.jpg)
LENSAINDONESIA.COM: “Kalau bilang penjarahan memang tidak bisa
dibuktikan. Tapi kalau lihat ekspor dari pihak-pihak tertentu itu bisa.
” Demikian penegasan Direktur Utama PT Timah (persero) Tbk, Sukrisno.
Secara ekslusif kepada LICOM, di Pangkal Pinang, Bangka Belitung,
Sukrisno, memaparkan, berdasarkan data dari Surveyor Indonesia (SI),
pihak-pihak tertentu tersebut mulai dari 2008 sampai Agustus 2012 total
ekspor mencapai 253 ribu ton. Jika dihitung rata-rata per tahun, maka
dapat mengekspor sebesar 53 ribu ton per tahun.
“Padahal ekspor PT Timah saja hanya 33 ribu ton,” ujar Sukrisno.
Berdasarkan data International Technologi Research Institute (ITRI)
disebutkan bahwa sejak tahun 2008 hingga tahun 2010, Malaysia telah
menghasilkan logam timah sebesar 128.000 ton, sementara produksi bijih
timah Malaysia hanya sebesar 7.490 ton pada kurun waktu yang sama.
Dari data tersebut disinyalir ada logam timah sebanyak 120.532 ton
yang bahan bakunya (bijih timah/tin ore) berasal dari Indonesia. Dan,
Jika harga rata-rata 20.000 USD permetric ton (kurs Rp. 9.000,- per
dollar) maka nilai tersebut setara dengan Rp. 21,696 triliun.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menurut Ketua Ikatan Karyawan Timah
(IKT), Wirtsa Firdaus, maraknya kasus ilegal mining atau enambangan
ilegal di wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) milik PT Timah,
disinyalir menjadi salah satu faktor penyebab adanya penjarahan timah di
Bangka Belitung yang diduga telah dibekingi oleh pemodal berasal dari
Malaysia dan Singapura. Praktik ilegal mining di Bangka Belitung tidak
hanya melibatkan masyarakat biasa, bahkan diduga telah melibatkan
pejabat tinggi di propinsi tersebut.
Namun, saat di konfirmasi upaya apa yang akan diambil perusahaan
untuk menindak lanjuti aktivitas yang merugikan negara. Dirut PT Timah
itu menegaskan bahwa penjarahan tersebut bukan mengakibatkan kerugian,
hanya saja membuat potensi keuntungan berkurang.
Sedangkan untuk upaya jalur hukum, seraya menyindir, Sukrisno
menyatakan, jika dalam hal ini bukanlah urusan PT Timah, melainkan
pemerintah.
“Timah ini berjalan sesuai dengan koridornya, dan tidak diganggu oleh
orang. Upaya jalur hukum itu urusan pemerintah, kalau pemerintah
merasa dirugikan, biar pemerintah yang menindak. Benar ini urusan
perusahaan, kan kita sudah buat laporan, dia (pemerintah) juga punya
data kalau ekspor orang lain besar. Biar pemerintah yang mencarilah,”
sindir Sukrisno.@lysistrata
sumber :
lensaindonesia.com
.
Penjarahan Timah di bangka, Disinyalir Libatkan Pejabat
Jakarta - Karyawan PT Timah (Persero) mensinyalir
ada keterlibatan pejabat atas penjarahan timah oleh pihak asing di
Bangka Belitung. ”Kemungkinan ada keterlibatan pejabat-pejabat tinggi,
makanya kita bergerak di sini (unjuk rasa-Red). Kita bersihkan keluar
dan kedalam, kalau ada karyawan yang bekerja untuk kepentingan asing,
kita akan bersihkan, siapapun dia,” tegas Koordinator Aksi Unjuk Rasa
karyawan PT Timah, Yanuar saat ditemui di sela-sela aksi di bilangan
Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin, (1/10), mendesak pemerintah
menindak sejumlah pihak dan asing yang menjarah timah dari Bangka
Belitung.

Menurutnya, penjarahan timah di Bangka Belitung sudah berlangsung
lama, dengan cara memanfaatkan tumpang-tindihnya berbagai undang-undang
dan ketidakpahaman masyarakat akan penjarahan yang dilakukan secara
halus itu. Atas dasar itu, karyawan PT Timah mendesak pemerintah, elit
politik, dan berbagai elemen lainnya, baik yang terlibat langsung dan
tidak langsung untuk segera menghentikan aksi penjarahan sumber daya
alam Indonesia tersebut.
“Karena tanpa campur tangan elit politik, pemerintah pemangku
kebijakan di negeri ini, sumber daya alam tambang Indonesia akan habis,
timah hanya salah satu contoh mineral yang dijarah asing; migas,
batubara, nikel, sama nasibnya. Kalau kita diam, anak cucu kita tidak
akan mendapat apa-apa. Hutan, laut; ilegalmining, fishing, loging semua
dijarah,” bebernya.
Untuk menghentikannya, karyawan PT Timah akan terus berupaya
melakukan berbagai lanngkah, di antaranya tengah mengumpulkan data-data
yang valid untuk diajukan kepada pihak berwenang agar ditindaklanjuti.
“Tentunya tidak hanya sampai berhenti di sini (unjuk rasa-Red), tapi
kita akan lakukan langkah-langkah. Saat ini, kita sedang mencari
data-data valid yang kemudian akan diajukan kepada pihak yang berwenang,
dan mungkin juga kita akan adukan ke DPR,” tegasnya.
[IS]
sumber :
gatra.com
.
Kecam Penjarahan Timah oleh Antek Asing
BANGKAPOS.COM , BANGKA – Karyawan kantor pusat PT Timah
Tbk di Pangkalpinang menggelar apel dan pembacaan ikrar bertepatan pada
hari Kesaktian Pancasila, Senin (1/10/2012). Ikatan Karyawan Timah
(IKT) mengecam segala bentuk aksi penjarahan di sejumlah IUP milik BUMN
tersebut.
Apel ini digelar secara serentak di seluruh wilayah operasi PT Timah
Tbk, di 10 lokasi, di kantor pusat Pangkalpinang, Sungailiat, Belinyu,
Jebus, Muntok, Toboali, Jakarta, Cilegon, Belitung dan Kundur. Di
Jakarta IKT melakungan long marc di Tugu Proklamasi Pegangsaan Timur.

Ketua IKT, Wirtsa Firdaus selaku inspektur apel mengatakan operasi
gelar apel akbar ini sebagai bentuk keprihatinan atas berbagai bentuk
aksi penjarahan di sejumlah IUP milik perusahaan dan kekhawatiran akan
masa depan pulau-pulau penghasil timah.
“IKT mengajak seluruh karyawan PT Timah untuk bangkit berjuang
bersama menghadapi, hambatan, tantangan, ancaman dan gangguan dari
segala penjuru serta menegaskan kita harus menghentikan dan melawan
upaya sistematis yang dijalankan untuk mengkerdilkan eksistensi
perusahaan baik yang dayang dari luar maupun dari dalam,” kata Wirtsa.
Dalam apel ini digelar ikrar dan tanda tangan komitmen melawan antek
asing. “Aksi ini sengaja digelar bertepatan dengan hari Kesaktian
Pancasila untuk menggugah semangat nasionalisme karyawan,” katanya.
sumber :
tribunnews.com
.
Karywan Timah Galang Kekuatan, lawan Penjarah Timah
PANGKALPINANG -Tambang-Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati
setiap tanggal 1 Oktober, bakal dijadikan momentum untuk mengobarkan
rasa nasionalisme seluruh karyawan PT Timah (Persero) Tbk melalui apel
akbar dan ikrar, untuk melawan aksi penjarahan mineral timah Indonesia
oleh antek-antek asing yang ada di Bangka Belitung.
“Menyikapi maraknya aksi penjarahan mineral timah Indonesia oleh
antek-antek asing di Bangka Belitung, maka kami atas nama IKT (Ikatan
Karyawan Timah) PT Timah akan menggelar apel akbar dan ikrar untuk
membangkitkan rasa nasionalisme para pekerja timah yang tergabung dalam
serikat pekerja PT Timah,” ungkap Ketua Gerakan Penyelamatan Timah
Indonesia Rendi Kurniawan.
Dikatakan Rendi, bahwa saat ini IKT sangat miris terhadap rasa nasionalisme masyarakat di Babel yang mulai hilang.

“Hal tersebut dibuktikan dengan adanya pemberitaan di media belakangan
ini yang menyebutkan adanya dugaan, keterlibatan asing untuk menguras
timah Bangka Belitung,” jelasnya lagi,
Ia juga menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan gerakan moral,
untuk mengajak seluruh karyawan PT Timah agar tidak terpengaruh untuk
ikut menjarah timah di Bangka Belitung, melalui penambangan yang tidak
sesuai aturan.
“Karena aksi penjarahan timah oleh antek-antek asing di Babel akan
merugikan Negara sekaligus masyarakat Bangka Belitung sendiri, terutama
ketika kerusakan lingkungan semakin tidak terkendali,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rendi juga merasa heran, jika negara tetangga seperti
Malaysia bisa memproduksi logam timah melebihi dari kapasitas
tambangnya.
“Berdasakan data, Malaysia hanya memproduksi pasir timah 4000 ton per
tahun, namun kenyataannya, mereka bisa memproduksi logam timah 42.000
ton per tahun. Jadi dari mana mereka mendapatkan timah, jika bukan
maling dari Indonesia, khususnya Bangka Belitung,” pungkas Rendi.
sumber :
majalahtambang.com
.
PT Timah Sudah Laporkan Perusahaan Penjarah Bijih Timah di Wilayahnya
Jakarta, Seruu.com – Untuk menghadapi dugaan penjarahan bijih timah
di lahan PT Timah (Persero) di Bangka Belitung, IKT (Ikatan karyawan
Timah) targetkan mendorong PT Timah laporkan perusahaan timah yang
dengan 30% investasi dari Malaysia ke ranah tipikor. Bentuk keseriusan
ini disampaikan Wirtsa Firdaus, Ketua IKT ketika ditemui di Jakarta,
Minggu (7/10/2012) kemarin.
.jpg)
Dugaan penjarahan bijih timah milik PT Timah (Persero) oleh
perusahaan swasta yang diduga dimiliki sahamnya sebagian oleh investor
Malaysia dan diperkuat dengan data ITRI (International Technologi
Research Institute) yang menyebutkan bahwa sejak tahun 2008 – tahun 2010
Malaysia telah menghasilkan logam timah sebesar 128.000 ton, sementara
produksi bijih timah Malaysia hanya sebesar 7.490 ton pada kurun waktu
yang sama.
Tanggapi aksi dan langkah yang akan ditempuh IKT, Corporate Secretary
PT Timah, Agung N Soeratno mengatakan untuk masalah dugaan penjarahan
ini adalah murni ranah Ikatan Karyawan Timah (IKT). Disinggung mengenai
langkah hukum yang akan diambil PT Timah atas penjarahan ini, Agung
menyampaikan saat ini pihaknya hanya fokus terhadap perusahaan yang
melakukan penjarahan di wilayah PT Timah.
“Ada langkah hukum tapi kita fokuskan kepada yanf menjarah di IUP
kita, saat ini dan kedepan, untuk hal-hal sebelumnya kami belum bisa
bicara banyak karena waktu dan kondisinya berbeda,” ucap Agung ketika
dihubungi
Seruu.com, Selasa (9/10/12).
Sementara disinggung mengenai laporan PT Timah yang kabarnya sudah
sampai di kepolisian, Agung mengamini dan menegaskan sudah ada beberapa
pihak yang ketahuan menjarah dan sudah dilaporkan.
“Sekarang tinggal menunggu prosesnya, sepertinya memang dari Malaysia
dilihat saja pengapalan dan kontraknya gimana. Kalau tujuannya Malaysia
berarti betul,” tambahnya.
Dikonfirmasi mengenai nama perusahaan tersebut Agung mengatakan perusahaan tersebut adalah perusahaan perorangan maupun lokal.
“Nanti saja ya saya konfirmasi kalau sudah saya tahu berkasnya
dilanjutkan atau tidak ke pengadilan. Yang pasti kita berkomitment, baik
internal perusahaan-pun akan kami tindak bila ada yang bermain,”
tandasnya.[Ain
Komentar
Sepertinya Malaysian ini memang cerdik, mereka pandai memanfaatkan
keboborokan mental oknum aparat pemda dan oknum penegak hukum. Mereka
dijadikan kacung dan budak kapitalisme dengan mengorbankan kedaulatan
bangsa dan Negara Indonesia, dan yang lebih menyedihkan lagi, rakyat
disana tetap melarat dan miskin.
Modus operandi malaysian, mereka mengicar daerah yang kekayaan
alamnya melimpah, jauh dari Jakarta dan Masyarakatnya masih jauh dari
tingkat kemakmuran.
Malaysian sudah pandai mengukur tingkat Nasionalis dan integritas
pejabat Daerah di negeri ini, dengan Materi yang tidak seberapa, mereka
sanggup merubah mental pejabat Negara menjadi pejabat antek suruhan yang
rela minindas rakyatnya sendiri. (Mental ini yang dibangun pada jaman
VOC dahulu).
Inilah penghianat Bangsa yang sesungguhnya pada Abad ini.
2 periode era pemerintahan SBY, banyak lahir kapitalis baru pemeras
kemakmuran rakyat yang berasal dari oknum oknum kalangan Wakil Rakyat,
Pejabat pemerintahan daerah/ pusat, Partai Politik dan penegak HUkum
(Polri, jaksa, TNI, hakim) dan kurcaci lainnya
Inilah buah dari ketidakpedulian dan ketidaktegasan pemerintahan SBY, dalam menyikapi segala permasalahan bangsa ini.