lewat Media Group yang dimilikinya. Namun sepertinya saat ini kebijakan kebijakan beliau mulai menuai protes disana sini.
Akankah Kebijakan Dahlan Iskan terhadap PT Timah akan juga menuai protes dari stake holder perusahaan? Beliau sedikit lengah biacara PT Timah berarti bicara Bangka Belitung karakteristik tersendiri bagi BUMN pertambangan ini. Yang jelas perusahaan ini pada tahun 2001 pernah mencatat dirinya dalam sejarahnya bagaimana seorang Direktur pindahan dari PTBA di minta mengundurkan diri dari jabatannya oleh karyawan dan Masyarakat.
Satu dua hari terakhir kita sudah mulai melihat resistensi dari masyarakat Bangka Belitung terhadap statement dahlan Iskan tersebut. Bahkan Ketua DPRD provinsi Bangka Belitung
Sampai angkat bicara menyoal kebijakan Dahlan iskan kali ini.
Mudah mudahan tidak terjadi CHAOS lagi di perusahaan yang kita cintai ini walaupun kesedihan itu sekan tertimpa tangga pula saat mendengar adanya pencopotan pimpinan perusahaan ini oleh the phenomenom minister Dahlan iskan. Karena Sabar dan Ikhlas itu INDAH.
Salamm IKT Rasional VisioNer !!!
Kuntoro dengan teori penyelamatan kapal yang akan tenggelam karena sarat awak dan penumpang, Erry riana dengan Pengglobalan perusahaan melalui proses Go Publiknya perusahaan ini di dunia internasional, Thabrani Alwi menciptakan iklim pondasi pengembangan usaha sebagai bentuk keberlanjutan perusahaan dan terakhir Wachid Usman yang penuh Semangat Pantang menyerah, mengayomi, berkomitmen tinggi kepada Negara, lingkungan dan Karyawan.
Mereka semua telah menjadikan perusahaan ini menjadi lebih baik dari hari ke hari, namun kebersamaan itu tidaklah Abadi secara fisik, datang dan pergi adalah kodrat dari kehidupan kita baik secara pribadi maupun organisasi.Setelah beberapa direksi datang dan pergi sekarang giliran Wachid Usman akan segera mengakhiri jabatannya sebagai Direktur Utama. Setelah dua Periode dilalui bersama sama saatnya kita mempersiapkan diri agar Ikhlas untuk melepaskan kepergian beliau.
Karena selain dua periode menjadi Direksi perusahaan Wachid Usman juga pernah merasakan menjadi karyawan bahkan menjadi pengurus serikat kita Ikatan Karyawan Timah. Beliau dalam kepengurusan pertama menjabat sebagai Ketua 1 IKT. Hal ini menunjukan kepeduliannya terhadap kesejahteraan Karyawan. Tidak Heran jika dalam kepemimpinannya kita telah merasakan peningkatan kesejahteraan, hal yang patut disukuri.
Paling tidak komitmen terhadap negara dengan memberikan kontribusi optimal melalui perusahaan dan mensejahterakan karyawan telah di tunjukan oleh Wachid Usman. Untuk lingkungan diwilayah produksi tercatat bagaimana CSR telah menjalankan perannya dengan baik sehingga berbagai kalangan disekitar wilayah produksi telah merasakan manfaat dari keberadaan PT Timah.
Fenomena Dahlan IskanTiba tiba ditengah tengah kita mempersiapkan diri agar bisa ikhlas melepas kepergian seorang sahabat kita, kakak kita, orang tua kita dan pemimpin kita Wachid Usman karena akan memasuki detik detik akhir masa jabatannya sebagai Direktur Utama perusahaan ini, muncul Statement dari Dahlan phenomenom Iskan mentri BUMN yang akan menggantikan Wachid Usman bahkan di beberapa Media. Dipelintir dengan kata kata yang sangat menyakitkan.
Memang Dahlan Iskan berupaya menghindari bisikan kiri kanan yang dikhawatirkan akan mengedepankan kepentingan pribadi. Dan dalam Manufacturing Hope 10 catatan beliau di blog pribadinya mengatakan tentang Kebisingan Pergantian Direksi. Mungkin karena itulah Dahlan Iskan mengambil langkah segera mengeluarkan statement seperti itu. Betul betul Pesona Pragmatis sebagai seorang praktisi pengambil keputusan terbaik di negeri ini.
Keteraturan yang sudah sedemikian baik seakan tidak ada apa apanya dalam genggaman Dahlan Iskan ini. Jujur saja sejak awal beliau diangkat menjadi Direktur PLN saya sudah jatuhh hati pada gaya gaya nya mencitrakan diri lewat Media Group yang dimilikinya. Namun sepertinya saat ini kebijakan kebijakan beliau mulai menuai protes disana sini.
Akankah Kebijakan Dahlan Iskan terhadap PT Timah akan juga menuai protes dari stake holder perusahaan? Beliau sedikit lengah biacara PT Timah berarti bicara Bangka Belitung karakteristik tersendiri bagi BUMN pertambangan ini. Yang jelas perusahaan ini pada tahun 2001 pernah mencatat dirinya dalam sejarahnya bagaimana seorang Direktur pindahan dari PTBA di minta mengundurkan diri dari jabatannya oleh karyawan dan Masyarakat.
Satu dua hari terakhir kita sudah mulai melihat resistensi dari masyarakat Bangka Belitung terhadap statement dahlan Iskan tersebut. Bahkan Ketua DPRD provinsi Bangka Belitung
Sampai angkat bicara menyoal kebijakan Dahlan iskan kali ini.
Mudah mudahan tidak terjadi CHAOS lagi di perusahaan yang kita cintai ini walaupun kesedihan itu sekan tertimpa tangga pula saat mendengar adanya pencopotan pimpinan perusahaan ini oleh the phenomenom minister Dahlan iskan. Karena Sabar dan Ikhlas itu INDAH.
Salamm IKT Rasional VisioNer !!!
Jumat, 03 Februari 2012
MEANING VISION MISION VALUE

PT Timah (persero) Tbk sebagai sebuah perusahaan milik negara memiliki tugas dan fungsi membantu pemerintah dalam membangun negeri ini, funsi tersebut :
1. Memberikan kontribusi maksimal untuk negara
2. Memberikan keuntungan bagi pemegang saham
3. Menghasilkan produk beerkualitas dan bermanfaat
4. Menjadi Pionir dalam usaha yg belum bisa dijalankan swasta dan korporasi
5. Pengembangan ekonomi disekitar lingkungan wilayah operasi
Untuk menjalankan fungsinya dengan baik telah menetapkan arah dan tujuan melalui visi misi perusahaan yang jelas dan transparan selain itu maknana(meaning) dari keberadaan. Perusahaan pun telah di tetapkan.
MEANING
Menjadi katalisator Dunia
VISI & MISI PT TIMAH :
VISI : Menjadi Perusahaan Pertambangan Kelas Dunia Menuju Kehidupan Yang Lebih Berkualitas
MISI :
1. Mengoptimalkan Nilai Kontribusi Kepada Pemegang Saham & Tanggungjawab Sosial.
2. Membangun SDM yg Kompeten, Kreatif & Profesional
3. Mewujudkan Harmonisasi Hubungan Dengan Pemangku Kepentingan & Lingkungan Global.
Mencapai visi misi bkan hal yang mudah oleh karena itu perlu kesamaan semangat, tekad, prinsip untuk meraih itu semua. Hal inilah yang kemudian di tuangkan dalam nilai nilai perusahaan yang diharapkan segera Membudaya di setiap personal di perusahaan sehingga value Ini dapat dijadikan Budaya perusahaan(corporat Culture)
BUDAYA KERJA :
INTEGRITAS : Memiliki Kejujuran, Tanggungjawab serta Konsisten dlm setiap tindakan utk mencapai tujuan perusahaan.
KOMITMEN : Mampu memenuhi Kesepakatan / Janji dengan penuh Tanggungjawab.
TERBUKA : Mampu menerima perubahan lingkungan yg terjadi dlm suasana komunikasi yg saling menghargai.
RASIONAL : Mampu melakukan kegiatan secara terencana, teratur, penuh pertimbangan serta perhitungan yg matang.
VISIONER : Mampu berinovasi & melihat jauh kedepan tanpa dibatasi ruang & waktu.
Integritas, Komitmen, Terbuka, Rasional dan Visioner. Kelima hal tersebut adalah value untuk pembentukan cultur perusahaan, hasil dari Cultur transformation budaya kerja yang lama.
Transformasi nilai nilai dan budaya kerja ini memang telah dirakan sangat perlu manakala bisnis perusahaan pun situasinya sudah berbeda denga situasi bisnis yang lama.
Jadikan value personal sebagai karakter corporat
Kita memerlukan dukungan semua pihak (stockholders dan stakeholders) untuk mewujudkan visi dan misi tsb
IKTRV adalah value yang ditemukan dalam diri manusia dan diterima oleh semua fihak. Value seperti ini dalam ESQ 165 berada pada satu titik yang di sebut GOD SPOT yang bersifat general dan dapat diterima Umum.
Jumat, 18 November 2011
SATU PINTU BARU JITU
Usulan untuk membuat ekspor timah menjadi satu pintu, disinyalir oleh sejumlah pengusaha smelter sebagai upaya akal-akalan PT Timah (Persero) Tbk untuk mempermainkan harga timah.
Tudingan tersebut membuat Kahumas PT Timah (Persero) Tbk Wirtsa Firdaus
gusar. Selain menyebut tudingan tersebut tidak berdasar, Wirtsa juga mempertanyakan mengapa harus mencurigai PT Timah (Persero) Tbk, bukannya mencurigai negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang terus membanjiri pasar timah dunia dengan merk dagang mereka. Padahal mereka efektif tidak lagi melakukan penambangan Timah lalu darimana datang bahan baku bijih timah mereka?
Karena gagasan untuk melakukan eksport timah satu pintu, merupakan gagasan yang berkembang setelah para produsen timah di Bangka Belitung sepakat untuk melakukan moratorium eksport timah.
Dalam kesepakatan moratorium tersebut juga disepakati, bahwa PT Timah (Persero) Tbk yang terikat dengan sejumlah pembeli di luar negeri sebelum adanya moratorium tetap diperkenankan melakukan eksport.
Karena selain menyangkut hajat hidup puluhan ribu orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan juga dianggap menyangkut harkat dan martabat bangsa jika sampai terjadi pembatalan sefihak oleh PT Timah yang merupakan BUMN di bidang pertambangan timah.
Moratorium sendiri telah terbukti mampu mengerek kembali harga timah hingga berada pada kisaran yang lebih ekonomis.
Sehingga muncul gagasan untuk membuat sebuah system yang permanen guna mengatur suplai timah.
Selain mengendalikan suplai, kehadiran system eksport satu pintu ini pun bisa menjadi alternative untuk
mengikis penyelundupan dan eksport balok timah yang berkadar rendah.
Karena selama ini, balok timah berkadar rendah yang di eksport ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Thailan di jual kembali dengan merek dagang mereka setelah dilaukan pemurnian ulang.
Hal ini jelas sangat merugikan, selain rendahnya royalty yang diperoleh negara karena balok timah berkadar rendah dan tak bermerk dihargai rendah.
Juga membuat pasar kelebihan suplai timah. Sehingga melalui ekport satu pintu ini, Indonesia yang tercatat sebagai produsen sekaligus ekportir timah terbesar di dunia, bisa mengendalikan harga timah di pasar timah dunia (London Metal Exchange).
“Ini adalah ide bersama, dari sesama produsen timah. Tinggal di bahas bagaimana mekanisme untuk melaksanakannya. Jadi!, jangan asal tuding. Kan dengan satu pintu kita bisa mengendalikan suplai yang selama ini jadi biang kerok melorotnya harga timah” tegas wirtsa.
Tudingan tersebut membuat Kahumas PT Timah (Persero) Tbk Wirtsa Firdaus
gusar. Selain menyebut tudingan tersebut tidak berdasar, Wirtsa juga mempertanyakan mengapa harus mencurigai PT Timah (Persero) Tbk, bukannya mencurigai negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang terus membanjiri pasar timah dunia dengan merk dagang mereka. Padahal mereka efektif tidak lagi melakukan penambangan Timah lalu darimana datang bahan baku bijih timah mereka?
Karena gagasan untuk melakukan eksport timah satu pintu, merupakan gagasan yang berkembang setelah para produsen timah di Bangka Belitung sepakat untuk melakukan moratorium eksport timah.
Dalam kesepakatan moratorium tersebut juga disepakati, bahwa PT Timah (Persero) Tbk yang terikat dengan sejumlah pembeli di luar negeri sebelum adanya moratorium tetap diperkenankan melakukan eksport.
Karena selain menyangkut hajat hidup puluhan ribu orang yang menggantungkan hidupnya pada perusahaan juga dianggap menyangkut harkat dan martabat bangsa jika sampai terjadi pembatalan sefihak oleh PT Timah yang merupakan BUMN di bidang pertambangan timah.
Moratorium sendiri telah terbukti mampu mengerek kembali harga timah hingga berada pada kisaran yang lebih ekonomis.
Sehingga muncul gagasan untuk membuat sebuah system yang permanen guna mengatur suplai timah.
Selain mengendalikan suplai, kehadiran system eksport satu pintu ini pun bisa menjadi alternative untuk
mengikis penyelundupan dan eksport balok timah yang berkadar rendah.
Karena selama ini, balok timah berkadar rendah yang di eksport ke Negara tetangga seperti Malaysia dan Thailan di jual kembali dengan merek dagang mereka setelah dilaukan pemurnian ulang.
Hal ini jelas sangat merugikan, selain rendahnya royalty yang diperoleh negara karena balok timah berkadar rendah dan tak bermerk dihargai rendah.
Juga membuat pasar kelebihan suplai timah. Sehingga melalui ekport satu pintu ini, Indonesia yang tercatat sebagai produsen sekaligus ekportir timah terbesar di dunia, bisa mengendalikan harga timah di pasar timah dunia (London Metal Exchange).
“Ini adalah ide bersama, dari sesama produsen timah. Tinggal di bahas bagaimana mekanisme untuk melaksanakannya. Jadi!, jangan asal tuding. Kan dengan satu pintu kita bisa mengendalikan suplai yang selama ini jadi biang kerok melorotnya harga timah” tegas wirtsa.
Senin, 17 Oktober 2011
TINS TOUR D BABEL-2 Eksotisme Bersepeda DI Bangka Belitung
Anggapan para peserta gowes wisata se-Indonesia itu tidak salah. Sebab, kegiatan rally sepeda yang melintasi dua kabupaten --Belitung dan Belitung Timur-- itu merupakan rangkaian Sail Wakatobi-Belitung 2011. Tujuannya jelas, memperkenalkan wisata di bumi Laskar Pelangi, Belitung. “Kegiatan ini memang untuk mengenalkan objek wisata di Bangka Belitung," kata Ketua Panitia Tour D' Babel 2011 Joseph I Soehoed.
Balap sepeda dengan titel "Tour D' Babel 2 Adventures (TTB2) 2011" itu digelar atas kerja sama komunitas sepeda setempat dengan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dan disokong penuh oleh PT Timah. “Ini adalah bentuk partisipasi kami untuk mendukung sektor wisata di provinsi Bangka Belitung,” ungkap humas PT Timah Wirtsa Firdaus .
Kegiatan Tour de Babel 2011 juga mendapatkan dukungan masyarakat Babel yang mempunyai kepedulian tinggi atas pengembangan wisata dan olahraga. “Dengan momen itu diharapkan bisa menaikkan citra pariwisata Babel di tingkat nasional dan internasional,” ujar Bupati Bupati Beltim, Basuri Tjahaya Purnama, saat membuka secara resmi kegiatan ini Sabtu (1/10), pukul 07.00 WIB di di pantai Lalang, Belitung Timur, provinsi Bangka Belitung.
Sedikitnya, 105 biker dari pulau Jawa, Bali, Sumatera, Kepri dan Babel itu pun memulai gowes ria menelusuri jejak-jejak Laskar Pelangi. Total rute yang dilalui sejauh 120 kilometer, yang dibagi menjadi dua hari. Hari pertama peserta start melalui pantai Lalang Belitung Timur hingga ke pantai Murdong, lalu dilanjutkan ke SD Laskar Pelangi di kampung Gantong. Dari bekas sekolah yang digunakan untuk shooting film Laskar Pelangi, peserta kemudian meneruskan goesan hingga ke Pantai Burung Mandi.
Rute di menuju Kabupaten Belitung harus melewati hutan dan medan offroad. Di sinilah tantangan yang paling disukai oleh para penggowes. Apalagi setelah tiba di resort Lor In sebagai titik akhir hari pertama, peserta langsung disuguhi pemandangan indah pantai Tanjung Tinggi.
Menjelang malam, beberapa peserta menyempatkan diri bercengkerama di antara batu-batu pantai Bukit Tinggi, tempat dimana pasukan SD Muhammadiyah Gantong menyaksikan pelangi, hingga mereka dijuluki Laskar Pelangi. Batu-batu granit di tempat ini tersebar di sepanjang pantai, menciptakan pemandangan indah yang khas Belitung.
Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Pantai ini adalah tempat untuk beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang.
Menu utamanya terdiri dari makanan laut. Hanya saja, jangan berharap anda mendapatkan pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa yang membuka restoran sederhana. Jangan khawatir, masyarakat di sana selalu ramah pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia.
Esoknya, Minggu, 02 Oktober 2011, peserta mulai gowes santai dari Penginapan Lor in menuju Pantai Tanjung Kelayang. Berbeda dari gowes hari sebelumnya, gowes hari ini justru lebih santai karena tema untuk hari kedua ini memang fun bike dan melalui rute on road. Pantai Tanjung Kelayang, tempat dimana kegiatan “Sail Wakatobi-Belitong” akan dipusatkan, menjadi awal untuk berlayar ke Pulau Lengkuas.
Pulau Kecil menjadi Pesona Belitung (Foto Heru Pamuji)
Perjalanan menuju Pulau Lengkuas menggunakan perahu motor warga setempat dengan kapasitas masing-masing tidak boleh lebih dari 10 orang. Sekitar 30 menit kemudian, para peserta tiba di Pulau Lengkuas. Di pulau ini, peserta asyik mandi di air laut yang jernih dengan wajah keriangan dan kegembiraan, karena bisa mandi di pantai yang jernih dan berpasir putih halus ini. Target berikutnya adalah Pulau Burung dan Pulau Kepayang, mereka melanjutkan gowesan hingga titik finish di Tanjung Pendam .
Alhasil, seratus lebih penggowes itu merasakan kenikmatan tiada dua. “Event yang sangat menyenangkan. Tidak saja kami kebut-kebutan di atas sadel, tapi kami mendapat suguhan wisata yang ciamik di Belitung,” ungkap Rofik, salah satu peserta Tins Tour D’Babel-2 Adventure 2011.
Menurut Wirtsa, tujuan penyelenggaraan kegiatan TTB2 Adventure 2011 adalah menjalin hubungan yang baik antara Pemerintah Kepulauan Babel dengan unsur-unsur Muspida Provinsi Babel. Terbukti, hobi bersepeda menjadi media untuk menumbuhkan kesadaran mayarakat tentang manfaat olahraga dan berpartisipasi dalam mengurangi pencemaran udara dengan mengurangi penggunaan BBM. Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang untuk mengenalkan wisata daerah dengan cara mengundang para pelancong dari luar provinsi.
“Kami sejak 2007 terus membesarkan olahraga bersepeda di Babel. Bahkan, kami juga ikut dalam beberapa event yang ada di luar untuk mengenalkan Babel. Pokoknya, olahraga bersepeda harus tetap eksis di Babel,” kata Wirtsa. Sejak kali pertama, Tins Tour D’Babel cenderung diminati peserta seluruh Indonesia. Hal itu, kata Wirtsa, berkat partisipasi para penggemar sepeda lokal di Babel yang ikut mempopulerkan kegiatan yang berlangsung saban tahun ini.
Melalui kegiatan bersepeda, diharapkan Babel bisa memasarkan produk pariwisata di bumi laskar pelangi. “Tidak melulu mengandalkan kepopuleran film Laskar Pelangi,” ungkap Muhammad Yusri Liputo dari kantor dinas wisata dan budaya provinsi Bangka Belitung. Menurutnya, Belitung memiliki alam yang eksotik. Satu hal yang harus dilakukan oleh pihak-pihak terkait untuk menarik minat wisatawan, yakni dengan mengenalkan Bangka-Belitung ke mancanegara.
Selain Sail Wakatobi dan Tin Tour D’Babel, provinsi muda itu harus menggelar event tahunan, Yang sudah berjalan saat ini adalah Festival Laskar Pelangi. Tapi, menurut Yusri, event tersebut belum mampu mendongkrak wisata Belitung ke level internasional. “Yang utama adalah melengkapi infrastruktur wisata, sehingga turis mancanegara merasa nyaman,” ungkap Yusri. Sampai jumpa tahun depan! (HP)
Tanjung Kelayang Bikin Mabuk Kepayang
Tanjung Kalayang terkenal dengan pemandangan pantai dimana terdapat pulau batu granit kecil, kira-kira 100 meter dari pantai. Bentuk pulau granit itu mirip seperti burung. Itulah yang menyebabkan tempat ini dinamakan Tanjung Kelayang, mengutip dari nama salah satu jenis burung yang banyak dijumpai di sana.
Ukuran dari pulau kecil itu kira-kira 50m persegi. Terlihat indah, membuat wisatawan mabuk kahyangan. Serasa di surga dunia. Dari pantai ini dapat kita lihat tersebar ratusan batuan granit di laut maupun di pantai, pantai ini diberi nama pantai tanjung kelayang, karena dapat kita lihat batu granit besar yang bentuknya seperti burung kelayang. Yang memang burung ini banyak dapat dijumpai di pantai ini.
Tanjung Kelayang adalah semenanjung yang menjorok ke arah Utara.Dengan pulau granit kelayang terletak sebelah Timur, Tanjung Kelayang adalah pantai berpasir putih sepanjang beberapa kilometer. Sebenarnya dari Tanjung Kelayang terhampar pantai pasir putih sejauh kurang lebih 4 km sampai ke Tanjung Tinggi.
Pantai sebelah Timur adalah tempat yang baik untuk berenang, karena permukaan dasar pantai jernih dan berpasir putih. Tempat ini juga baik jika anda ingin bermain di tepi pantai karena permukaan pantai yang lebar. Dari sana pengunjung biasanya berjalan sepanjang pantai kurang lebih 300m ke arah Utara, dimana bisa ditemukan bebatuan granit, tersebar sepanjang ujung semenanjung dan juga di permukaan laut. Salah satunya yang berbentuk seperti burung kelayang tadi.
Sementara itu, pantai sisi Barat memiliki pemandangan berbeda. Panjang pantai tidak sepanjang sisi Timur karena di sisi Barat terdapat lebih banyak batu-batu granit. Pemandangan unit dari pantai sisi Barat adalah 3 pulau kecil, kira-kira 300m dari bibir pantai. Dikombinasikan dengan bebatuan granit besar yang tersebar di permukaan laut, pemandangan di sisi Barat menjadi lebih menarik, terutama pada saat matahari terbenam. Tempat terbaik untuk menikmati pemandangan pantai sisi Barat adalah dari puncak batu-batu granit di area ujung dari semenanjung.
Misteri Pulau Lengkuas
Cerita keindahan Pulau Lengkuas di sebelah utara Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, dengan pernak-pernik yang dimilikinya, telah menghipnotis wisatawan Nusantara maupun mancanegara, khususnya para fotografer. Tak heran lagi jika pada hari Minggu atau libur nasional, pulau yang luasnya tak sampai sehektar itu dipenuhi para pengunjung. Daya pikat utama wisatawan untuk berlibur di Pulau Belitung antara lain keindahan panorama alam pantai yang dipagari batu granit dan pasir putih telah menjadikan pulau tersebut sensual di mata wisatawan.
Untuk menggapai pulau kecil ini tidaklah sulit. Cukup menyewa perahu yang kerap parkir di Tanjung Binga maupun dari Tanjung Kelayang, wisatawan siap diantar kapan pun mereka mau. Biaya sewa pun relatif murah, Rp 350.000-Rp 450.000. Wisatawan, baik sendiri maupun rombongan, akan diantar menuju sensasi keindahan Pulau Lengkuas. Perjalanan yang ditempuh hanya memakan waktu 30-40 menit dari Tanjung Kelayang. Jika berangkat dari Tanjung Binga justru bisa lebih cepat lagi karena dari dermaga Tanjung Binga, keelokan Pulau Lengkuas sudah memanggil untuk disentuh.
Lengkuas adalah pulau kecil, terletak di arah Utara desa Tanjung Binga. Di seputar pulau ada banyak pulau batu-batu granit yang bisa dicapai hanya dengan berjalan kaki melintasi laut yang dangkal dengan kedalaman kurang dari 1.2m. Struktur batu-batu granitnya juga unik dan berbeda dengan tempat-tempat lain dengan kombinasi pantai yang berpasir putih dan pepohonan. Air lautnya benar-benar jernih, anda bisa dengan jelas melihat ke dasar laut, termasuk ikan-ikan yang berenang didalamnya. Ini adalah tempat yang menyenangkan untuk bermain di air laut atau snorkling.
Sisi Lain Pulau Lengkuas (Foto Heru pamuji)
Mahkota dari pulau Lengkuas adalah sebuah mercusuar tua, yang dibangun Belanda pada 1882. Sayangnya, tidak banyak informasi tentang bagunan tua itu. Diduga, tinggi bangunan sekitar 50 meter. Setiap pengunjung bisa dengan bebas naik menuju puncak mercusuar. Pemandangan dari puncak mercusuar Lengkuas begitu indah dengan sudut pandang hingga 360 derajat keliling pulau dan sekitarnya.
Hanya ada 3 orang yang tinggal di Lengkuas. Mereka adalah operator dari Mercusuar. Mereka sangat ramah kepada setiap pengunjung. Perlu diketahui, persediaan air sangat terbatas di pulau ini, meskipun tersedia toilet, namun airnya mengucur sedikit sekali.
Lengkuas bisa dicapai dengan menyewa perahu dari Tanjung Binga. Harga sewa kira-kira Rp 350 ribu untuk sekali perjalanan yang biasanya menghabiskan waktu setengah hari. Lama perjalanan dari pantai di Belitung ke Lengkuas hanya kira-kira 30-45 menit. Perahu sewaan tersebut bisa membawa 30-40 orang dan ini adalah perahu nelayan yang biasanya digunakan untuk mencari ikan pada malam hari. Perahu ini cukup unik, dimana terdapat rangka di kedua sisi perahu yang membuat perahu ini menjadi stabil meskipun berlayar di ombak yang cukup besar.
Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi Lengkuas adalah bulan Maret - November. Selama masa ini ombak laut cendrung lebih tenang, sehingga anda bisa menikmati perjalanan dengan perahu, snorkling dan berenang di perairan yang jernih. Selama masa Desember - Januari, ombak mungkin lebih besar dari biasanya, dan kadangkala hujan sepanjang hari.
Kesunyian Yang Damai Di Pulau Burung
Tak mau kalah, pulau-pulau di sekitar Pulau Lengkuas menjadi pelengkap cantik surga Belitung Barat. Ada Pulau Babi Besar, Pulau Pasir, Pulau Burung, dan Pulau Batu Berlayar. Jika anda pergi ke Pulau ini, jangan lewatkan sesi snorkeling saat cuaca cerah. Beningnya air dan pesona biota lautnya membuat wisatawan betah berlama-lama di pulau-pulau tersebut. Setelah snorkeling, segera bakar ikan sambil menikmati matahari tenggelam di ufuk barat. Nikmat sekali bukan?
Di antara pulau Lengkuas dan pelabuhan nelayan di tanjung Binga, terdapat pulau lain yang dinamakan pulau Burung. Dalam perjalanan ke Lengkuas, wisatwan akan melewati pulau ini. Pulau ini sedikit lebih besar dari Lengkuas, dengan pasir putih di sisi Selatan dan bebatuan granit di sisi Utara. Pengunjung biasanya berhenti sejenak di pulau Burung dalam perjalanan pulang dari Lengkuas ke Tanjung Binga.
Objek paling menarik dari pulau Burung adalah batu granit yang berbentuk seperti burung yang terdapat di pantai pulau tersebut. Karena itulah pulau tak berpenghuni itu dinamakan pulau Burung. Di pulau ini ada sebuah villa dari kayu yang sudah tidak dihuni lagi.
Sisi lain Pulau Burung (Foto Heru pamuji)
Selain batuan granit yang berbentuk mirip burung, ada juga granit berbentuk seperti jari tangan. Ada pula sebuah batu besar bertengger di atas batu kecil. Sungguh unik bentuknya. Di tengah pulau nampak kerimbunan pohon kelapa. Tetapi di bagian sisi pantai, wisatawan harus menerobos celah batu yang sempit, karena jalan tepi pantai itu tertutup bebatuan hingga ke tengah.
Saat tak banyak wisatawan mampir di pulau ini, terasa betapa sunyinya Pulau Burung. “Tidak ada setitik suarapun terdengar, bahka deburan ombak pun tidak,” ungkap seorang wisatawamn di sebuah situs internet. Padahal, kata si wisatawan, saat itu siang hari dan di depan matanya terbentang pemandangan yang begitu memukau: pantai pasir putih bersih dengan batu burung yang cantik dilatar belakangi air laut yang menghijau dan langit dengan berawan berarak- terasa sungguh begitu tenang dan damai. Begitu sunyi tapi damai.
Surga Tersembunyi Di Tanjung Tinggi
Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung. Pantai ini berpasir putih, dan unik karena terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah.
Wisatawan bisa naik, berjalan dan melompat di antara granit untuk menikmati pemandangan eksklusif dari setiap sudut anda berdiri. Bentuk dari batu-batu besar itu juga unik, sebagian membentuk gua, yang dapat digunakan berteduh selama hujan. Batu-batu itu bertumpuk satu sama lain membentuk obyek yang menarik sebagaimana secara jelas anda bisa lihat dari foto-fotonya.
Batu-batu tersebut terletak di atas pasir putih. Di sini, wisatawan bisa berjalan di atas pasir putih di antara batu dan air laut yang jernih. Pasir putih ada dimana-mana sepanjang pantai. Anak-anak akan sangat suka bermain disana. Karena ombak tidak besar, air lautnya jernih dengan permukaan bawah laut yang berpasir, anak-anak akan sangat suka bermain di pantai. Anda tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.
Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Ada paling tidak dua puluh rumah makan seafood sederhana di sepanjang pantai. Ini adalah tempat untuk anda beristirahat sejenak, minum kopi atau memesan makan siang. Menu utama adalah makanan laut. Hanya saja, jangan berharap anda mendapatkan pelayanan sekelas restoran di mall. Mereka hanya orang-orang biasa dari desa yang membuka restoran sederhana. Tapi jangan khawatir, masyarakat di sana selalu ramah pada semua tamu, sama seperti umumnya orang Indonesia.
Setelah check-in di hotel, pergilah ke Tanjung Tinggi. Dengan cara ini, anda bisa menikmati keindahan pantai dalam cuaca yang cerah, untuk menghindari kemungkinan hujan di waktu sore. Jika anda tiba di sana, mampir saja di salah satu restoran seafood di sana. Menu di tiap restoran sama. Pilih yang pengunjungnya karena biasanya masakannya lebih enak, jika anda ingin bersantap siang di sana. Kalau tidak minum kelapa muda juga sangat mengasyikkan. Restoran biasanya menyediakan fasilitas sederhana untuk mandi dan membersihkan badan dari air asin setelah berenang di pantai.
Percayalah, begitu anda tiba di sana, anda tidak akan sabar untuk berlari ke pantai dan merasakan halusnya pasir putih dengan ombak yang menyapu pantai dengan lembut. Anda akan berjalan-jalan sepanjang pantai, dan karena penasaran, anda akan menuju batu-batu granit dan memulai petualang dengan melompat diantara bebatuan granit, atau berjalan diantara batu-batu yang besar. Semakin anda mengitari sudut-sudut pantai, semakin bisa melihat keindahan panorama pantai ini. Total panjang pantai kira-kira 1.2km, tapi anda bisa berjalan lebih jauh lagi karena sepanjang pantai pasir tetap putih
Langganan:
Postingan (Atom)



