Senin, 29 Oktober 2012

Perhatikan Tertimahan Indonesia


Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta memperhatikan PT Timah Tbk. Selama ini, BUMN pertambangan itu merasa harus menyelesaikan semua sendiri tanpa bantuan pusat.
Ketua Ikatan Karyawan Timah (IKT) Wirtsa Firdaus mengatakan, serikat pekerja sejumlah BUMN bertemu dengan Dahlan Iskan beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, BUMN tambang tidak banyak disinggung.
"Padahal, BUMN tambang menghasilkan beberapa komoditas penting. Bahkan, PT Timah Tbk adalah eksportir timah terbesar di dunia," ujarnya ketika dihubungi dari Palembang, Kamis (3/11/2011).
PT Timah Tbk bersama peleburan lain adalah pemasok hingga 30 persen timah dunia, yang hingga 11 persen di antaranya dari PT Timah Tbk. Namun, selama ini Kementerian BUMN belum banyak memperhatikan pertimahan di Indonesia.
"Kami dihadapkan pada banyak persoalan di Bangka Belitung, daerah produksi utama PT Timah Tbk. Namun, selama ini kami harus menyelesaikan sendiri tanpa advokasi dari pusat," tuturnya.
Kondisi itu diharapkan berubah setelah Dahlan menjadi Menteri BUMN. Perhatian itu akan membantu mengoptimalkan produksi dan pemasaran timah. "Kami sangat mengharapkan Pak Dahlan memperhatikan PT Timah," tuturnya. 

Protes Dahlan Iskan
Tbk (TINS) protes terhadap Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang sudah menghembuskan pergantian Direktur Utama Timah dari Wachid Usman kepada Sukrisno mantan Dirut PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Ketua Umum Serikat Pekerja Timah M. Wirtsa Firdaus menyatakan, akibat hembusan Dahlan tersebut, muncul polemik di masyarakat sekitar dan DPRD yang membuat pekerja terganggu dan menjadi tidak tenang bekerja.

Padahal, sebagai perusahaan publik, seharusnya nama calon Direktur Utama Timah keluar saat rapat umum pemegang saham (RUPS) yang rencananya akan dilakukan pertengahan April 2012.

"Kita menyayangkan, kenapa Pak Dahlan Iskan menghembuskan jauh-jauh hari. Timah itu perusahaan go public, mekanismenya harusnya ada di RUPS. Kan kalau ada putera daerah (jari Dirut) maka lebih bagus. Yang kita sayangkan Pak Dahlan Iskan sudah menghembuskan isu yang menjadi pro kontra di Bangka Belitung," tutur Wirtsa kepada detikFinance, Selasa (27/3/2012).

Dikatakan Wirtsa, kabar pencopotan Dirut Timah yang berhembus akhis Februari ini terus menjadi polemik di wilayah produksi Timah di Bangka Belitung. "Terjadi pertemuan-pertemuan di DPRD dan ini menjadi polemik. Kami di internal sebenarnya tenang-tenang saja dan terus fokus kerja tapi ada polemik di eksternal karena komentar Dahlan Iskan yang membuat kami terganggu," jelasnya.

Serikat pekerja menginginkan setidaknya ada tiga syarat bagi direksi yaitu bisa memberikan kontribusi optimal ke negara, berkomitmen untuk memelihara wilaya operasi, dan menjaga kesejahteraan karyawan.

Sumber : 
http://finance.detik.com/read/2012/03/27/105708/1877354/6/hembuskan-pergantian-dirut-dahlan-iskan-disentil-pekerja-pt-timah
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/11/03/19064247/Dahlan.Iskan.agar.Perhatikan.Pertimahan

Selasa, 16 Oktober 2012

Analisa Vindyarto Tentang Astrada

Analisa ini cukup tajam dan mengejutkan ternyata masih ada putra putra bangsa yang peduli dengan pola pola penambangan di Bangka Belitung. Bangka Pos 16 Oktober 2012..

Senin, 08 Oktober 2012

PT Timah to take further steps on alleged mining theft by Malaysia

PT Timah to take further steps on alleged mining theft by Malaysia

Fri, October 5 2012 00:14 | 524 Views

"PT Timah Employees were very disappointed with the conclusion they drew, which was based on data collected from ITRI (International Technology Research Institute)," the Chairman of the PT Timah Employees Association said.
Pangkalpinang, Bangka Belitung (ANTARA News) - The employees association of PT Timah (Persero) Tbk will discuss the follow-up steps to be taken for the alleged theft of tin, worth Rp21.696 trillion, by Malaysia.

"Tomorrow, we will hold an internal meeting to discuss further steps that we are going to take regarding this issue, be it through legal action or diplomatic action. All will be decided tomorrow," said Wirtsa Firdaus, the Chairman of the PT Timah Employees Association, here on Thursday.

"PT Timah Employees were very disappointed with the conclusion they drew, which was based on data collected from ITRI (International Technology Research Institute)," he noted.

"From these data, Indonesia has suffered a loss of Rp21.696 trillion," Firdaus added.

Based on the calculation, he said, Indonesia should make a claim for the losses.

"We have to do something; we cannot remain silent. We have to claim it because Malaysia claimed a part of Indonesia's intellectual property and culture as its own some time ago," Firdaus pointed out.

Earlier, it was suspected that 120,532 tonnes of tin from Bangka Belitung were illegally mined by Malaysia during the 2008-10 period.

"They looted us by illegally mining tin in Bangka Belitung," Firdaus stated.

"According to ITRI data, Malaysia produced 128,000 tonnes of tin during the period from 2008 to 2010," he noted.

"However, given the permitted production capacity for Malaysia, it cannot produce more than 7,490 tonnes in the two-year period," Firdaus said.

On the basis of the discrepancy between the two figures, the PT Timah Employees Association concluded that 120,532 tonnes of tin belonging to Indonesia had been illegally mined by Malaysia.

"As we know, the nearest country from Malaysia with abundant tin resources is Indonesia. Therefore, we concluded they took it from us," Firdaus explained.

Assuming the average price of tin to be US$20,000 per tonne and the currency exchange rate to be Rp9,000 per dollar, Indonesia has suffered a loss of Rp21.696 trillion.(*)

 http://www.antaranews.com/en/news/84875/pt-timah-to-take-further-steps-on-alleged-mining-theft-by-malaysia


Related News

Jumat, 05 Oktober 2012

Polda Babel Kembali Tangkap 10 PC Di HP Desa Kerakas







Ø      Dirkrimsus Polda Babel Sebut- sebut Nama Bukong

PANGKALPINANG ---- Setelah menangkap 11 alat berat di Bangka Selatan, sekarang jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung melalui Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung kembali menangkap 10 alat berat yang diduga beroperasi di hutan produksi Kerakas, Bangka Tengah.

Demikian diungkapkan oleh Direkskrimsus Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Suherman Febrianto seizing Kapolda Bangka Belitung, Brigjen Pol Budi Hartono Untung kepada wartawan, Jumat (5/10) via telepon. “ Benar, kita sekarang sudah mengamankan 10 alat berat yang di duga melakukan aktifitas di kawasan terlarang, yaitu hutan produksi di desa Krakas, Bangka Tengah. Dan saat ini sedang kita proses,” ungkap Suherman.
Suherman juga menjelaskan bahwa 10 alat berat tersebut rencananya akan di bawa ke Mapolda Bangka Belitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. “ Sudah kita amankan barang bukti 10 alat berat tersebut, dan akan kita bawa ke Mapolda Bangka Belitung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya
Sementara, saat ditanya kelanjutan dari penangkapan kasus 11 alat berat di Bangka Selatan, Suherman menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. “ Kita sudah melakukan tahap penyidikan, dan pemeriksaan terhadap para saksi. dari hasil pemeriksaan saksi menyebutkan bahwa pemilik alat berat tersebut ada H Sani. Namun yang memerintahkan untuk melakukan penambangan adalah Bukong,” beber suherman
Ditanya apakah Bukong terlibat dalam penambangan illegal, Suherman mengatakan bahwa pihaknya masih harus melengkapi data serta alat bukti. “ Berdasarkan pemeriksaan saksi mengatakan kalau yang menyuruh untuk melakukan penambangan di kawasan terlarang tersebut adalah saudara Bukong. Namun demikian, kita harus melengkapi data-datanya dulu yaitu dengan cara memeriksa para saksi,” ujarnya
Sedangkan penetapan tersangka, Suherman menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka, mengingat harus melalui gelar perkara. “ Sesuai dengan aturan yang ada saat ini, bahwa penetapan tersangka nantinya akan dilakukan setelah adanya gelar perkara. Dan saat ini kita sedang melengkapi bukti-bukti,” katanya
Lebih lanjut, Suherman juga menjelaskan bahwa untuk kasus penangangan kasus penangkapan 11 alat berat di Basel akan di lakukan oleh Polda Bangka Belitung serta Pores Bangka Selatan. “ Khusus untuk 4 alat berat yang beroperasi di kawasan hutan Produksi Tepus, akan di tangani oleh Polres Bangka Selatan. Sedangkan untuk 7 alat berat yang bekerja di kawasan hutan Lindung Toboali penangangan kasusnya akan di lakukan oleh Polda Bangka Belitung,” jelasnya (Lay)

CERITA SUKSESI DULU: DISKUSI BABEL JIKA DIREKTUR TIMAH DIGANTI SANTIKA HOTEL PANGKALPINANG, 14 MARET 2012


DISKUSI BABEL dengan tema JIKA DIREKTUR TIMAH DIGANTI,
Acara bertempat di Santika hotel, ada tanggal 14 maret 2012 pukul 20.00 - s.d selesai

Hadir pada acara tersebut diantaranya : Ismiryadi, Jamro, Irianto Tahor, Hardi, Mahasiswa, Agus Adaw, Ahmad Mughni, Fahrizan, Momok, dll dgn jumlah peserta kirakira 50 org

Moderator, Ahmad Syahmirzan

Hasil dari gelar pertemuan bahwa :
1. Dari hasil pertemuan mayoritas yang hadir ( ketua dprd babel, dodot, bupati basel jamro, momok, mugni) sepakat untuk mengusung putra daerah sebagai dirut pt timah,
2. Namun dengan catatan bahwa putra daerah tersebut hasil memenuhi kompetensi dan kreteria sebagai dirut, Jadi putra daerah yang memang berkualitas dan memenuhi syarat, dengan catatan tambahan bahwa juga putra daerah tersebut memiliki komitmen untuk memajukan babel.
3. Kelompok kecil yaitu zamhari dengan beberapa rekannya yang tidak mempersoalkan putra daerah, namun siapapun boleh memimpin pt timah dengan syarat juga memiliki komitmen membagun babel.
4. Hasil rapat juga memutuskan akan membuat tim yang akan memperjuangkan putra daerah utk bisa memimpin pt timah, namun belum jelas detail kerja tim tersebut..

Sekali lagi secara umum dari semua peserta yang hadir sepakat untuk mengusung putera daerah sebagai dirut pt timah...

Komentar Komentar

Ismiyardi
Menurut saya alasan penunjukan Dirut PT Timah oleh kementerian BUMN tidak lazim, hanya dengan alasan pemerintah Indonesia pemilik saham mayoritas. lazimnya pemilik saham diwakili oleh komisaris. Seperti apakah facri ali punya saham di pt timah? dll. Apalagi RUPS sampai dengan saat ini belum dilaksanakan.
Belum lagi rupanya pengganti Wachid adalah sukrisno yg juga sudah pensiun yang terjadi masy babel hanya jadi penonton, dan tidak punya hak bicara di RUPS. S Setelah Thabrani Alwi, tidak ada lagi putra Babel yg muncul. Sepertinya hanya mimpi indah saja disiang bolong kalau putra bangka jadi dirut. Saya tdk yakin Sukrisno hanya datang sendiri, pasti membawa orang kepercayaannya.
Saya paling bangga jadi orang Babel, yang penting adalah kita tawarkan siapa yg lebih mengetahui pertambangan babel ini, dan jangan muluk2 mengenai siapa dirut timah.

Jamro A Jallil
Seperti Ismiyardi, kita bangga jadi org babel. kita harus merubah nasib kita sendiri. yang penting diberikan kesempatan. bukan siapa orgnya untuk dirut timah, ttp yg penting punya kesempatan dulu.

Agus Adaw
Menjadi pemimpin PT Timah (persero) tbk Harus orang yg tepat, punya kompetensi yg menjadi dirut timah.
Orang Bangka Belitung pun belum setuju Dahlan jadi menteri, namun beraninya dia mengangkat dirut timah tanpa mendengarkan pendapat masyarakat Babel.
Tentang siapa calon dirut timah? siapapun bisa. Contoh Hidayat Arsani, seorang putra daerah yang perduli terhadap Bangka Belitung terus kalau menjadi harga mati, tolong tunjukan orgnya. Apakah harus putra daerah atau orang Bangka yg kerja di PT Timah putra daerah atau tdk sama sekali!

Manggara Siahaan,
Skala prioritas harus putra daerah minimal direksi tbk dan benar benar punya kompetensi dan keinginan kuat untuk mensejahterakan masyarakat Bangka Belitung

Welly S Karim
Tokoh presedium Bangka Belitung ini menyampaikan Thabrani saat menjabat Direktur Utama masih belum nampak memberikan kesejahteraan bagi Banga Belitung. Seharusnya pemerintah daerah sebelum go publik segera berusaha mempunyai saham di timah. Hal ini merupakan kesalahan mendasar saat ini sudah saatnya kita bicarakan ke pusat karena saat ini jamannya otonomi daerah

David
Ada uu no 19 yang mengatur tentang BUMN, setiap pengangKatan direksi harus ada fit dan proper test. Mohon buat Pak Eko Gubernur bentuk satu tim, usahakan kepusatagar direksi putra daerah.

Mirzan
memang kita berkepentingan dgn pt timah karena????

Dedi Suhaimi,
Harus mutlak putra daerah fungsi timah adalah bisnis dan sosial. Kita sepakat saja, buat surat pernyataannya dari yang hadir saat ini bahwa Dirut harus putera Daerah.

Momok
Saya sepakat dirut timah putra babel. namun harus secara obyektif. Apa kelebihannya orang timah dari babel dengan yg bukan dari babel?
Yang penting itu goalnya adalah bisa sejahterakan masy babel, komitmennya sejahterakan babel.
Namun semangat itu, semangat memajukan putera daerah menjadi Direktur perlu kita hargai.

Doni Golput
Menariknya, kita tidak melihat peran dari DPD Babel utk isu ini, bagaimana?
Bukan PT Timahnya yg sejahterakan babel namun putra daerah yg berpikir sejahterakan babel.

Yuli Tirtaniadi, gp anshor
Sapapun yg duduk utk kepentingan masy babel kami siap didepan

jamhari, dewan bateng
blm ada format dimanapun di daerah hrs ada putra daerah. hrs tau beda bumn dan bumd. kita malu sbg org babel hrs paksa dirut org babel. bagaimana royalti sbnrnya hrs dinaikkan. csr pt timah itu mana, sangat kurang.

mirzan,
semangat yg kita ambil, bukan ga tau bahwa ini adalah provinsi

samsul ridwan,
sbnrnya hrs kita miliki saham itu. semangat itu hrs dipelihara, dan sdm babel hrs dpt bekerja di pt timah.

dodot,
adanya tumpangtindih lahan dgn kp timah, krn susah mendapat info kp pt timah shg wajar kalo ada tumpangtindih lahan. katanya rahasia. yg penting adalah kebijakan direksi utk kesejahteraan masy babel. jika dirut timah tdk tau apa yg diiinginkan pemda babel ini bahaya. dirut hrs tau maunya masy babel dan pemda. intinya hrs putra daerah yg punya komitmen thd masy babel, yg punya kompetensi.

pertiba, junaidi
adalah bagaimana kita dorong pt timah lebih mementingkan sejahtera masy babel. sudah baik forum ini namun hrs dlm forum resmi. hrs yg penting adalah kesejahterakan masy babel.

mugni,
direksi ini hrs profesional, harapan kita sbenarnya adalah pt timah punya kontribusi yg jelas. kita minta pt timah hrs spt apa di babel. hrs kompak jgn sampai utk kepentingan kelompok. kita hrs dorong pt tinah punya kontribusi jelas utk masy babel

welly,
satukan visinya spy ada tindak lanjut.

mirzan,
akan dibentuk tim untuk mwmperjuangkan aspirasi ini.

anugrah bangsawan,
ada hak hak masy babel yg terabaikan. tdk ada sinergitas dgn pemda. jika kita sepakat, mari kita lihat nyali org babel bersaing di nasional.

sukma,
sudah saatnya kita memaksakan diri utk bergerak. wakil daerah dipusat kita paksa harus berjuang ke pusat. buat kesepakatan antara babel dgn pt timah.

mirzan,
kita tdk ada sponsor dari siapapun utk acara ini. bgmn babel dpt diperjuangkan. kita akan bentuk tim agar sejahterakan babel.

fredy, realita news
murni tdk ada pesan sponsor, utk lakukan diskusi ini. mungkin akan ada topik-topik lainnya. intinya utk kepentibgan masy babel. bukan berarti memaksakan kehendak putra babel, namun ada tiga org putra daerah babel yg lolos fit proper test, ini yg akan kita dorong siapa tahu menjadi dirut pt timah. akan jadi gejolak jika dirut timah melarang beroperasi ti ilegal.

TETIAN

Hasil e, bahwa dari hasil pertemuan mayoritas yang hadir ( ketua dprd babel, dodot, bupati basel jamro, momok, mugni) sepakat untuk mengusung putra daerah sebagai dirut pt timah, namun dengan catatan bahwa putra daerah tersebut hasil memenuhi komptensi dan kretaeria sebagai dirut. Jadi putra daerah yang memang berkualitas dan memenuhi syarat, dengan catatan tambahan bahwa juga putra daerah tersebut memiliki komitmen untuk memajukan babel. Namun, ada kelompok minoritas, yaitu zamhari dengan beberapa rekannya yang tidak mempersoalkan putra daerah, namun siapapun boleh memimpin pt timah dengan syarat juga memiliki komitmen membagun babel. Hasil rapat juga memutuskan akan membuat tim yang akan memperjuangkan putra daerah utk bisa memimpin pt timah, namun belum jelas detail kerja tim tersebut.. Sekali lagi dari semua peserta yang hadir sepakat untuk mengusung putera daerah sebagai dirut pt timah...












DEGRADASI HUKUM PERTAMBANGAN INDONESIA

Kamis, 04 Oktober 2012

IKT GUGAT MALAYSIA “Penjarahan 21 Trilyun Rupiah oleh Asing dan Antek-anteknya”

Karyawan PT Timah (Persero) Tbk di seluruh wilayah operasi menggelar apel akbar sebagai bentuk unjuk keprihatinan atas berbagai bentuk aksi penjarahan di sejumlah IUP milik Perusahaan dan kekhawatiran akan masa depan pulau pulau penghasil timah. Aksi yang digelar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila itu sekaligus bertujuan untuk menyatakan bahwa PT Timah berdaulat penuh atas IUP-IUP nya dan bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya di dalamnya. Apel serentak dilaksanakan tepat pukul 09.00 WIB. Wilayah-wilayah operasi yang menggelar apel akbar tersebut yakni kantor pusat Pangkalpinang, Sungailiat, Belinyu, Jebus, Muntok, Toboali, Jakarta, Cilegon, Belitung, dan Kundur. Apel akbar ini diinisiasi oleh Ikatan Karyawan Timah (IKT) dan pengurus wilayah masing-masing. Inspektur upacara yang juga Ketua Umum Ikatan Karyawan Timah, Muhammad Wirtsa Firdaus dalam sambutannya menyatakan bahwa sebagai institusi penghasil devisa bagi negara, perjuangan karyawan dan perusahaan untuk berbakti bagi bangsa dan negara telah tersandera perijinan, sementara aktivitas penambangan liar berjalan marak untuk memperkaya segelintir orang. Wirtsa mengatakan, ”IKT mengajak seluruh karyawan PT Timah untuk bangkit berjuang bersama menghadapi hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan dari segala penjuru serta menegaskan kita harus menghentikan dan melawan upaya sistematis yang dijalankan untuk ‘mengkerdilkan’ eksistensi perusahan baik yang datang dari luar maupun dari dalam.” Salah satu upaya sistematis tersebut adalah melakukan propaganda-propaganda yang menyudutkan perusahaan untuk mengalihkan perhatian pemangku kepentingan sehingga para penjarah leluasa menguras bijih timah didalam IUP Perusahaan dan meninggalkannya dalam keadaan mengenaskan.
Curigai Antek Asing IKT mengklaim malaysia telah menjarah 21 Trilyun Rupiah dari NKRI melalui aktifitas penambangan Ilegal bijih timah Menurut Wirtsa, “Berdasarkan data dari ITRI dari tahun 2008 sampai dengan Tahun 2010 Negara Malaysia menghasilkan logam timah sebesar 128.000 Ton sementara produksi bijih malaysia dalam kurun waktu tersebut hanya sebesar 7.490 Ton. Dari data ini kami menyimpulkan bahwa terdapat logan sejumlah 120.532 ton yang bahan bakunya (bijih timah/tin ore) berasal dari Indonesia. Dengan asumsi harga rata rata USD 20.000 permetricton dan kurs Rp. 9.000,-/USD makan nilai tersebut setara dengan Rp. 21,696 T (dua puluh satu trilyun enam ratus enam puluh enam milyar rupiah). Inilah nilai aset NKRI yang dirampas malaysia dan antek anteknya.” Bela NKRI Terkait Apel Akbar yang digelar karyawan PT Timah di seluruh wilayah operasi, Ketua Steering Comitte Gerakan Perjuangan Karyawan Timah, Arius Dimara mengatakan, “Aksi ini sengaja digelar bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila, untuk menggugah semangat nasionalisme karyawan” Apel Akbar menegaskan posisi seluruh karyawan untuk mensukseskan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan kepedulian pada kelestarian lingkungan. Gerakan ini menjadi lokomotif untuk mengembalikan usaha usaha penambangan agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berpihak kepada masyarakat, pembukaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan kesadaran lingkungan serta menginspirasi semua pihak pemangku kepentingan untuk memanfaatkan potensi sumber daya mineral menjadi kekuatan financial pembangunan yang berpihak pada kepentingan NKRI, ujarnya